Sunday, February 10, 2019

Kanal Olahraga Pilihan

Salah satu resolusi tahun 2018 dan dilanjutkan di tahun 2019 adalah rutin olahraga. Senam di rumah dengan Youtube salah satu hal yang paling mudah dilakukan. Tinggal cari kanalnya, pilih video, siapin matras, langsung gerak deh. Kalau dicari, pilihan kanal olahraga di Youtube banyak sekali. Kanal Youtube yang biasa saya dipakai:

1. Fitness Blender
Video-videonya bervariasi, dengan intensitas rendah (low impact) dan tinggi (high impact), dan durasi waktu dari 15 menit sampai 1 jam. Tinggal dipilih sesuai kebutuhan. Setiap video sudah mencakup gerakan pemanasan, inti, dan pendinginan.

2. Popsugar Fitness
Kanal ini mirip dengan Fitness Blender, tapi yang saya rasakan rata-rata intensitasnya lumayan tinggi meskipun di videonya disebut intensitas rendah. Perbedaan dengan Fitness Blender, biasanya di tiap video minimal ada 3 orang. Satu orang instruktur, satu orang untuk gerakan dengan intensitas lebih rendah dari instruktur, dan satu lagi untuk gerakan yang lebih advance, yang mau intensitas yang lebih tinggi. Tinggal dipilih sesuai kemampuan.

3. Be Fit
Be Fit memiliki variasi video senam yang lebih banyak, mulai dari yoga, pilates, tai chi, sampai senam kehamilan. Tidak hanya video olahraga, di kanal ini juga menyediakan tips dan trik tentang olahraga dan kesehatan. Bisa sekalian ditonton saat istirahat setelah berolahraga.

Dengan kemudahan akses untuk berolahraga di rumah, seharusnya bisa jadi motivasi kuat untuk rutin berolahraga. Hasilnya terasa sekali, badan lebih segar dan engga mudah jatuh sakit. Yuk!

Sunday, January 27, 2019

Highlight 2018


Sudah masuk tahun 2019! 
Saatnya flashback, saya di tahun 2018 udah ngapain aja ya?

1. Rutin olahraga
Sejak akhir tahun 2017, saya mulai berolah raga secara rutin. Ikut kelas Muaythai di klub dekat rumah setidaknya bisa memaksa diri saya untuk olah raga seminggu sekali. Di kantor juga ada kegiatan olah raga baru yang menarik seperti Zumba, Yogalates, dan Panahan. Ditambah dengan aerobik di rumah pakai Youtube, jadwal olah raga saya jadi seru sekali.

2. Akhirnya perpanjang paspor
Setelah ditunda-tunda sekian lama karena kurang motivasi, akhirnya muncul juga motivasinya karena mau liburan. Hehe. Pengalaman perpanjang paspor ada di sini.

3. Liburan liburan liburan!
Terakhir kali liburan yang jauh itu waktu bulan madu tahun 2014. Secara sadar, memilih mau liburan yang jauh atau engga, dipengaruhi anak juga. Apa anak bisa menikmatinya juga? Apa ada hal menarik yang bisa diingat nantinya? Berhubung sekarang anak sudah masuk 3 tahun, di tahun 2018 akhirnya kami coba liburan yang jauh. Gak tanggung-tanggung, bolak-balik naik pesawat sampai 3 kali. Hahaha. Entah deh tahun ini bakal liburan apa engga. 

4. Konsisten nulis artikel setiap bulan untuk IP Tangsel
Di tahun 2018 saya challenge diri sendiri untuk jadi kontributor artikel di WA grup IP Tangsel. Konsistensi memang jadi masalah utama saya selama ini. Inginnya dengan ikut jadi kontributor, bisa memaksa diri saya supaya konsisten nulis setiap bulan. Jadi jangan heran kalau tulisan-tulisan tahun 2018 banyak yang seperti artikel. Hehehe.
Yang terasa paling sulit saat jadi kontributor adalah mencari ide. Saya banyak belajar bagaimana cari ide untuk nulis dan bagaimana mencari point of view lain dari suatu topik.

5. Flashes of Life dan 1 buku IP Kejar Menulis
Alhamdulillah di tahun 2018 saya bisa menerbitkan buku lagiii. Yah, meskipun masih antologi bersama teman-teman, but hey, progress is progress! 
Ada satu buku lagi bersama teman-teman Kejar Menulis IP Tangsel yang sedang dalam proses pencetakan. Can't wait!

6. Basic skincare routine
Setelah perjalanan panjang, sepertinya saya sudah menemukan basic skincare routine yang cocok. Yeay!
Mungkin terlihat sepele ya, tapi saya rasa sekarang wajah ini dalam kondisi yang paling bagus sepanjang hidup saya. PR masalahnya masih banyak sih (noda jerawat, bruntusan, etc) tapi sebelum coba-coba produk yang lain, sebaiknya punya basic skincare yang cocok supaya kalau ada break out, I know how to handle it. Well, the journey finding this routine will be in another post. Stay tune!

Not a bad year, eh? Bye, 2018! Be good, 2019!

Tuesday, December 18, 2018

Hobi Koleksi, Apa Motifnya?

Bicara tentang hobi, ada jenis hobi yang biasanya berhubungan dengan kegiatan mengumpulkan barang atau mengkoleksi, misalnya koleksi perangko, koleksi boneka, koleksi buku, koleksi baju atau sepatu. Ternyata kegiatan koleksi barang ini bukan hanya masalah kepuasan saja, motif kegiatan mengumpulkan ini bisa menunjukkan kondisi kejiwaan sang kolektor.

1. Mencari kenyamanan
Orang yang senang koleksi barang, bisa jadi dia mencari kenyamanan dengan memiliki banyak barang. Koleksinya membantu mengurangi kecemasan tentang kehilangan atau untuk menjaga masa lalu untuk tetap ada di masa sekarang. Contohnya untuk orang yang senang mengumpulkan barang antik atau barang-barang era tertentu yang ia sukai.

2. Menjaga eksistensi
Dengan mengkoleksi barang-barang, kolektor seakan-akan memiliki "warisan". Warisan ini yang menjadi identitas kolektor yang akan terus ada setelah ia mati.

3. Menjadi daya tarik
Kalau ini, kolektor memiliki tujuan spesifik dalam koleksinya untuk menjadi daya tarik terhadap lawan jenis. Artinya kolektor kurang percaya diri atas dirinya sendiri, jadi dia butuh barang sebagai pelengkap daya tarik.

4. Mencari sensasi
Ada sensasi tersendiri ketika mendapatkan hasil perburuan barang yang diincar. Apalagi kalau sudah bertahun-tahun mencari barang tersebut. Atau mungkin kalau di zaman sekarang, cari barangnya waktu flash sale! Kepuasan saat mendapatkan barang menjadi tinggi.

Dalam seorang kolektor, motif-motif ini bisa jadi ada semuanya, bisa juga tidak. Kalau teman-teman hobi koleksi apa? Kira-kira apa motif terselubungnya? ;)

Wednesday, November 28, 2018

Tiga Tahun Menjalani Peran Ibu Pekerja

Tiga tahun menjalani peran ibu pekerja di ranah publik, saya sadar peran yang saya lakukan masih jauh dari sempurna. Jauuh sekali. Alhamdulillah saya masih diberi rezeki asisten yang membantu menjaga anak di rumah dan suami yang selalu mendukung. Tetapi meskipun support system sudah cukup, kadang ada saja yang membuat hari-hari berantakan. Memang enggak mudah, tapi harus dijalani sebaik-baiknya. Beberapa hal ini yang saya pegang dalam menjalani peran saya sekarang.

Prioritas
Salah satu obrolan dengan teman-teman 'seperjuangan' menyadarkan saya tentang pentingnya prioritas dalam menjalani peran sebagai ibu dan istri Terutama prioritas dalam memastikan kebutuhan yang terpenting terpenuhi, untuk anak maupun suami. Main dengan anak atau cuci piring? Belanja ke pasar atau buat artikel? Pilih prioritas yang dianggap lebih tinggi dan lakukan. Untuk yang prioritas paling rendah, bisa ditunda. Jangan terlalu dipikirkan apa yang belum dikerjakan karena prioritasnya rendah. Lemesin aja shaayy.

Don't be too hard on yourself
Kadang ada hari yang semua tampak berjalan begitu kacau. Ada meeting di kantor tapi anak sakit, makanan enggak ada, dan rumah berantakan. Rasanya seperti orang paling gagal di dunia.

Kalau sudah begini, yang pertama saya lakukan adalah sadarkan diri sendiri kalau hidup ini enggak ada yang sempurna. Pasti ada naik turunnya. Kalau lihat hidup orang lain yang sempurna di media sosial, yakin mereka pun pasti pernah mengalami hal seperti ini. I'm not perfect, nobody is perfect. Hadapi saja tantangan yang muncul sebaik-baiknya.

"Good for you, not for me."
Ini adalah kutipan dari buku otobiografi Amy Poehler, seorang aktris komedian. Di sini Poehler mengambil sikap untuk agree to disagree tentang hal yang bertentangan dengan value dirinya. 
Kutipan ini selalu saya ingat kalau ada yang ada yang judge atau nyinyir dengan peran yang saya lakukan sekarang. Saya yang tahu bagaimana kondisi diri saya sendiri. Apa yang membuat saya bahagia? Apa yang mampu saya lakukan? Dari pertanyaan ini pastinya semua orang memiliki jawaban yang berbeda-beda. Tidak mungkin semua akan memiliki pilihan yang sama. Kalau ada yang berbeda pilihan dengan saya tetapi tidak sesuai dengan kondisi saya sendiri, ya biarkanlah mereka menjalankan pilihan mereka sendiri. Good for you, but not for me.

Bagaimana dengan ibu-ibu yang lain? Ada tips dalam menjalankan peran sekarang? 

Friday, October 05, 2018

Skin care on a budget


Setelah terjun ke dunia skin care dalam beberapa tahun ini, ternyata skin care ini sama ratjunnya seperti hal-hal syahwat lainnya, bikin kantong bolong! #sobatmisqueen. Seperti pada ratjun-ratjun lainnya, produk skin care juga memiliki range harga yang beragam. Apalagi ada rupa, ada harga. Semakin mahal skin care, semakin kelihatan hasilnya. Kalau kalap, bisa-bisa budget yang lain juga kemakan *ups*But worry not, berdasarkan pengalaman yang masih seuprit ini, ada tips dan trik yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan dompet #sobatmisqueen!

1. Urut produk dari harga terendah ke tertinggi
Trik ini perlu usaha yang cukup besar untuk survei harga produk-produk incaran. Dari produk lokal atau luar, produk yang dijual bebas di toko atau tempat tertentu, produk organik, dan lain-lain. Kita bisa buat daftar produk yang ingin kita gunakan dan urutkan harganya mulai dari yang terendah. Dengan harapan kalau produk dengan harga yang rendah kulit kita sudah cocok, berarti alhamdulillah, dompet lebih aman. :D

2. Sample/mini size/travel size/trial kit is your best friend!
Sekarang banyak sekali dijual skin care berukuran kecil cimit-cimit. Skin care berukuran kecil ini cocok sekali kalau kita ingin coba-coba dulu. Kalau cocok, bisa beli ukuran aslinya atau kalau mau beli yang kecil terus, engga ada yang melarang juga kok! :D

3. DIY Sheetmask
Kalau sudah pakai sheetmask, jangan langsung buang sisa essence-nya. Ada beberapa sheetmask yang saking banyak sisa essence-nya, bisa digunakan untuk sheetmask kedua. Cara pertama, untuk sheetmask kedua bisa menggunakan compressed sheetmask yang dibeli sendiri (saya beli di Minis*) dan dicampur dengan sisa essence. Kalau sisa essence terlalu sedikit, saya kadang tambahkan hydrating toner supaya agak banyak cairan yang diserap sheetmask dan lebih nempel di wajah. Cara kedua, kalau kehabisan sheetmask, saatnya pakai Chizu Saeki Method (CSM)! Pakai kapas yang dituangkan essence (dan toner, kalau kurang) dan ditempelkan ke bagian-bagian wajah, seperti pipi, kening, dagu, atau bagian lain yang bermasalah.

4. Preloved
Selain jualan preloved baju, sekarang banyak juga yang menjual preloved skin care. Kebanyakan alasan utama skin care tersebut dijual ya karena setelah dicoba pakai engga cocok di wajah. Kesempatan emas untuk membeli produk incaran dengan harga yang murah! Saat beli preloved skin care ini perlu diperhatikan tanggal kadaluarsa dan higienitas produk. Kalau preloved skin care saya lebih memilih untuk produk dengan kemasan botol atau pump karena higienitasnya bisa lebih terjaga dibanding produk dengan jar.

5. Share in Jar/Bottle
Yang marak dalam dunia per-skin care-an saat ini adalah sharing skin care di botol atau kontainer kecil. Cocok untuk produk-produk yang belum ada sample atau mini size-nya. Jenis ukuran botol atau kontainer juga banyak, bisa disesuaikan dengan budget dan keinginan. Perlu dipastikan juga higienitas dari kontainernya, pilih penjual yang juga perhatian terhadap hal ini.

6. Modis
Alias modal diskon! Kalau yang ini harus selalu sigap dalam mencari info-info diskon produk yang kita incar. Ikuti akun-akun sosial media produk dan toko-toko online supaya engga ketinggalan informasinya.

Engga susah kan untuk menyelamatkan dompet dari keratjunan skin care ini? Siapkan budgetnya dan selamat berburu skin care! :)