Sunday, November 05, 2006

21 Juni

Melanjutkan yang sebelumnya, hari ini sudah ada rencana mau kemana aja. Pertama, ke museum Ariana (Musee Ariana). Naik trem dari cornavin ke nations. Kemarin udah pernah ke sana tapi karena sedang tutup jadi ga bisa masuk deh. Engga kepikiran sih isinya apaan tapi waktu masuk ke sana, kaget juga.

Kok begini ya?

Sampe disana tuh sepiiiii banget. Mau masuk juga ragu-ragu. Udah buka apa belum ya? Setelah terdengar gumam-gumam suara orang, baru deh berani masuk. Museumnya engga terlalu luas, 'cuma' dua lantai. Isinya kebanyakan patung-patung dan keramik.


Waktu pertama kali masuk, bagian tengah gedung kosong dan berbentuk oval, di sekeliling ruangan terlihat pilar-pilar besar dengan berbagai bentuk yang menopang gedung. Patung dan keramik dipajang di beberapa ruangan yang ada di sayap-sayap gedung. Di lantai atas juga hampir sama, ditambah ada kafe kecil untuk pengunjung.

Lagi liat-liat, nemu patung yang menarik.


Dilihat dari jauh seperti patung wajah yang ditutupi kain putih tapi waktu didekati ternyata kain putih itu bagian dari patung. Detail patungnya terpahatkan dengan jelas. Persis seperti kain aslinya. Keren!

Puas muter-muter, keluar dari gedung. Pulang. Eh, ga pulang ding. Balik ke hotel, maksudnya :P Nunggu jam makan siang sambil nonton tv. Sekarang udah tau jadwal tv. Biasanya sekitar jam 10 atau jam 11 ampe jam 12 ada film seri, the nanny ama charmed.

Nonton? Emang ngerti?
Engga. Cuma liat gambar-gambarnya aja :D Sambil menerka-nerka mereka ngomong apa :))
Ada sih tontonan yang dalam bahasa inggris, BBC. Tapi kan boseeenn, berita mulu.

Sesudah makan siang, jalan-jalan lagi. Tujuan sekarang ke Museum Voltaire. Konon kabarnya, dulu Voltaire tinggal di sana. Ya iyalah!
Berbekal selembar peta, saya melangkahkan kaki saya. *kesannyaa...*
Lumayan jauh lho dari hotel. Deg-degan juga tuh, syukur engga pake acara nyasar :D



Ternyata, engga cuma museum aja yang ada disini tapi ada sekolah juga. Waktu nyampe juga keliatan ada bule-bule main bola. Kayaknya sih yang sekolah di sana.
Clingak-clinguk. Sama kayak Ariana tadi. Museum Voltaire ini juga sepi banget. Cuma saya sendirian yang berkunjung!

"@#%^$#%$%&%*($*?" tanya seorang lelaki di balik meja dengan bahasa yang tidak saya mengerti.
"Is this voltaire museum?" what can i say? i dont understand what just he said.
"Yes! Please fill this first." thank God he can speak english! Lelaki itu menyuruh saya untuk mengisi suatu buku tamu. Terus ngasih semacam buku yang jelasin secara singkat tentang museum itu.



Seperti yang terlihat, museum itu sebenernya rumah tempat tinggal Voltaire dulu. Bagian tengah rumah itu begitu sempit, di sebelah kiri pintu masuk (yang juga berfungsi sebagai pintu keluar) ada meja lelaki tadi. Di kanan ada tangga menuju lantai atas. Peninggalan-peninggalan Voltaire ada di ruangan di sebelah kiri dan kanan pintu masuk yang sebetulnya ruangan itu satu. Jadi, kalo masuk ke ruangan yang ada di kanan pintu masuk, keluarnya bakalan di kiri pintu masuk. Saya memutuskan untuk masuk lewat ruangan di sebelah kanan.

Ada lukisan-lukisan Voltaire maupun lukisan-lukisan wanita yang tidak saya kenal. Ada keterangannya sih tapi tetep aja ga kenal. Belum kenalan sih :P Selain itu, patung-patung Voltaire dengan berbagai posisi dan ekspresi wajah (halah!).

Mejeng bentar. Gini nih kalo pergi sendiri, susah kalo mau bernarsis ria :( Patung Voltairenya serem. Apalagi didukung suasana museum yang sangaaaat hening. Secara cuma saya pengunjungnya. Makin serem lagi, kalau jalan tuh bunyi-bunyi. Krieeet. Krieeeet. Haduuhh...

Surat-surat yang bertulis tangan Voltaire, buku hariannya, dan pernik-pernik kecil juga dipajang di dalam suatu lemari berlapis kaca yang diletakkan di tengah ruangan.
Museum ini ga terlalu banyak isinya bahkan ada ruangan yang isinya cuma kursi-kursi yang disimpan di sudut-sudut ruangan.

Naik ke lantai dua, juga ga ada yang menarik. Yang mencolok hanya patung Voltaire sedang duduk yang berukuran cukup besar. Selebihnya, hanya ilustrasi-ilustrasi Voltaire yang dipajang dan ilustrasi-ilustrasi lain yang ga jelas. Serius. Diliat-liat ga ada hubungannya ama Voltaire. Aneh.

Turun tangga, say thank you ama lelaki di balik meja, keluar. Destination nowhere.
Mikir sambil jalan balik ke arah hotel. Akhirnya, menikmati angin dan wanginya Lac Leman. Foto-foto ga jelas. Liat airnya, bersih banget. Keliatan gitu dasarnya.

Trus, ngeliat ada bilik yang nyewain kapal buat keliling danau! Yihiy!
"how much is it?"
"14 franc."
waow. brapa tuh? 14x8000(kira-kira)=112000 rupiah! gila!
"one ticket, please."
hehe. kapan lagi keliling Lac Leman :D

ternyata kapalnya baru dateng jam setengah empat, harus nunggu dulu. akhirnya cari bangku kosong di dalam bilik itu yang ternyata sebuah kantor dan memang ada tempat untuk menunggu kapal. sambil makan buah yang dibawa, berpikir, seperti apakah kapalnya? dalam bayangan sih kapal kayu kayak di indonesia. tau kan, yang pake mesin ditarik-tarik itu, bangku-bangku panjang dari ujung kapal sampai ujungnya yang lain, yang tangan kita bisa sampai menyentuh air.

jarum panjang sudah mendekati angka 6, ternyata eh ternyata saudara-saudara, sungguh diluar bayangan!


aye aye captain!


kapalnya gede banget! kayak kapal pesiar. takjub memandangnya.

oia, sebelum naik kapal, bapak sms.
"lagi ngapain kamu?"
"mau naik kapal keliling lac leman!"
"awas hati-hati, nanti kamu masuk daerah prancis. kamu kan ga ada visa!"
Lac Leman emang sebagian milik swiss dan sebagian milik prancis. tapi kan ga usah diungkit-ungkit! T__T

Naik ke kapal, ada bagian anjungan buat menikmati pemandangan luar dan ada juga restoran kecil dan tempat-tempat duduk di bagian dalam. milih di anjungan dong. masa udah bayar mahal-mahal duduknya di dalem. kan ga keliatan pemandangannya.

wuih, anginnya kenceng banget, menepuk-nepuk pipi. wangi asin dari danau, dinginnya angin, jernihnya air, bisa liat air mancur dari deket banget. hwah...


meskipun pergi sendiri, setidaknya ada bagian diri saya yang ikut dalam foto :P
tapi
ternyata saya tak bisa menahan diri,
"could you take me a picture?"


tas hitam itu begitu mengganggu ya. dipake di depan pun karena takut copet. baca aja disini. copet ada dimana-mana.

yang berkesan, petugasnya ramah banget.
"your ticket please?"
"uh..eh..wait..." saya lupa naruh dimana. buka tas, nyari-nyari.
"oh, ok. take your time, take your time. i'll come back later."
udah bongkar-bongkar tas, ternyata tiketnya udah disimpen di tempat yang terjangkau. hah!

"have you find your ticket?"
"oh, yes." kasih tiket.
"ok," petugasnya ngebolongin ticket,"here it is." ngasih tiketnya lagi ke saya lalu petugas itu ngucapin sesuatu yang kalimat persisnya saya lupa, intinya have a nice trip gitu deh.
"thank you."

mungkin keramahannya ga keliatan tapi dialog itu dihiasi oleh senyuman. hal yang tidak saya temui pada petugas pembolong tiket. di kereta zurich-geneve misalnya, petugas hanya:
"ticket please?"
kasih tiket. bolongin. kasih lagi.
"thank you."
udah. ga ada senyum disana. lempeng dot com.

lumayan juga keliling danaunya, sekitar satu jam setengah. kira-kira jam 5, udah balik lagi ke dermaga. perjalanan kembali ke hotel, nemu sesuatu yang lucu.


oh, sekarang trend-nya tomat di pos ya? :P

home

0 komentar: