Monday, July 14, 2008

historical walk @ bandung

seringkali kita engga pernah singgah di tempat-tempat yang dikunjungi banyak orang meski kita sering melewati tempat itu. kayak yang tempat-tempat yang saya kunjungi ini...

bandung 0 kilometer. letaknya di jalan asia afrika, engga begitu jauh dari hotel preanger. setelah 19 tahun hidup di bandung(!), pertama kalinya saya menyentuh tanda bandung 0 kilometer. padahal udah ga tau berapa kali saya pernah lewat di depannya. emang sih, mungkin ga penting tapi nilai historisnya itu lho! tempat yang menjadi titik awal dibangunnya bandung hingga bisa seperti sekarang!

lanjut ke gedung merdeka yang didalamnya ada museum konferensi asia-afrika. sama juga kayak sebelumnya, udah sering banget lewat sini tapi rasanya saya ga pernah masuk.
ng...ada sih di ingatan kalau saya pernah masuk, tapi ga tau itu mimpi atau bukan. jelir


yak, sudah dapat dipastikan, ketua pemugaran gedung merdeka adalah orang sunda!!!
kamana atuh konPerensi...

so, masuklah ke dalam museum, daaaan...ga nyangka juga dalemnya kayak gitu. beda banget ama kondisi di luar gedung. kalo di luar sangat kental suasana oldies-nya, kalo di dalem, cukup modern. mungkin dipugar saat peringatan konferensi asia afrika beberapa tahun lalu. waktu masuk, saya dipersilakan untuk mengisi buku tamu dan nanya,
"bayar ga mbak?"
"oooh...engga..."

bageeuuuuuss...

ga terlalu banyak juga sih isi dalemnya, paling diorama, foto-foto, kursi, meja, kamera dan mesin tik yang dipakai dulu saat konferensi, dll. disini kita bisa dengar juga pidato bung karno saat konferensi itu:

"...kolonialisme mempunyai juga baju modern, dalam bentuk penguasaan ekonomi, penguasaan intelektual, penguasaan materi yang nyata, dilakukan oleh sekumpulan kecil orang-orang asing yang tinggal di tengah-tengah rakyat. ia merupakan musuh yang licin dan tabah, dan menyaru dengan berbagai cara. tidak gampang ia mau melepaskan mangsanya. dimana, bilamana, dan bagaimanapun ia muncul, kolonialisme adalah hal yang jahat yang harus dilenyapkan dari muka bumi..."

ternyata, dari dulu permasalahan di dunia ini ga berubah...

ga selesai sampai di situ saja, ternyata di bagian dalam gedung masih ada yang bisa diliat. di bagian dalam ini sepertinya dijaga sesuai kondisi aslinya. jadi waktu masuk, seperti perpindahan masa modern ke masa lampau. apalagi saya hanya sendiri waktu itu. engga ada orang lain di sekitar saya. seperti berpindah dimensi. halah...lebay! jelir

dan inilah tempat konferensi dilaksanakan...


agak-agak ga percaya disini pernah ada 29 negara yang bertemu demi kepentingan internasional.

and here i am..


duduk di barisan paling depan. berdoa semoga tertular kehebatan orang-orang dulu saat duduk di sini juga sengihnampakgigi (i just realized that my veil was printed by stars. blue stars, precisely. i thought it was flowers...)

tuh, bagi yang bertanya-tanya ttg foto saya. puas kah? puas kah wahai calon pengganti kimutaku? *tolooooong...saya dipaksa menuliskannyaaaa jelir*

selesai dari gedung merdeka, dilanjutkan ke penjara banceuy, tempatnya di jalan banceuy. nah, kalo yang ini saya bener-bener ga pernah notice ada sebuah penjara di sini. padahal penjara ini pernah didiami bapak proklamator kita! mungkin karena di sekitar penjara itu ada ruko-ruko yang ramai jadi seakan-akan penjara itu bagian dari ruko.

anehnya, bagian menara penjaga memang dibatasi oleh rantai tapi engga ada sama sekali keterangan bangunan itu bangunan apa. seakan-akan dilupakan begitu saja...

di penjara banceuy ini pernah mendekam soekarno sebelum diadili di pengadilan kolonial. di penjara ini pula, beliau membuat pledoinya yang terkenal di buku-buku sejarah sekolah, "Indonesia Menggugat". penjara itu sekarang hanya tersisa menara penjaga dan penjaranya.

menara penjaga

sebenernya di sekitar banceuy ada lagi yang mau saya liat, yaitu Sumur Bandung. Sumur yang katanya sampai sekarang masih ada airnya. tapi ga nemu euy. ada yang tau pastinya dimana?

next, perjalanan dilanjutkan ke jalan braga. mencari restoran yang kata google enak roti dan es krimnya, braga permai.

pesan cake lapis coklat (rp. 5500) dan eskrim (kalo ga salah rp. 20.000), namanya sengasengana. isinya terdiri dari sedikit sirup strawberry campur potongan-potongan strawberry (haseuuuuum), ditambah es krim 3 rasa: vanilla, strawberry, dan kopi (agak aneh juga rasa kopi, kayaknya lebih enak kalo rasa coklat), ditambah whip cream dan potongan strawberry lagi diatasnya.

udah? udah ngiler? ihikhik

mengenai rasa, saya ga terlalu puas. mungkin salah pesan es krim...

selesai dari sana, saya kira perjalanan hari ini selesai. ternyata tidak. saya baru ingat kalau di dekat situ ada gedung landraad atau yang sekarang berubah nama menjadi gedung Indonesia Menggugat. tempat soekarno membaca pledoinya itu.

ruang pengadilannya ternyata kecil. dan waktu itu, soekarno tidak sendiri tapi ada gatot mangkoepraja dan maskoen. umurnya ternyata masih muda-muda lho! paling tua itu gatot mangkoepraja sebagai sekretaris PNI, 31 tahun, soekarno, 24 tahun, sebagai ketua PNI, dan maskoen, 21 tahun, sebagai sekretaris PNI. umur semuda itu sudah bergerak dalam partai melawan kolonial belanda! memang keadaan juga sih yang mengharuskan seperti itu.

bagaimana dengan jej-jej semua?
berapa umur jej sekarang? hmmm?
udah ngapain aja jej selama ini? sengihnampakgigi

0 komentar: