Saturday, January 22, 2005

say, "Hi!"

halo!
hai!
heeeeiii...!!
hoi!
assalamualaikuumm...!
pagi/malem/siang...!
eh, gile, kmane aje lu?
....
....
etc, dsb, dll. Semua itu mungkin sebagian kecil dari ucapan-ucapan kita sewaktu menyapa teman-teman kita. Macem-macem. Tergantung situasi dan kondisi. Selain itu, tergantung tingkat kedekatan dan jarak waktu pertemuan kita dengan sang teman. Kalau ketemu teman SD atau TK yang udah lama banget gak ketemu, apalagi kalau sang teman itu sangat dekat dengan kita, gak mungkin kan cuma ngomong, "hai...". Pasti dong ada bagian teriak-teriaknya (ini sih gw kali...), peluk-peluknya (kalau sesama jenis!), tepuk-tepuk punggungnya, senyum lebar, mata berbinar-binar, dll, ya kan? :)

Menyapa itu tergolong sangat-sangat-penting-banget dalam pergaulan karena menyapa dapat menjadi semacam 'pertemuan singkat' dengan teman. Meskipun enggak sampai ngobrol panjang lebar, hanya dengan menyapa bisa menjadi ajang mengingat-ngingat kalau kita punya teman si ituh, si inih, si eta, dan si-si lainnya. Bahkan, bisa menjadi penyembuh kalau ada yang bete. Kalau disapa ama orang cakep pasti seneng kan? Akhirnya senyam-senyum sendiri nginget-nginget kalau kita disapa orang cakep, hilang deh betenya. Yah, kalau bete tingkat berat sih, paling enggak berkurang kadar ke-bete-annya. huehehehe...

Kadang-kadang kita suka ragu-ragu untuk menyapa orang. Menunggu disapa duluan atau menunggu dia melihat dulu ke arah kita, baru kita sapa. Keraguan itu kerap datang ketika kita mencoba untuk menyapa teman yang baru kita kenal atau seorang teman yang tidak terlalu dekat juga dengan kita. Wah, gw banget.

Yang ada di pikiran pasti, "emangnya dia masih inget ama gw?" atau "kalau disapa trus dianya diem aja kan gondok...".

Menurut pengalaman gw juga, kadang-kadang ada teman yang gw kenal tapi gw nunggu buat disapa (jangan dicontoh...) tapi dia enggak nyapa malah menatap lurus-rus-rus ke depan. Kalau udah seperti ini, gw mikir, "am i so invisible for you?" atau, "yea..yea..im the invisible girl..."

Lebih baik kalau kita duluan yang menyapa teman kita. Dengan begitu, kita juga belajar untuk menghargai orang. Belajar untuk memulai interaksi terlebih dahulu. Kalau menurut gw, hal ini yang paling susah (kan gw orangnya pemalu... :D). Apalagi dengan orang yang enggak terlalu dekat. Hum..susah banget buat ngomong. Menyapa juga bisa menunjukkan ke-eksistensi-an kita kepada sang teman. Dengan menyapa, sang teman bisa tahu kalau kita ada dan kita adalah teman dia.

Yep, mau bagaimanapun juga, sapalah orang-orang. Baik yang kenal dekat atau enggak. Bisa aja kan kalau orang yang enggak dekat, kita sapa, kita bisa jadi dekat ama dia? ;)

So, let's start with hi! :)

0 komentar: