Saturday, July 15, 2017

Review E-book

Sampai bulan Juli ini, terhitung delapan buku yang sudah saya baca sampai selesai. Rekor! Baik buku fisik dan e-book. Dulu saya pernah review sedikit beberapa aplikasi e-book yang pernah saya pakai. Memang ternyata penggunaan aplikasi e-book itu sangat bergantung dengan layar ponsel yang dipunya. Setelah upgrade ponsel dengan layar yang lebih besar, rasanya beda bangeeet. Dengan layar yang lebih besar, bacanya lebih enak! *yaiyalah*

Ada tiga aplikasi e-book saat ini yang ada di ponsel saya:
1. iJakarta
Buku-buku di iJakarta semuanya versi bahasa Indonesia (sependek yang saya temukan) dan koleksinya cukup banyak dari berbagai genre. Seperti yang sudah pernah saya ulas, iJakarta ini sistemnya seperti perpustakaan, maksimal 3 hari peminjaman, dan gratis.


Kalau buku yang dipinjam belum selesai dan tidak terlalu populer, bisalah setelah 3 hari dipinjam lagi bukunya. Kalau bukunya  populer, beuh...butuh banyak keberuntungan untuk bisa baca. Kita bisa "mengantri" untuk buku tersebut tapi sayangnya, notifikasi buku sudah available hanya bisa dilihat kalau sedang membuka aplikasi. Selain itu, entah kenapa setelah update kemarin, aplikasinya restart terus, jadi tidak bisa baca dan bug-bug yang ada sebelumnya juga belum diperbaiki. :(

2. Bookmate


Aplikasi ini di review sebelumnya tidak terlalu bagus tapi setelah upgrade layar ponsel (dan mungkin ada update juga di aplikasinya), Bookmate jadi aplikasi e-book favorit saya saat ini! Koleksi bukunya banyak dan bagus-bagus. Ada buku bahasa Indonesia tapi buku bahasa Inggris (dan bahasa lain) lebih banyak. Yang penting lagi, gratis! Ada premium subscriptionnya sekitar 75 ribu rupiah per bulan. Masih OK lah ya. Untuk para dermawan bisa upload buku juga dengan format EPUB atau FB2. Fitur-fiturnya juga cukup banyak, ada shelf, quotes (kita bisa highlight kalimat-kalimat yang oke dan orang lain bisa melihat di halaman review buku tsb), notes, kamus, dan review buku dengan tambahan sticker yang lucu-lucu (disebutnya impressions).



3. Google Play Books
Play Books dipilih kalau memang buku yang mau saya baca tidak ada di koleksi aplikasi e-book lain. Biasanya bukunya harus dibeli karena koleksi buku gratis di Play Books cuma yang classic literature atau buku-buku tidak jelas non populer. Untuk fitur, lebih sedikit dari Bookmate, ada notes, highlight, dan kamus. Kalau Bookmate bisa dibilang social medianya para bookworm, bisa add friend, lihat shelf teman dan reviewnya. Sejenis Goodreads tanpa fitur baca bukunya. Tapi untuk Google Play Books memang mengkhususkan sebagai library pribadi saja tanpa sosialisasi dengan yang lain. Tapi kelebihan Play Books yang saya suka, canggihnya di Play Books ada fitur Night Light yang menghilangkan sinar biru di layar sehingga mata tidak cepat lelah saat membaca. Secara otomatis layar akan menyesuaikan dengan kondisi cahaya di sekitar. Top!


Masih banyak aplikasi e-book lain tapi dengan yang ada ini saja sudah banyak banget buku yang ingin dan bisa dibaca. Semangat kejar target membaca tahun ini!

Saturday, April 08, 2017

Make up vs skin care

Dulu saya tidak terlalu memperhatikan perbedaan make-up dan skin care. Keduanya hanya terlihat satu: kosmetik. Wajah saya memang gampang berjerawat dan bekasnya susah-banget-nget hilang but I try to embrace it. I don't need layers of layers of products to cover it up. This is just the way I am.

Sampai akhirnya saya tercerahkan tentang perbedaan make-up dan skin care (kemana ajaaa), saya menyesal tidak mengetahuinya lebih cepat. Intinya, skin care untuk merawat wajah supaya sehat dan make up untuk menyempurnakan penampilan. Either put some concealer for that tired eyes or lipstick to complete the look. Saya bisa bilang make-up itu tidak terlalu perlu (untuk saya), tapi skin care sepertinya semuanya butuh (Hello sunscreen!). Mungkin untuk beberapa orang yang kulitnya tidak high maintenance bisa tenang-tenang saja. Tapi tidak dengan saya. Sekali tidak cuci muka di malam hari, besoknya langsung muncul jerawat. Sigh.

Ini jadi pelajaran buat saya, terutama untuk memberikan pengertian untuk anak saya nanti berhubung sepertinya anak saya ini punya kulit seperti saya. Huhu.

Cintai dan rawatlah kulitmu sebelum menyesal di kemudian hari!

Sekarang untuk perawatan sehari-hari yang biasanya hanya sabun pembersih muka dan pelembab, mulai ditambah dengan toner, serum, dan sunscreen. Kalau lagi rajin, semuanya dikerjain. Kalau malas, skip skip aja. Haha. Setidaknya seminggu sekali scrub wajah dan maskeran. Memang agak repot, tapi lumayan sih sekarang kalau muncul jerawat gak parah-parah amat. Tetap semangat!



Saturday, February 25, 2017

I choose to stay


Last year, I was trying to add more blogs to my feeds. Most of my blog friends has not updated their blog for a long time (years!). Then I searched for other peoples's personal blog.  A blog that not just telling me about their traveling stories or fashion or whatever they show off on the blog. I want to know about their life. Their daily struggle. Their opinions about things. Their silly stories and jokes. Like old times. When the blogosphere were simple and...less sponsored.

The rising of internet user and social media has shifted how we do with blogs. We are not blogging for pleasure anymore, we blog for work. Or even abandon our blog because social media is more interesting and easier.

And then I was thinking about my blog. This blog. I started on 2004. I write what I want to write. My daily life. My babbling. My dreams. It was fun. People start blogwalking and making friends in real life. But now, it seems people have left this side of blogosphere. Even I make less and less post each year. Should I left my blog too?

But it's too much stories written here. Almost all my ups and downs, the big moments I shared. This blog has become a part of my life. Thirteen years, and counting.

And then I came across a post by Claradevi. I was like: so, it's not just me who feel this!
And then The Blog Project ID. I was so happy. It's like the universe telling me that there are still people like me who get sentimental with a blog. Haha.

So, I choose to stay here.


And you should too.


written as monthly challenge on TheBlogProjectID

Sunday, February 19, 2017

Yang baru


Gak terasa sudah bulan  Februari lagi. Tadinya masih mikir-mikir mau nulis apa tapi baru ingat ada yang terlewat di bulan Januari: saya resmi berkepala tiga! Biasanya jauh-jauh hari saya sudah menyiapkan rencana kegiatan apa yang mau saya lakukan di hari istimewa itu. Tapi kali ini, karena kesibukan, hari itu berlalu begitu saja. Gak apa-apa karena saya menghadiahi diri dengan: domain sendiri! Woohoo!

Tadinya saya masih ragu-ragu untuk beli domain. Perlu apa engga, namanya mau apa, lamaaa mikir nama yang pas. Awalnya ingin bikin "brand" biar namanya ga terlalu "terkenal" pede banget tapi ga dapat-dapat idenya. Ya sudah, pakai nama sendiri aja, sekarang sudah gak jaman jadi anonimous ya kan. Semoga dengan domain baru bisa nambah pecut buat lebih banyak nulis! Aamiin.


Sunday, January 29, 2017

good bye




Tanggal 5 Desember 2005 adalah kali pertama kita berdua menyusuri jalan raya. Mulai saat itu, kamu bukan hanya sekedar kendaraan tapi juga teman:
Ketika saya berjadwal penuh dari pagi sampai malam
Ketika saya karaoke dari kaset (!), cd atau radio
Ketika saya berargumen khayalan entah tentang apa
Ketika saya nangis sambil nyetir yang sekarang saya lupa penyebabnya apa
Ketika saya membawa teman-teman sampai duduk di bagasi 😄
Ketika saya terheran-heran kenapa titik merah kamu selalu hilang (dan kembali!)

Terima kasih atas momen-momen itu... 


Dan saya minta maaf:
Ketika nabrakin, nyenggolin, baretin kamu dengan segala macam
Ketika kamu penuh dengan t*i burung karena parkir di sebuah institut di bandung 🙈
Ketika sampai akhir pun kamu masih kena tabrak orang 😳 (meskipun bukan saya yang nyetir)

I may not be your last driver but let me give a proper goodbye. May you will be happier with your new owner! Mwah! 😘❤ 

dipost juga sebagai bagian dari #30haribercerita di instagram.