Sunday, November 21, 2004

bird

A few months ago, someone gave a bird to my father. Took it to our house.
Pertama datang, burungnya berkicau terus. Jam 2 atau 3 pagi masih berkicau. Kakak gw aja ampe kesel. Berhari-hari berkicau terus sampai suatu hari dia ga berkicau lagi. Diem. Keluarga gw pada bingung. Dipancing-pancing, ga mau berkicau juga. Kan aneh punya burung tapi burungnya ga berkicau. Mungkin sakit, katanya. Masa' sih?

Belakangan, kadang-kadang burungnya berkicau tapi cuma bentar. Beberapa hari kemarin, gw liat, dia begitu hiperaktif di kandangnya. Jumping up and down. I told my father, "Maybe it wants to fly". My father agreed with me but the bird was still in its cage. A few days later, yesterday precisely, it was dead.

Walaupun bukan punya gw, gw sedih. Kenapa mati? Makanan dikasih, minumnya juga diganti kok. Poor bird. Keluarga gw ga tau jenisnya apa bahkan ga ngasih dia nama! How cruel we are.

Bye bye bird. Sorry.

Tuesday, November 16, 2004

Idul Fitri

Liburan sekarang, gw ada tugas untuk bikin tulisan ttg memaknai idul fitri. Setelah gw lirik-lirik, gw tengok-tengok *kayak mau nyebrang jalan aja*, gw tilik-tilik, kok jadi sedih sendiri ya?

Waktu itu, gw ke Bogor. Malem takbiran tuh. Lewat jembatan merah, ruamueeeee buanguet! Orang-orang tumpah ruah ke jalan. Jalan yang biasanya dua jalur untuk mobil, jadi satu jalur mobil dan satu jalur buat pejalan kaki. Itu pun udah desak-desakan. Pokoknya lautan manusia deh! Gw ama keluarga gw yg ada di mobil sampai terheran-heran.

"Ya ampun..ada apaan nih??"
"Kan malem takbiran..."

Gw mikir, apa iya semuanya yang ada disitu niatnya malem takbiran? Gak mungkin! Masa iya malem takbiran dua-duaan, pegang-pegangan? o.O Nangkring-nangkring di tengan jalan(!). Gak jelas banget.

Sedih ngeliat pemandangan kayak gitu. Jadi apa makna idul fitri ini? Memang dirayakan tapi apa dirayakan dengan cara seperti ini?

Di tipi juga. Semuanya disulap jadi "spesial lebaran" or "spesial idul fitri" (tapi gw yakin, nasi goreng tetep "spesial pake telor" =P). Ada juga yang maksa, "Dugem spesial idul fitri". Whaaattt??? Ga banget, deh.
"Bebas mau makan apa aja. Kan udah lebaran."
Jadi, idul fitri ini hari pembebasan kita dari kekangan tidak boleh makan dan minum?
Hari saat kita bersilaturahmi (silaturahim?) dengan keluarga yang lain?
Apa hari-hari lain kita gak silaturahmi ke keluarga yang lain?
Hari saat kita maaf-maafan dengan temen-temen dan keluarga?
Apa hari-hari lain kita gak perlu maaf-maafan?

Idul fitri lebih dari itu. Bukan sekedar maaf-maafan, silaturahmi, dan bikin kue.

Taqabalallahu minna wa minkum. Taqabal ya kariim.

ps: Apa hari menjelang idul fitri itu hari-hari saat penuh obral dan diskon? Kenapa hari-hari lain enggaaaaaa????? (T_T)

Wednesday, November 10, 2004

(r)Evolution (what???)

Wuaaahhhhh....it's 01.09 am and i'm still wake up!! Ha..ha..ha...I have changed the layout of my blog. Not bad, eh? Love the 'malaikatmaut' (?). Actually, it's quite annoying because the 'malaikatmaut' timpa-menimpa! =P. Urgh...and i can't add comments here. For god's sake, where's my comments???

God, i'm tired..my eyes..uh, no...

Monday, November 08, 2004

Nulis!

Menulis. Apa sih susahnya menulis? *susaaahh..* Tuliskan saja apa yang ada dikepalamu! Curahkan apa yang ada dalam hatimu! Apa susahnya?

Menulis membuat orang peka kepada lingkungannya. Membuat orang lebih memperhatikan apa yang terjadi di sekelilingnya. Apa yang ditulis dipengaruhi oleh peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kehidupan (seseorang). Bahan tulisan tak ada lain berasal dari peristiwa-peristiwa yang terjadi atau mungkin ingin terjadi. Imajinasi. Fiksi.

Eksplorasi. Eksplorasi lebih jauh. Lebih dalam. Kembangkan. Tulis.

Untuk sebagian orang menulis mungkin merupakan pekerjaan yang sulit. Kertas sudah di hadapan mata, pena sudah di tangan. Atau kursor komputer sudah berkedip-kedip. Menunggu. Menertawakan. Cih. Tapi, apa yang terjadi? Kosong. Kertas tetap putih (kalau memakai kertas putih) dan layar tetap bersih.

Untuk sebagian yang lain, menulis adalah kehidupannya. Tiada hari dilewatkan tanpa menulis. Menulis dengan lancar, bebas, tanpa hambatan (jalan tol, kali). Bahkan jika sehari tidak menulis, orang itu bisa sakit atau mungkin kepalanya bisa meledak karena isi kepalanya tidak dicurahkan (?).

Jadi, apa penyebab perbedaan yang mencolok itu?

Sebenarnya, gw juga ga tau.

Ramadhan kali ini...

Ramadhan kali ini kerasa banget bedanya dibandingkan ramadhan-ramadhan sebelumnya. Gak kerasa kalo sekarang itu bulan ramadhan. Mungkin karena sekarang gw kuliah dan dalam kuliah kan gak ada perubahan jadwal kayak SMA. Jadinya, kayak hari-hari biasa aja. Berlalu begitu saja. Hiks...

Ramadhan kali ini sepertinya banyaaaaakkk banget ujiannya. Yang paling terasa tuh ujian kesabaran. Begitu banyak peristiwa yang bikin gw kesel dan pengen marah-marah. Salah satunya: akses internet kampus gw yang enggak berfungsi dari dulu. Padahal temen-temen gw, yang barengan daftar ama gw, udah pada bisa semuanya. Bahkan yang daftar sesudah gw, udah bisa akses internet! Gimana gak kesel? Gw udah coba hubungi adminnya. Terus, user id ama passwordnya udah direset, diganti yang baru, masih belum bisa juga. Dua kali di reset belum bisa juga!! Gw udah kesel, gondok, sebel. Seharusnya gw gak kesel, gondok, sebel soalnya gw puasa. Seharusnya...seharusnya..seharusnya akses gw berfungsi!!!

Belum lagi tugas kuliah ama osjur yang datang bertubi-tubi. Oh, nooooo...seperti gak ada habis-habisnyaaaa...Gw bersyukur sekarang gw udah libur. Akhirnya gw bisa beristirahat sejenak...

Friday, November 05, 2004

suka nih...

akan datang hari
mulut dikunci
kata
tak ada
lagi

akan tiba masa
tak ada suara
dari
mulut kita...

berkata
tangan kita
entah apa yang di
lakukannya..

berkata
kaki kita
kemana saja
dilangkahkan..nya..