Tuesday, January 10, 2006

cintapuccino

ya,ya,ya. i know.
pasti komentarnya:
"harii geneee baru bacaaa?"
hehehe. maap deh :P

penasaran pengen baca soalnya sering baca profile orang di friendster kalau fav.book-nya buku ini. disini engga maksud untuk review about the book but i just want to write about something that came up in my mind when i've finished it.

asumsi: orang-orang udah pada tau dan udah pada baca

ada dua hal yang ada dalam pikiran gw:
pertama: buku ini engga gw banget. karena gw engga pernah mengalami hal serumit itu. hehehehe..
kedua: gw lebih milih Rahmi dengan Raka. kenapa? karena huruf pertama nama mereka sama..hahahaha...silly. serius: kenapa? karena menurut gw, Rahmi lebih cocok dengan Raka ketimbang Nimo. kenapa? karena..karena...pikiran gw terjebak dalam dongeng "pangeran dan putri yang terpisahkan oleh orang jahat akhirnya bertemu kembali and they live happily ever after."!

di ujung cerita gw bener-bener berharap kalau mereka kembali rujuk meskipun harap-harap cemas jangan-jangan ceritanya berbeda dengan apa yang gw inginkan. ketika Rahmi memang memilih Nimo, gw baru sadar kalau Rahmi dan Raka rujuk maka cerita ini akan menjadi cerita biasa. tentunya seorang icha rahmanti tidak ingin ceritanya menjadi cerita biasa aja bukan? seperti dongeng yang tadi udah gw tulis. seumpamanya cerita itu memang seperti dongeng maka gw pasti akan ngomong: ceritanya klise banget.

terdengar begitu sinis padahal gw sendiri pengen akhir ceritanya seperti itu.

pasti pernah dong baca buku dan endingnya engga sesuai dengan keinginan kita? seharusnya si ini ama si itu. seharusnya si itu engga boleh mati tapi si ini yang mati. sadar engga kalau seperti itu berarti pikiran kita memang ter-frame dengan sesuatu yang sempurna. pikiran kita menolak sesuatu yang berbeda.

ternyata <-- sedikit penekanan pada kata ini, pikiran gw masih belum menerima suatu cerita/hal yang berbeda dengan yang biasanya. termakan oleh dongeng itu. dongeng yang terlalu sempurna(!).

ujung-ujungnya...

please, it's just a story :P


home

0 komentar: