Saturday, January 20, 2007

mupi ripyu: Saw III

setelah berbagai aral melintang, ancaman, hambatan, tantangan, dan gangguan yang menghadang, akhirnya...............nonton juga :D

overall, menurut saya, film ini paling berdarah dibanding yang sebelum-belumnya. tetapi, malah yang paling kurang dari segi cerita. apa mungkin karena ini udah sekuel ketiga, jadi udah tau pola permainan yang dimulai,

"hello, [nama korban]...i want to play a game..."

dilanjutkan adegan perjuangan korban untuk keluar dari 'permainan' si jigsaw (sang pelaku), kemudian diakhiri adegan brutal korban yang gagal atau korban yang berhasil keluar dari permainan. mostly, korban engga berhasil, jadi kita akan disuguhkan 'bubur manusia' (blah!), meskipun engga selalu jadi 'bubur' sih...

sebenernya ga bakalan mengulas lebih jauh tentang film ini. intinya, film ini cukup menghibur kok. yang pengen ditulis disini mengenai pertanyaan-pertanyaan yang timbul di pikiran saya ketika menonton film ini.

misalnya, sebenernya si jigsaw ini pengen ga sih korban dia selamat? kan katanya dia pengen memberikan pelajaran kepada korban yang (umumnya) telah melakukan kesalahan.
kalo pengen, kenapa juga bikin permainan yang dilihat dari segi manapun juga, kecil kemungkinan korban untuk lolos.

okelah, ada yang lolos, contohnya ya si Amanda itu. tapi, liat dulu permainan yang dikasih ke dia seperti apa. 'cuma' bongkar isi perut orang buat ngedapetin kunci dan tidak ada alat yang membuat gerakan Amanda menjadi terbatas. tergolong 'mudah' kan?

coba liat permainan korban lain. umumnya, korban ter-attach pada alat yang membuat gerakan korban menjadi terbatas atau menimbulkan nyeri yang amat sangat. hanya orang gila yang bisa keluar dari permainan macam itu.

nah, kalo permainan yang diberikan mendekati mustahil untuk diselesaikan, trus, gimana pesan jigsaw bisa sampai? gimana korban mendapatkan pelajarannya atau menceritakan pada orang lain tentang pelajaran yang didapatkannya? kan dia keburu mati...

kemudian, gimana jigsaw tau permasalahan apa yang terjadi dalam kehidupan korban? hebatnya, jigsaw sampai tahu sebegitu mendetailnya tentang masalah yang terjadi. luar biasa.

selanjutnya, kenapa penonton tidak diberikan potongan yang lengkap tentang kebenaran yang ada dalam film ini? engga hanya dalam film ini sih tapi film-film yang lain juga, pasti ada suatu kepingan kebenaran yang hanya akan diungkap di akhir cerita. kayak dalam Saw III ini, pasti banyak yang terjebak dengan adegan,

"i want a divorce."

terbingung-bingung mencari hubungan antar adegan, hingga di akhir film semua menjadi jelas setelah kepingan kebenaran terakhir diungkap. dan saya merasa tertipu. gimana penonton bisa menebak maksud pelaku dengan benar kalo engga dikasih tau semua kebenarannya? licik :P

and i'm sure, you all will say, "it's the main purpose of a movie: twisted audience" or "that's why they called it a movie!" or "come on, it's just a movie!"

ya,ya,ya...

terakhir, menurut saya, moral dari film ini cuma satu, yaitu syukuri apapun yang dimiliki sekarang. coz you don't what you've got till it's gone...uuuu...pap-pap-pap... :D

---

mengingat perjuangan yang telah dilalui untuk mendapatkan film ini, tak lupa saya ucapkan terimakasih kepada satu-satunya forum yang membuat semua ini terwujud ;)
dan kepada jeng yang satu ini atas pinjeman harddisknya...
kemudian kepada weno, yang telah ikut terjun dalam usaha saya mendapatkan film ini. meskipun tak berhasil, yang penting usaha kan wen? and hope you enjoy the movie :D

...
...
...
...
...
...
...
...

hihihihihihi...

ada yang panas tuh namanya ga disebut...hehehehe...

iya, iya, buat herdy yang telah berbaik hati mendonlot dan menyimpannya hingga bisa saya copy. sayangnya, minjemin flashdisk susahnya minta ampun. peliiit! :P

engga deeenng...

bisa-bisa ntar ga didonlotin lagi Saw berikutnya...

hahahahahahaha...

home

0 komentar: