Sunday, February 03, 2008

persepolis

kemarin, saya baru nonton film animasi persepolis yang jadi salah satu nominasi oscar. pertamanya, agak-agak ga ngerti ceritanya gimana. setelah diperhatikan baik-baik, ternyata ceritanya itu tentang kehidupan seorang perempuan komunis yang hidup di iran ketika terjadi revolusi hingga perang antara irak dan iran. bagaimana dia menghabiskan masa kecilnya, kehidupan di luar iran (austria) ketika dia remaja, dan kembali lagi ke iran.

pada masa kecilnya, pemerintahan iran didemo oleh rakyatnya karena bersifat diktator. paman dari perempuan ini, yang seorang komunis juga, menggerakkan rakyat yang lain untuk menggulingkan pemerintahan iran sekarang. tapi pada akhirnya paman tersebut ditangkap dan dieksekusi. ga hanya pamannya, banyak orang lain yang dieksekusi karena pemberontakan itu.

yang saya perhatikan disini, iran itu negara islam sehingga pemerintah mengharuskan para perempuannya untuk memakai jilbab. meskipun keluarga perempuan ini komunis, ya harus pake jilbab juga. tapi yang dipakai hanya scarf yang menutup kepala seadanya. dan sepertinya ga hanya keluarga komunis itu aja, ada orang iran yang memang islam seperti itu juga. kehidupan masyarakat yang suka pesta-pesta, minum-minum, masih ada dan dilakukan sembunyi-sembunyi.

ngerasa aneh juga suatu film animasi mengangkat tema yang cukup berat kayak gini. dalam pikiran kan film animasi tuh ya untuk anak-anak dengan tema yang ringan-ringan. yang saya tangkep dari filmnya ini, betapa sulitnya untuk mengubah seseorang kalo keinginan perubahan itu ga dari dalam dirinya sendiri.

kayak yang terjadi baru-baru ini. di kampus sekarang ini udah ada fasilitas yang mengharuskan untuk perwalian online. tapi anehnya, di jurusan, masih aja ada yang ga memanfaatkan fasilitas perwalian online itu dengan sebagaimana mestinya. maksudnya, kan kita jurusan IT, mbok ya dipake fasilitasnya, malu dong ama jurusan lain. betul kan?

suatu sistem tidak akan berguna kalo orang-orang yang ada di dalam sistem itu ga mau beradaptasi dengan sistem yang ada.

home

0 komentar: