Thursday, June 12, 2014

#18 Putri Tidur

Sang Putri masih tertidur dgn lelapnya. Hanya suara dan gerakan nafasnya yang meyakinkan para kurcaci kalau sang Putri masih hidup.

"Pangeran datang! Pangeran datang!" Kurcaci bungsu berseru dari depan pintu. Pangeran masuk ke dalam kamar sang Putri. Tak besar tapi cukup untuk tempat tidur sang Putri dan beberapa kurcaci yang menemani.

Kurcaci bungsu mendorong tubuh Pangeran mendekat ke pinggir tempat tidur. Kakek kurcaci menatapnya dengan lembut, "Pangeran, syukurlah sudah datang. Putri sudah tertidur cukup lama."

Pangeran menelan ludahnya. Semua kurcaci menatapnya dengan penuh harap. Kakek kurcaci mengisyaratkan Pangeran untuk melakukan tugasnya. Kurcaci-kurcaci di kamar terdiam menunggu Pangeran bergerak. Hanya Kurcaci bungsu yang melompat-lompat begitu bersemangat. Sebentar lagi aku bisa bermain dengan Putri! Begitu pikirnya.

Pangeran menelan ludahnya kembali. Ia duduk di pinggir tempat tidur dan menatap wajah sang Putri. Putri tetap cantik ketika tidur, ujarnya dalam hati. Lalu ia mengalih pandangan ke bibir sang Putri. Ini saatnya.

Pelan Pangeran menunduk, memejamkan matanya dan mencium bibir sang Putri dengan lembut. Pangeran menjauhkan wajahnya dari sang Putri. Kini, Pangeran dan semua kurcaci menunggu.

Tiba-tiba mata sang Putri terbuka perlahan.  Semua kurcaci bersorak. Pangeran menghela napas lega. Putri tersenyum melihat kurcaci-kurcaci kesayangannya. Terlebih ketika melihat Pangeran. Ia mencoba meraih lengan Pangeran dan...

PLOP!

Sorak sorai terhenti seketika. Semua pasang mata terbelalak.

GROOK!

"PUTRI???" Sorak sorai berubah histeria. Aduhai, sang Putri berubah menjadi kodok!

Wajah Pangeran menegang. Ternyata kutukan itu masih ada!

2 komentar:

Ginny Laura said...
This comment has been removed by a blog administrator.
chyntia chaniago said...
This comment has been removed by a blog administrator.