Thursday, June 07, 2007

Kita Untuk Mereka*

- start of prolog -
Salah satu tulisan yang ingin dipublikasikan namun takdir mengatakan lain :P
- end of prolog -

Kita Untuk Mereka*

Pernah nonton The Princess Diaries?

Ya, ya, ya, film jebot gitu masih ditanya. Ada yang belum nonton? Sini, saya ceritain. Jadi ceritanya itu, ada seorang perempuan biasa, bernama Mia (diperankan oleh Anna Hathaway), yang cupu, kuper, kacamata, dan berbehel *saya banget ga sih :P* hidup di suatu kota di Amerika. Suatu hari, dia dikejutkan oleh suatu berita yang telah ditutupi selama bertahun-tahun, yaitu dia adalah seorang putri kerajaan Genovia (Dimanakah ituuuu? Cari aja di peta, dijamin ga ada. Mwehehehehe…). Suatu berita yang membuat dirinya harus memilih antara menjadi seorang putri penerus kerajaan atau hanya menjadi seorang perempuan biasa di Amerika. Inti dari film ini sih pergulatan batin yang terjadi pada Mia, yang harus memilih antara 2 pilihan tersebut.

Ada hal yang paling berkesan saat saya nonton film itu. Masih terekam dalam ingatan saat Mia menyebutkan alasan keputusan dia untuk menjadi putri penerus kerajaan Genovia (whooops…spoiler! :P). Satu kalimat yang penting dari Mia. Terjemahan bebasnya:

“Berapa kali dalam sehari, saya menyebut ‘saya’?”

Kalau dengar pertanyaan itu, saya pikir itu adalah pertanyaan yang konyol. Jawabannya, jelas: banyak! Tapi, jika dipikirkan lagi, pertanyaan itu bukan pertanyaan yang konyol. Justru pertanyaan itu (seharusnya) menohok dada tiap orang yang mendengarnya. Maksud Mia adalah berapa sering kita hanya memikirkan diri sendiri? Yang kita ucapkan hanyalah ‘saya, saya, dan saya’. Bukan, bukannya kita harus mengurangi penggunaan kata ‘saya’ dalam percakapan sehari-hari. Tetapi, sebenarnya kita masih punya kata ‘mereka’ dalam hidup kita.

Seperti dalam lirik dari suatu lagu (dinyanyikan oleh Indonesian Voices) yang terinspirasi dari berbagai bencana yang terjadi di Indonesia.

Dalam kuasa-Nya
Di dalam genggaman-Nya
Hidup kita
Badai hidup ini
Perih menyakitkan
Pasti kan berlalu
Ada rencana-Nya untuk kita

Ini aku saudaraku
Aku ada untuk dirimu

Setiap saya mendengar lagu ini, saya selalu bertanya pada diri saya sendiri. Apakah saya ada untuk ‘mereka’? Apa yang telah saya lakukan untuk ‘mereka’?

Tahu Oprah Winfrey Show? Setiap Rabu-Minggu jam 10.05 di MetroTV (hohoho…) Saya selalu menontonnya jika berkesempatan dan karenanya saya selalu iri dengan Oprah. Karena Oprah selalu ingin membahagiakan orang di sekitarnya dan dia bisa melakukannya!

Mewujudkan mimpi seorang anak untuk bisa bersekolah, membelikan sebuah rumah kepada seorang penggemarnya karena penggemarnya tinggal dalam sebuah apartemen kecil berisi 12 orang yang mengharuskan mereka berbagi tempat tidur, memberikan beasiswa kepada seorang anak yatim piatu hanyalah beberapa contoh dari berbagai hal yang bisa dilakukan Oprah.

Tahukah apa yang menjadi tema besar Oprah Winfrey Show dalam musim tayang yang baru (menurut yang ada di MetroTV)?

“What have you done today to make you feel proud?”

Yeah, what we have done today to make us proud?

Dan seperti Andrea Hirata dalam Laskar Pelangi-nya:

“…hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya.”

Kita ada... untuk memberikan cinta
Kita ada... untuk menolong sesama
Kita semua... dalam kasih-Nya
Dalam sayang-Nya

Kita untuk mereka.

home

0 komentar: