Thursday, November 08, 2012

#13 balada Tiang dan Bonsai


Bonsai hidup di taman belakang rumah. setiap hari disayang manusia yang punya. tak pernah kekurangan satu apa pun. tapi ada satu keinginannya, melihat dunia luar. bukan hanya sepetak halaman belakang.

bertahun-tahun, Tiang berdiri tegap di belakang pagar rumah Bonsai. sudah tua, keropos dan banyak luka. karena tinggi badannya, Tiang bisa melihat hampir seluruh komplek.

hampir setiap hari Tiang dan Bonsai bertukar cerita. tentang apa yang dilihat satu sama lain. tentang binatang-binatang melata yang ada di kebun, tentang percakapan-percakapan yang terdengar. tentang kerlip lampu yang perlahan muncul di sore hari, tentang kendaraan-kendaraan yang beriring, tentang manusia-manusia yang berkerumun di pagi dan petang.

"seandainya aku jadi kamu, Yang. aku bisa melihat semuanya dengan jelas!"
"ceritaku tak cukup untukmu, Sai?"
"cerita hanya cerita, aku harus melihatnya sendiri!"

Tiang tersenyum. "dan bagaimana caranya?"
Bonsai terdiam. "aku pun tak tahu. jadi, ceritakan lebih banyak lagi apa yang kamu lihat kepadaku, Yang!"
lalu Tiang kembali bercerita kepada Bonsai hingga malam menjelang.

***

suatu pagi,

"Sai, kamu udah bangun?"
"udah, Yang. ada apa?"
"tadi malam, mengerikan sekali..."
"ada apa? ada apa?" Bonsai tiba-tiba begitu bersemangat mendengar Tiang. berharap ada cerita seru lain yang akan didengarkannya.
"apa kamu tak mendengar, Sai? mereka ribut sekali," ujar Tiang.
"tidak, aku tidur terlalu nyenyak tampaknya."
"tadi malam, ada gerombolan anak muda yang kebut-kebutan. hampir saja aku tertabrak..."
Bonsai tercengang. "benarkah? apa mereka berbahaya, Yang?"
Tiang terdiam sebentar, "semoga saja mereka tidak kembali lagi malam ini."

Bonsai ikut terdiam. dan berdoa.

***

"BRAAAK! DAAANGGG!!"

sunyi malam pecah dengan suara hentakan keras. Bonsai terbangun, bingung mencari asal suara.

"AARGH.."

"Tiang!" Bonsai terkejut melihat Tiang, badan Tiang miring dan memendek!

Tiang hanya bisa merintih.

"Tiang! apa yang terjadi? mengapa badanmu begitu??"

"a..ku...di..tabrak..." susah payah Tiang menjawab Bonsai.

Bonsai panik, tak tahu apa yang harus ia lakukan. ingin ia hampiri Tiang dan membantunya, tapi tak bisa.

"Sai..."

terlihat kepulan asap muncul disekitar Tiang. suara-suara manusia bersahutan di sekitar Tiang.

"Tiaaaang!" suara Bonsai memarau.

pelan-pelan badan Tiang kian merunduk. merunduk. merunduk.

"Sai..."

"TIAAAAAANG...KAMU HARUS BERTAHAAN!" teriak Bonsai sekuat tenaga.

kini, Bonsai tak bisa lagi melihat Tiang.

kepulan asap semakin pekat. manusia-manusia semakin riuh.

"TIAAAAAAAAAAANG...!"

Bonsai meraung. semua seperti film bisu yang berjalan lambat.

hanya sesak terasa.

*****************************************************

bikin apaaa gw ini =))
seharusnya dengan nama seperti tiang dan bonsai, gw bikin cerita komedi...

2 komentar:

Zakka Fauzan Muhammad said...

ckckckc... terus udah aja selesai?

Rani said...

udah selesai :p