Friday, August 11, 2006

untuk sementara

dulu, gw pernah melihat pulpen temen gw yang ditempeli kertas. biasanya kan kertas itu untuk mengidentifikasi pemilik pulpen tapi apa coba yang ditempel oleh temen gw itu?

pulpen ini dipinjamkan kepada (nama temen gw)...

meskipun begitu, gw yakin, pulpen itu dibeli oleh temen gw. selain heran, gw juga membenarkan kertas itu. apa yang ada sekarang sama gw, sejatinya (caelah) bukan milik gw. semuanya bisa hilang dalam sekejap. kadang gw membayangkan akan kehilangan sesuatu yang ada sama gw sekarang dan seseorang yang kadang gw bayangkan akan hilang adalah keluarga gw, terutama ibu.

bagaimana kematian menjelang, bagaimana keadaan rumah saat ibu engga ada, bagaimana keadaan gw sendiri saat ibu engga ada.

apakah air mata ini akan menetes?
atau berderai?
atau bahkan engga keluar sama sekali?

bagaimana rasanya?

gw berpikir, mungkin rasanya seperti saat ibu keluar kota, hanya saja tidak pernah kembali ke rumah.

apalagi ditambah keadaan sekarang dengan bencana dimana-mana. saat seorang anak tertidur lelap bersama keluarganya, beberapa menit kemudian bisa menjadi sebatang kara. siapa yang bisa memperkirakan?

tidak ada.

setiap gw membayangkan hal seperti ini, gw berdalih, ini untuk persiapan mental.
apa iya bisa mempersiapkan mental hanya dengan membayangkan?

apapun itu, sekarang gw berusaha untuk menghabiskan waktu bersama ibu, sebelum semuanya terlambat.

home

0 komentar: