Monday, November 28, 2005

kala ngantuk saat kuliah :)

kalau ngantuk menyerang saat kuliah, ada cara jitu buat menghilangkannya.

langkah 1: duduk tegak
langkah 2: sebenarnya engga harus duduk tegak sih. duduklah senyaman mungkin :P
langkah 3: pusatkan mata pada dosen
langkah 4: perhatikan! pusatkan mata pada dosen, bukan pada apa yang diajarkan :D *gak bener nih..gak bener...yang bener rasa buahnya!*
langkah 5: perhatikan kata yang sering diucapkan oleh dosen
langkah 6: siapkan alat tulis
langkah 7: tuliskan turus setiap dosen mengucapkan kata tersebut

hahahhaha...gile gile gile...kurang kerjaan beneeerr...

tapi bener kan? tipa dosen/guru pasti ada keunikannya masing-masing. Entah itu ekspresi yang suangat lucu, aksen yang suangat unik, atau kata yang suangat ajaib. Ga percaya? Perhatikan aja sendiri :D

"itu...definisi!" dengan aksen yang suangat unik
"ada yang mau ditanyakan mungkiiiin?" dengan aksen yang suangat unik juga
"....setuju?" dengan aksen yang suangat unik tentunya
"nanti saya puoootong gede!" dengan aksen medok yang tiba-tiba keluar

engga aneh kalau yang ini sering terjadi:
"eh, muka bapaknya bodor ya?" *sambil nahan ketawa*
"hm? eh...hmpf..." *nahan ketawa juga*
"hihihhihihi...."
"hihihihihihi....lagi engga kobe!" [kobe: bukan tepung, bukan. kobe adalah pengucapan 'Ko-B' alias Kontrol Beungeut alias kontrol ekspresi muka. ieu teh basa sunda. biasa, anak muda jaman sekarang emang suka bikin singkatan-singkatan :D ]

duh...bapak-bapak..ibu-ibu..mohon maap lahir batiin :D


<< home

Friday, November 11, 2005

hoo....

hello! it's almost 2 am and i'm still sit here...typing...

begini akibatnya kalau kebanyakan tidur.

sedikit merasa kesal soalnya kemarin seharian itu ga ngapa-ngapain. melakukan hal yang sia-sia :/ padahal masih banyak kerjaan yang harus diselesaikan. sekarang malah sibuk blogwalking. faktor m juga berpengaruh sih. males :P

akhirnya malah ngutak-ngatik blog. meng-indonesiakan blog.

cinta cinta cinta Indonesia...

lucu juga. hehehehe...
tapi bingung dengan padanan kata 'links' itu apa ya? liat di kamus sih, katanya:
1. mata rantai *hohoho...*
2. hubungan *ha...*
kok ga pas ya? daripada bingung-bingung, jadinya: links=link-link :D tapi isinya cuma satu tuh :P sebodo...

tadinya mau meng-indonesiakan hari&tanggal entry tapi tampaknya tidak tersedia dalam bahasa Indonesia. Bahasa Melayu pun tak ada. kecewa. jadinya bahasa Prancis saja hehuehuehue...

<< home

Thursday, November 10, 2005

Aku cinta kamu!

Baru-baru ini abis nonton, seru!!

Tapi, bukan filmnya yang seru tapi penontonnya :D

Jadi, pas Lebaran kemarin gw nonton ama sepupu-sepupu, filmnya Mirror. Emang sih filmnya ngagetin, biasalah namanya juga film horor, tapi kehororan itu tiba-tiba rusak ketika:

"Kikan, aku cinta kamu!"

Bukannya kita (penonton.red) terharu atau gimana tapi yang ada malah ketawa-ketawa :D abis bingung, ni film film horor apa film drama sih? Sampai akhir cerita pun malah seperti akhir pencintaan.

"Saya sudah mati?"
"Ya.."
"Kenapa saya masih ada disini?"
"Katakanlah apa yang harus kamu katakan...."
"Tapi...bagaimana caranya?"
"Cinta akan menemukan caranya..."
(kira-kira gitu deh perkataannya...)

Dari semua film horor yang gw tonton kayaknya jarang tuh cerita yang meng-eksplisitkan tentang kisah percintaan antar pemain-pemainnya. Biasanya tuh hanya mengambil porsi yang sedikit atau hanya lewat bahasa tubuh aja. Jadi kita ga keburu ilfil ama filmnya.

Selama nonton film, penontonnya heboh banget. Setiap ada Nirina, ada cowo-cowo yang ngomong, "I love you.. I miss you.." duh, rese ga sih! Lain lagi kalau Pak Leo yang keluar, langsung tepuk tangan. Ga pentiing...

Kehebohan ga sampai disitu aja. Ditambah lagi anak-anak kecil yang berkeliaran kesana-kemari, teriak-teriak, hampir sepanjang film. Tenang aja, kaki mereka napak kok, bukan penampakan :P

"Woii..diem woi!"
"Orang tuanya mana sih?"
"Ajarin dong anaknya!"
"Bisa diem ga sih?"
"Emangnya ini taman anak-anak?"

Saking keselnya, kayaknya ada penonton yang ngelempar something ke arah orangtua anak itu. Kita yang lagi sunyi senyap, tiba-tiba ada suara bapak-bapak:

"Siapa yang ngelempar?"

Wii..langsung diem semua.

Tapi setelah itu, anak-anaknya ribut lagi. Ada penonton yang nanya,

"Mamanya mana, de?"

Dengan lantang, si ade ngomong:

"Mamanya tidur!"

Jelas, penonton yang lain ketawa...

"Pantesan..."

Jadi inget cerita sepupu gw dulu. Ceritanya nonton juga, ngajak adik sepupu gw yang kecil dan ibunya. Dia baru pertama kali nonton bioskop. Waktu masuk ke dalam studio, tiba-tiba dengan suara cemprengnya teriak:

"Ibu, tivinya gede banget!"

:D


<< home

Monday, November 07, 2005

gie

Akhirnya selesai baca Catatan Seorang Demonstran. Yup, Soe Hok Gie. Soe Hok Gie yang
idealis.

Pertama beli, semangat dan penasaran. Seperti apa sih sosok Soe Hok Gie itu sampai dibuat filmnya? Seperti apa sih isi buku yang katanya inspiratif buat banyak orang?

Sayang, ternyata membaca bukunya itu cenderung membosankan. Pengennya cepet-cepet selesai. Membaca hanya untuk menyelesaikan buku itu aja, bukan untuk dinikmati. Come on, another book's still waiting for me.

Sama seperti dulu waktu baca buku harian Anne Frank (korban holocaust). Bosan.
Engga ngerti keadaan yang sebenarnya dan bagaimana lengkapnya peristiwa yang terjadi saat itu. Namanya juga catatan harian, bisa dimengerti oleh penulisnya karena dia yang mengalami kejadian dalam tulisannya tapi untuk pembaca tulisannya itu? seperti membaca sepotong cerita yang ga ada awalnya dan akhir cerita bisa ada bisa engga. potongan-potongan cerita yang kadang nyambung kadang engga.

Bukan bermaksud untuk men-judge kalau buku itu jelek tapi mungkin gw-nya aja yang ga cocok baca buku yang bertipe catatan harian seperi itu. Mungkin juga karena gw bacanya engga kontinu (baah!!)

Seperti yang ada dalam lampiran dalam buku, catatan harian ini memang lebih baik diperuntukkan bagi orang-orang yang memang mengenal dan hidup ketika Soe Hok Gie masih hidup. Untuk nostalgia.

Buat gw? Soe Hok Gie meninggal pun, gw belum lahir. Tau ada mahasiswa bernama Soe Hok Gie yang pernah hidup di dunia ini pun baru tahun 2005 ini. Sedikit percuma walaupun ga percuma-percuma amat. Karena menurut gw, Soe Hok Gie benar-benar seorang mahasiswa. Apa yang terjadi di kehidupannya saat itu, terjadi di hadapan gw sekarang. Kemahasiswaan dengan berbagai permasalahannya. Meskipun gw hanya penonton jarak menengah.

Ada perasaan kagum dan kasihan ketika membaca buku itu. Kagum dengan perjuangannya, dengan semangatnya, dengan prinsip yang benar-benar dia pegang teguh, dengan kecintaannya pada Indonesia meskipun dia seorang warga keturunan (dan gw? sorry ya :P). Kasihan dengan apa yang dirasakannya akibat dari sikap yang dipilihnya itu. Padahal apa yang dirasakannya itu tidak sepenuhnya benar. Pity.

Baru sadar, overall memang membosankan tapi banyak yang bisa didapat. Gw ga harus tau bagaimana peristiwa-peristiwa dalam kehidupan Soe Hok Gie secara lengkap, gw hanya tinggal membaca dan memaknai.

Seperti salah satu judul bab dalam buku itu, Mencari Makna.


<< home