Sunday, October 02, 2005

eksis!

percakapan suatu pagi...

"trus..penutupannya di PlaWid."
"di PlaWid?"
"iya. biar eksis!"
"segitunya..."
"lho...emang kamu ga butuh eksis?"
"engga."

ha! impossible ga butuh eksis. maksudnya, ga mungkin ga butuh eksistensi. kita bisa berbicara dengan orang karena kita 'dianggap' eksis ama orang lain kan? kalau kita tidak eksis, bagaimana caranya orang lain berinteraksi dengan kita? kita kan tidak eksis. kita hanya penampakan. hiii...

tapi, ada lho, temen gw yang 'sepertinya' berusaha untuk tidak mengeksiskan dirinya. tidak tertulis nomor telponnya di database, meskipun dia punya telpon. tidak ikut foto angkatan. tidak ikut osjur. tidak membeli baju kelas. yang gw liat, dia hampir tidak pernah beinteraksi dengan orang lain, meskipun teman seangkatan. hanya seperlunya saja.

bukan, bukan maksud gw untuk menjelek-jelekkan temen gw itu. hidup itu kan pilihan. dia mau bersikap seperti itu, itu pilihan dia. gw menghormatinya. hanya, gw menyayangkan pilihannya itu. hidup ini terlalu indah untuk dijalani hanya seperti 'itu' saja. banyak hal yang bisa dilakukan bersama-sama dengan yang lain. engga harus sendirian. mungkin memang ada alasan yang tersendiri sampai dia memilih seperti itu.

back to eksistensi tadi. entah kenapa, akhir-akhir ini sering diucapkan kata itu. eksis! dikit-dikit eksis! dikit-dikit eksis! mulai dari yang penting, sampai ke yang ga penting. punya baju divisi, artinya divisi tersebut eksis! organisasi punya pin, eksis! nulis nama doang di buku tamu, eksis! sebegitu besarnya kebutuhan akan eksistensi...

tapi harus hati-hati juga dalam pengungkapan eksistensi. bisa saja yang tadinya bertujuan untuk pengungkapan eksistensi malah menjurus ke arah kesombongan karena menurut gw, engga ada batas yang jelas antara pengungkapan eksistensi dengan kesombongan.

mungkin ga semua orang memikirkan hal itu.

yang penting, eksis! :P

0 komentar: