Monday, October 31, 2005

stress pagi hari

"kurangi kecepatan!"
"injek gasnya!"
"kalo belok pelan-pelan!!"

"spion! spion! liat kaca spion! kaca spion itu penting! udah dibilangin berapa kali!"
"rem! rem! remnya injek dong!"
"angkat koplingnya pelan-pelan!"
"mana lampu sen kamu?"
"belokin dulu stirnya baru injek gas!"
"rem tangan jangan dilepas dulu, nanti mundur!"
"kamu ga bisa seenaknya! ini meyangkut nyawa orang lain!"
"logika! logika kamu dong dijalanin!"
"udah jelas dia ke tengah, kamunya minggir dong!"
"kamu itu belum pas kanan-kirinya, pelan dong!"
"mobilnya udah mendengung, ganti dong giginya! masa gigi satu terus!"
"cepet pindahin kakinya dari rem ke gas! cekatan! kamu harus cekatan!"

::sigh::

gw cuma mau bilang, "ibu, shaum!"


<< home

Saturday, October 29, 2005

ingin istirahat tapi...

"Lagi sibuk ga?"
"Kenapa emangnya?"
"Lagi ga ada kerjaan kan?"
"Ada apa sih?"
"Mau jadi sekretaris buat FTI Fun Day?"
"Ha?"

Begitulah sepotong pembicaraan yang terjadi beberapa hari yang lalu. Kaget sih, kok tiba-tiba ditawarin jadi sekretaris. Acaranya cukup besar lagi. Satu fakultas. Gw jawab, pikir-pikir dulu. Bukan apa-apa tapi rasanya diri gw ini butuh istirahat. Ada pekikan "enough!" yang menggema ketika tawaran itu datang. Sejak liburan, begitu banyak kepanitiaan yang udah gw ikutin. Ibu gw udah ngomel-ngomel karena gw hampir tiap hari keluar rumah. Rapat, rapat, rapat. Ok, it's time to take a break. Hanya ingin istirahat sejenak untuk bernapas. Boleh kan?

Waktu gw memutuskan untuk tidak menerima tawaran itu dan ngomong ke yang nawarin tiba-tiba...

malah nyesel :(

nyesel karena hilang satu pengalaman berharga yang akan gw dapet.
nyesel karena selama ini gw belum pernah jadi sekretaris :P

i hate this feeling.


<< home

Friday, October 14, 2005

hanya merenung...

berbagai rasa bercampur aduk dalam dadanya
senang tentu
tapi ada yang lain mendominasi

"saat-saat seperti ini malah...."

dadanya tertohok

nalurinya memekik!


<< home

Tuesday, October 04, 2005

untitled

gw tau, hidup gw sekarang termasuk hidup enak. terlepas dari semua hal-hal menyedihkan yang menimpa (T_T), gw termasuk orang yang beruntung bisa hidup seperti ini. begitu banyak hal yang bisa gw syukuri karena engga semua orang bisa hidup seperti gw.

tapi, dalam pikiran gw selalu terbersit bahwa hidup gw ga akan selamanya seperti ini. semua yang ada pada gw saat ini, bisa hilang kapan saja. yang terpikir sih, waktu itu akan datang kalau gw nikah nanti (bwahahahahaha...). seperti percakapan yang pernah terjadi,
"nikmatilah hidup kamu sekarang!" kata ibu
"ha? emang kenapa?"
"dulu ibu kayak kamu, ga mikir macem-macem. cuma sekolah aja. minta duit bisa langsung dikasih. tapi, sejak menikah, mulai mikirin macem-macem! listriklah, makanlah, biaya sekolah kamu lah...jadi nyesel."
"ha? nyesel apanya?"
"nyesel nikahnya lah!"

meskipun terkaget-kaget..tapi teuteup..gw tertawa..hahahahaha..

dan ibu bingung kenapa gw ketawa.

Sunday, October 02, 2005

eksis!

percakapan suatu pagi...

"trus..penutupannya di PlaWid."
"di PlaWid?"
"iya. biar eksis!"
"segitunya..."
"lho...emang kamu ga butuh eksis?"
"engga."

ha! impossible ga butuh eksis. maksudnya, ga mungkin ga butuh eksistensi. kita bisa berbicara dengan orang karena kita 'dianggap' eksis ama orang lain kan? kalau kita tidak eksis, bagaimana caranya orang lain berinteraksi dengan kita? kita kan tidak eksis. kita hanya penampakan. hiii...

tapi, ada lho, temen gw yang 'sepertinya' berusaha untuk tidak mengeksiskan dirinya. tidak tertulis nomor telponnya di database, meskipun dia punya telpon. tidak ikut foto angkatan. tidak ikut osjur. tidak membeli baju kelas. yang gw liat, dia hampir tidak pernah beinteraksi dengan orang lain, meskipun teman seangkatan. hanya seperlunya saja.

bukan, bukan maksud gw untuk menjelek-jelekkan temen gw itu. hidup itu kan pilihan. dia mau bersikap seperti itu, itu pilihan dia. gw menghormatinya. hanya, gw menyayangkan pilihannya itu. hidup ini terlalu indah untuk dijalani hanya seperti 'itu' saja. banyak hal yang bisa dilakukan bersama-sama dengan yang lain. engga harus sendirian. mungkin memang ada alasan yang tersendiri sampai dia memilih seperti itu.

back to eksistensi tadi. entah kenapa, akhir-akhir ini sering diucapkan kata itu. eksis! dikit-dikit eksis! dikit-dikit eksis! mulai dari yang penting, sampai ke yang ga penting. punya baju divisi, artinya divisi tersebut eksis! organisasi punya pin, eksis! nulis nama doang di buku tamu, eksis! sebegitu besarnya kebutuhan akan eksistensi...

tapi harus hati-hati juga dalam pengungkapan eksistensi. bisa saja yang tadinya bertujuan untuk pengungkapan eksistensi malah menjurus ke arah kesombongan karena menurut gw, engga ada batas yang jelas antara pengungkapan eksistensi dengan kesombongan.

mungkin ga semua orang memikirkan hal itu.

yang penting, eksis! :P