Thursday, August 03, 2017

S3 ASI

Alhamdulillah di bulan Juli kemarin genap dua tahun saya menyusui K. Kalau melihat awal perjalanan menyusui, saya tidak menyangka akan sampai garis finis terakhir. Setelah melahirkan, saya bukan termasuk yang berASI banyak. Berbekal dorongan dokter untuk terus menyusui dan menghitung kecukupan ASI pada K (minimal BAK lebih dari 6 kali sehari, pup lancar, tidak ada tanda dehidrasi, dll) saya coba untuk menyusui dan menghiraukan selentingan-selentingan yang ada.


Dengan kondisi yang seperti ini, saya mencoba untuk realistis: OK, mari pasang target sampai ASI eksklusif. Alhamdulillah tercapai walau sempat umur 5 bulan hasil perahan defisit karena jam perah yang kacau dan mulai haid lagi. Deg-degan juga, tapi alhamdulillah stok cadangan masih mencukupi.

Masuk MPASI, produksi ASI masih ada dan porsi minum ASIP jg mulai berkurang. Hasil perahan yang tadinya defisit akhirnya sedikit-sedikit mulai surplus.

Di masa menyusui ini saya juga coba macam-macam booster ASI. Memang sih kata konselor laktasi booster ASI itu sebenarnya tidak perlu/tidak ada, tapi tidak ada salahnya mencoba kan?

Coba susu kedelai Mamasoya, tidak suka dan tidak enak. Huek.
Coba coklat Hijrah, dari sekotak yang mahal itu bagi-bagi sama ibu-ibu perah lain. Hahaha. Coklatnya enak sih tapi karena cobanya sedikit jadi tidak terlihat penambahan ASInya.
Coba susu almond, sampai beberapa merek, enak enak enak. Tapi rasanya ga terlalu kentara juga penambahan ASInya. Harus benar-benar rutin sih konsumsinya ya. Kalau saya coba sekali-sekali doang. Hahaha.
Coba kurma, kukis herbal, tidak ada yang mempengaruhi secara signifikan pada ASI. Sigh. Terima saja kenyataan yang segini saja ASInya.

 

Satu tahun lewat. Alhamdulillah masih mengASIhi. Satu setengah tahun lewat. Hasil perahan mulai berkurang sangat. Yang tadinya sekali perah 100ml, jadi 80ml, lalu 60ml, lalu 30ml. Sedih. Ditambah melihat teman-teman pemerah lain yang banyak sekali hasil perahannya, tambah sedih. Saya sampai sengaja tutup-tutupin hasil perahan saya. Hahaha. Tapi memang sih yang lain anak-anaknya lebih muda dibanding K. *menghibur diri*


Tiap ibu menyusui punya perjuangannya masing-masing. Kondisi lingkungan yang kondusif baik di keluarga dan di kantor sangat membantu keberhasilan menyusui sampai dua tahun ini. Dari ASI yang tidak banyak ini semoga sudah memenuhi haknya K. 

Untuk ibu-ibu yang masih menyusui, tetap semangat! You can do it!

0 komentar: