Thursday, September 27, 2007

Hilang!

“Pergi dulu ya!”

Saya melangkah ke arah mobil dan membuka pintu. Ketika saya mau masuk, tiba-tiba ada 3 orang teman saya menghampiri.

“Eh, ikut dong!”
“Boleh.”

Beberapa lama di dalam mobil, saya baru ingat kalau harus mengambil duit di ATM.

“Eh, ke ATM dulu ya.”
“Ok.”

Mata saya mencari-cari ATM terdekat kemudian memarkirkan mobil di pinggir jalan. Saya dan teman-teman keluar dari mobil, kemudian kami mematung. Semua orang berada di posisi sebelah pintu mobil. Tidak ada yang bergerak. ATM itu tidak ada. Hanya ada palangnya saja.

“Ya udah. Cari yang lain aja yuk. Kayaknya di sebelah sana ada,” salah seorang teman saya memberi saran.

Saat kami mau masuk ke dalam mobil, berbalik badan, kami kembali mematung.

Mobilnya tidak adaaaa! Mobil saya hilaaaaang! T_T

“Haaa? Kemana mobilnya?” saya berteriak.

Kami saling bertukar pandang dan raut wajah semua orang hampir sama. Tercengang tak percaya. Beberapa detik yang lalu mobil itu masih ada dan kini hilang tak berbekas.

Saya melangkah ke tempat mobil terparkir sebelumnya. Berusaha meyakinkan diri bahwa saya akan menabrak mobil saya, mobil saya masih ada di sana dan mungkin mempunyai kekuatan untuk tidak terlihat.

Ternyata tidak.

Di tempat itu hanya ada angin dan debu. Jejak mobil saya tak berbekas. Menghilang dengan profesional! Pelakunya lihai sekali...

“Kemana hilangnya? Kemana?”

Tidak ada yang menjawab. Tidak ada yang tahu.

“Saya mau cari!”

Ditemani salah seorang teman, saya mencari keberadaan mobil saya. Ke daerah-daerah sekitar TKP, saya perhatikan plat-plat mobil yang mirip dengan mobil saya. Tetap tidak ada. Saya menghubungi ibu kalau mobil hilang. Anehnya, ibu saya tidak panik. Heran? Tentu.

Lelah berputar-putar, saya sudah putus asa. Teman saya berujar, “Udah, ga usah dicari. Hilangnya aja aneh gitu. Menurut hukum fisika, yang kayak gitu ga mungkin terjadi!”

Kening saya mengerut. Tapi terjadi kaaan?

Saya pulang ke rumah masih dengan kening berkerut. Bertambah mengerut karena tidak ada kepanikan yang terjadi.

“Mobilnya ilang,” saya memberitahu orang-orang.

“Tuh, ada kok,” jawab ibu saya sambil menunjuk ke arah garasi.
“Haaaa? Kok bisa?” saya berjalan ke arah garasi dan ya, mobil itu ada di sana!

Gila!!!

“Kok bisa?” saya bertanya lagi.

“Gara-gara selebaran itu.” Ibu menunjuk lembaran kertas di meja. Saya mengambil dan membacanya.

Ada sebuah organisasi yang beroperasi dengan menghilangkan barang-barang orang lain. Mereka melakukannya dengan tujuan menyadarkan orang-orang bahwa segala sesuatu yang mereka punya sejatinya bukan milik mereka. Mobil, HP, laptop, uang, bahkan orang tua mereka sendiri. Kita sejatinya tidak memiliki apa-apa.

Barang-barang yang diambil tidak diapa-apakan. Tidak dijual. Tidak dihancurkan. Hanya diambil saja. Yang merasa kehilangan, bisa mengambil barang tersebut di alamat yang tertera dalam selebaran.

Fiuh.


Bingung? Heran? Aneh? Ga usah repot-repot karena semua ini hanya mimpi saya tadi malam :D

home

0 komentar: