Tuesday, July 27, 2004

Keping-keping

Keping 1
Bom! Kemaren kantor KPU di bom. Gila apa? Jaman sekarang kayaknya udah biasa denger bom. Apa-apa di bom. Mall, kafe, kantor, mobil, gedung, gereja, dll. Waktu temen gw ngasih tau di Bandung ada bom aja gw biasa-biasa aja. "Eh, ada apa? Bom? Oh ya?". Biasa banget. Ya emang udah biasa ngedenger berita kayak gitu. Mungkin juga gara-gara tempat pembomannya jauh dari rumah gw makanya gw gak panik. Kalo di deket rumah gw, mungkin gw udah heboh-heboh aja kayak orang gila..hehehehe...

But, that's not the problem. The problem is orang-orang sekarang (gak semua orang lah..) lebih memilih jalan  yang lebih 'gampang'. Tidak sesuai dengan kepentingan, bom aja. Nyakitin hati, bunuh aja. Ngerebut kebebasan, tembak aja. Menyalurkan nafsu, perkosa aja. Bahkan gw pernah baca di koran ada orang yang kehilangan binatang piaraannya, dicari-cari gak ketemu, dia milih bunuh diri (motif bunuh diri buat sementara). Berita terbaru yang gw baca tadi pagi, ada kakak adik ngerebutin mi (bayangkan ngerebutin mi instan!). Sama ibunya si kakak disuruh ngalah. Ujung-ujungnya, si kakak akhirnya bunuh diri. Mengerikan dan juga menyedihkan.

Keping 2
Anak indigo. Banyak orang yang ngomongin tentang hal ini. Suatu fenomena yang menarik menurut gw dan juga lucu =). Anak indigo punya suatu kelebihan yang beda dari yang lainnya yang kadang-kadang gak masuk di akal (akal gw tentunya).

Contohnya, ada anak kecil umur 4,5 tahun bisa ngomong english dengan lancar tanpa diajari oleh orangtuanya. Dia tau tentang segala seluk beluk arsitektur tanpa belajar di jurusan arsitektur. Dia hanya membaca. Bahkan sekarang katanya dia sedang mendesign suatu ruangan bersama seorang arsitek yang bisa dianggap, mitra sejajar. Yang lucunya, pas gw baca artikel tentang anak ini, anak ini minta lemari dapur dan bak mandi dirombak karena designnya tidak sesuai dengan keinginan dia. Sang mitra membuatkannya bermotif boneka dan anak ini gak suka. She said, "im not a kid, you know?". Yes, you,  little girl 4,5 years old, with all those things, u r definitely not a kid. =)

Lain lagi, ada anak (sekarang udah remaja sih) yang gak suka matematika, sebel katanya. Dia bilang, dia bingung dengan dogma satu tambah satu sama dengan dua. Gw baca itu rada kaget juga. Gw cenderung menelan apa yang gw dapet. Satu tambah satu sama dengan dua. Oke, satu tambah satu sama dengan dua. Gak pernah ada dalam pikiran gw untuk bertanya kenapa satu tambah satu sama dengan dua? Kenapa enggak tiga? empat? atau nol?

sumber: TEMPO minggu ini

Keping 3
Tadi pagi, gw baca di koran, ada seorang remaja peserta sebuah ajang..mmm..itu lho yang sedang marak sekarang-sekarang ini, u know lah...remaja itu ditanya salah seorang juri, "Tau Taufiq Kiemas gak?". Sang 'calon bintang' menjawab,"enggak tau...". Haaaaa??? Plis doongg...Mungkin sang peserta ini masih dalam tahap seleksi kali yee..gak mungkin kan juri milih 'calon bintang' seperti dia??? Sorry, bukan maksud ngehina tapi masa iya gak tau Taufiq Kiemas itu siapa?? o_O

Dan menurut gw slogan 3B (brain, beauty, behaviour) ituh sebagian besar cuma omong kosong. Yah, semacam 'pembelaan diri sendiri' lah. Formalitas. Pembenaran biar semua hal itu benar. Penyetujuan (eh, ada yang bisa cari kata yang lebih tepat?) biar semua orang setuju.

0 komentar: