Thursday, February 21, 2008

bakat?

dua kali saya ikut tes bakat, dengan penyelenggara tes yang sama.

Catatan Penting dari hasil tes tsb:

AKURASI HASIL BAKAT DOMINAN
a. Hasil wawancara secara acak bisa disimpulkan bahwa dari 7 Bakat Dominan (7 bakat teratas dari Urutan bakat ) akurasi urutan bakat antara 3 dan 7 bakat dominan tergantung kepada seberapa jauh pengetahuan seseorang tentang dirinya sendiri seperti yang dimaksudkan oleh Johari Window.


tesnya bukan wawancara sih, tapi ngisi semacam kuesioner tentang diri kita sendiri.

b. Kalaupun hanya ada 3 bakat dominan saja yang cocok, jangan berhenti untuk mencari sisa bakat dominan berikutnya dengan cara memahami definisi dari ke 34 bakat, karena tujuan dari asesmen ini adalah Individual Discovery yang merupakan tahap awal yang penting didalam menentukan karir anda

kalo emang individual discovery, kenapa juga saya mau ikut tes bakat? piye...

dari hasil tes pertama yang dilakukan kira-kira setahun lalu, menurut mereka, 3 bakat pertama saya adalah:

1. Connectedness memiliki keyakinan dalam menjelaskan gejala secara “batin”
apa coba maksudnya 'secara batin'???

- Penuh pertimbangan, penuh perhatian, mudah menerima : inilah kata-kata yang tepat baginya
bener banget...

- Segala sesuatu terjadi pasti ada sebabnya. Dia yakin akan hal itu, karena dalam hatinya dia tahu bahwa kita semua ini saling berkaitan.
buener buanget...

Tema Bakat ini merupakan salah satu bakat yang sering terdapat pada peran berikut: Pendengar dan pemberi saran / Konselor, Leader didalam membangun team yang berbeda kelompok atau Membantu orang merasa berguna.

2. Inclusiveness/includer kecenderungan untuk menerima semua orang dan selalu berusaha agar semua orang mempunyai rasa memiliki kelompok
- Includer adalah filosofi kehidupan. Baginya, membuat semua orang merasa bagian dari kelompok adalah penting, karena semua orang akan merasakan manfaat dari dukungan orang lainnya
- “Memperbesar kelompok.” Inilah filosofi pandangan hidupnya.

- Kita semua sama-sama penting . Jadi, tidak ada seorang pun yang boleh

diabaikan.

Tema Bakat ini merupakan salah satu bakat yang sering terdapat pada peran berikut : Motivator kelompok , Wakil suara-suara yang minoritas, Pemimpin di kelompok dengan latar budaya beragam , Mentor bagi mereka yang baru bergabung didalam organisasi.

3. Developer mendapatkan kepuasan dari melihat setiap kemajuan masing-masing individu.
-
Dia melihat kemampuan yang ada pada orang lain. Semua kemampuan mereka itu dapat terlihat oleh nya.
-
Ketika berinteraksi dengan orang, dia bersedia menolong mereka mencarikan jalan untuk mencapai tujuan.

Tema Bakat ini merupakan salah satu bakat yang sering terdapat pada peran
berikut: Manager, Guru, Pelatih , Pembimbing, Petugas sosial

untuk bakat kedua terakhir, saya sampai sekarang agak-agak ga begitu percaya ada bakat seperti itu di dalam diri saya. masa sih?

oke, mari kita bandingkan dengan hasil tes beberapa minggu yang lalu

1. Includer
2. Connectedness
3. Significance memiliki kebutuhan untuk ditonton sebagai orang yang menonjol dimata orang lain
- Didengar, berdiri didepan kerumunan orang, dihargai baginya sangat berarti, itu sebabnya dia kurang suka bergaul dengan orang, organisasi ataupun kegiatan yang biasa atau tidak penting
- Khususnya, dia ingin dikenal dan dihargai karena kekuatan-kekuatannya
yang unik.

Tema Bakat ini merupakan salah satu bakat yang sering terdapat pada peran
berikut: Marketing, presenter, MC, Juru kampanye, Sales

hahahahaha...bakat terakhir ga banget lah. saya tau kok kalo saya bukan banci tampil, saya sih banci foto doang :P

selain bakat-bakat teratas, ada juga bakat-bakat terbawah dari 34 bakat yang ditunjukkan yang bukan menjadi bakat dominan saya.

dari tes pertama, bakat-bakat terbawah yang menjadi perhatian saya itu:

27. Analytical mencari alasan dan sebab-sebab
- Dia tidak bisa menerima rumor kecuali fakta dan hanya fakta lah yang dapat diterimanya

well, kadang saya bisa percaya gosip juga sih...

- Orang yang berbakat Analytical selalu membutuhkan bukti. Manteranya adalah ” tunjukkan pada saya bagaimana yang anda nyatakan tersebut terdokumentasi dan bahwa itu benar!”

Tema Bakat ini merupakan salah satu bakat yang sering terdapat pada peran berikut: Analis, Periset (marketing, keuangan, kesehatan), Manajemen database, Editing, Managemen risiko, Akunting, Programmer.

ahahahahaha...*tertawa miris*

29. Arranger dapat mengorganisir akan tetapi juga memiliki kelenturan yang membantu pengaturannya
- selalu berusaha memikirkan kembali sesuatu. Slogan nya adalah “pasti ada jalan yang lebih baik dari itu !”
- Dia seorang koordinator. Berhadapan dengan situasi yang sulit yang melibatkan banyak faktor, dia senang mengatur semuanya, meluruskan dan meluruskannya lagi sampai dia merasa yakin bahwa dia telah mengaturnya dalam konfigurasi yang sangat produktif.

Tema Bakat ini merupakan salah satu bakat yang sering terdapat pada peran berikut: Supervisor, Manager, Event organizer, programmer

30. Self-assurance memiliki panduan dari dalam dirinya untuk mengatur dirinya sendiri
- Kepercayaan terhadap dirinya sendiri melebihi pandangan orang tentang dirinya, dia menentukan pilihan yang cocok baginya sendiri tanpa perlu pengakuan dari orang lain
- Lebih dari sekedar percaya-diri. Dia memiliki keyakinan bukan hanya dalam kemampuannya, tetapi juga dalam mengambil keputusan.

Tema Bakat ini merupakan salah satu bakat yang sering terdapat pada peran berikut: Dia akan sangat baik kalau diminta untuk membuat banyak keputusan seperti Leader, Sales, Legal atau Entrepreuner.

31. Activator dapat membuat sesuatunya terjadi dengan mengubah pikiran menjadi tindakan
- “Kapan saya dapat mulai ?”. Pertanyaan ini terus-menerus terlontar dalam hidupnya. Dia tidak sabar untuk bertindak.
- Berani mengambil tindakan walaupun informasinya belum cukup karena baginya salah adalah belajar

Tema Bakat ini merupakan salah satu bakat yang sering terdapat pada peran berikut: Usaha-usaha baru atau yang memerlukan perubahan besar, Entrepreuner, Sales.

untuk tes kedua, bakat-bakat diatas juga muncul sebagai bakat terbawah saya.
ya ampun...
jadi analis ga bakat, manajemen database juga engga, programmer dan entrepreneur disebut dua kali kalo ga bakat, hidup mau jadi apaa???

selain bakat-bakat itu, disebutin juga fungsi-fungsi apa yang cocok buat saya. tes pertama menyebutkan fungsi (pekerjaan) yang cocok buat saya:

1. Caring: Jururawat, perawat. hahahahahahaha...percaya ga sih...
2. Teaching: Guru, Dosen, Instruktur
3. Dispatching: Dispatcher -> orang yang memberangkatkan atau yang membolehkan trem atau mobil berangkat
4. HRD : Payroll, petugas pelatihan, petugas HRD.
5. Advising: Adviser, Konselor, Konsultan, Pembina, Penasehat, Psikolog. Nah, disini paradoksnya. Jadi konsultan kan harus punya daya analisis yang bagus. Padahal sebelumnya disebutkan kalo saya bakat dominannya bukan di analytical...hohoho...
6. Serving: Layanan Pelanggan, Awak Kapal, Housekeeping, Jurumasak, Operator Telepon, Petugas Katering, Petugas Kebersihan. kalo gitu, jadi ibu rumah tangga aja deh :P

di tes yang kedua, ada paradoks juga dengan tes pertama. kalo di tes pertama disebutkan jurumasak jadi fungsi yang cocok untuk saya, di tes kedua Cooking menjadi kelemahan, jadi saya ga bakat masak. seneng apa sedih nih? :|

di tes kedua, fungsi yang cocok untuk saya ada yang baru.

1. Leading democratic:
Pendengar yang hebat, pekerja tim, kolaborator, memberi pengaruh, menghargai pendapat orang mendapatkan komitmen melalui partisipasi, sesuai untuk membangun dukungan dan
konsensus.
2. Serving
3. Monitoring: Manajemen Konstruksi, Pengawas Proyek, Petugas Kontrol Operasi
4. Caring

yang beda itu advising dan teaching, di tes kedua, penilaian kedua fungsi itu rendah banget.

bakat itu bisa berubah ya?

sebenernya, tes-tes seperti ini pengukuran ke-valid-annya dari mana sih? pengisian kueisonernya juga belum tentu valid karena saat pengisian kadang muncul rasa bingung yang berpengaruh pada pemilihan jawaban. hasilnya pun, kadang ada yang berkebalikan.

dulu saya pernah berada di suatu forum yang melakukan simulasi perdebatan antara bakat dan hal yang bisa dilatih. ada kelompok yang pro dengan bakat dan ada yang pro dengan hal yang bisa dilatih. dalam simulasi itu, kedua kelompok juga bertukar peran, yang tadinya pro menjadi kontra. yang saya lihat dalam dua sesi perdebatan itu, dua kelompok bisa mempertahankan argumentasinya masing-masing. jadi, simulasi itu intinya kita hanya tinggal mengubah cara berpikir aja.

di SMA, saya juga punya teman yang jago banget gambar. saya tanya sama dia, "kok jago gambar sih?"
dia jawabnya simpel, "karena suka."
karena suka, dia terus menggambar dan akhirnya jago gambar.

jadi, apakah pekerjaan yang kita lakukan memang membutuhkan bakat?


home

0 komentar: