Wednesday, January 22, 2014

book review: Hatta


*spoiler alert!*
Beberapa waktu lalu sempat punya keinginan buat cari buku biografi Bung Hatta, eh taunya ada yang nerbitin buku ini. Subjudulnya memang sebuah novel, tapi tetap dipastikan peristiwa-peristiwa sejarah penting tertulis sebenar-benarnya.

Rasanya selama belajar sejarah di sekolah, jarang menonjolkan perjuangan Bung Hatta, Bung Karno punya porsi yang lebih. Atau mungkin gw aja yg lupa :P Anyway, bukunya enak buat dibaca karena cara penulisannya memang seperti novel, cerita dengan dialog-dialog yang mengalir.

Biografi ini dimulai dari Bung Hatta kecil hingga masa-masa pensiunnya dari pemerintahan. Satu sikap yang konsisten dari Bung Hatta adalah mendahulukan kepentingan rakyat dibanding kepentingan sendiri. Bung Hatta memilih untuk menunda menikah hingga Indonesia mencapai kemerdekaannya. Bung Hatta menolak bantuan apapun yang bukan haknya meski keluarganya kekurangan. Idealis, sederhana, dan penggila buku. Beliau membawa 16 (enam belas) peti berisi buku-bukunya ketika dibuang ke Digul! Mahar pernikahannya pun sebuah buku karangannya.

Yang menarik lagi, di buku ini banyak diceritakan tentang Bung Sjahrir. Rasanya Bung Sjahrir ini hanya sesekali disebut-sebut di buku sejarah sekolah. Again, mungkin gw lupa :P. Tapi gw inget, waktu baca di buku sejarah, Bung Sjahrir jadi perdana menteri Indonesia dan gw terheran-heran, siapa nih? Ternyata Bung Sjahrir punya sejarah yang panjang dengan Bung Hatta maupun Bung Karno. Bersama berjuang sejak di Perhimpunan Indonesia di Belanda hingga kemerdekaan.

Sayang, rasanya ada yang kurang sreg dengan alur cerita. Ada lompatan cerita yang kentara di tengah-tengah, menurut gw. Tapi mungkin di rentang lompatan tersebut, tidak ada cerita yang cukup menarik untuk diceritakan. Mungkin.

Dan saat gw terkagum-kagum dengan cerita novelnya, gw pun bertanya-tanya, selain peristiwa-peristiwa sejarah penting, apakah semua ceritanya benar? yang mana yang benar-benar terjadi dan yang mana karangan penulis?

Semoga cerita penulis ini mendekati kebenaran realitanya. 

0 komentar: