Tuesday, October 31, 2006

se7en

bukan, bukan mau resensi film se7en tapi mau ngerjain dari Fanny (lagi lagi).
oia, aneh ya, kenapa orang bisa langsung tau kalo se7en itu dibacanya 'seven', bukan 'seten' atau 'sejen'. terbawa ama angka 7 nya ya?

jadi oot. ok, btt.

7 hal yang saya takuti:
a. siksaNya
b. ga bisa beri yg terbaik untuk orangtua, diri sendiri, bangsa, dan almamater. merdeka!
c. serangga. huhuhuhu...benciiiii!
d.
e.
f.
g.

7 lagu acak saat ini:
a. fly me to the moon and let me play among the stars...

b. tetes air mataku, tak tertahan lagi. menanti kepastian tentang kita. kau masih juga bersamanya, masih mencintainya. aku dan kamu tak kan tahu, mengapa kita tak berpisah. walau kita tak kan pernah satu. biarlah aku menyimpan bayangmu dan biarkanlah semua menjadi kenangan. yang terukir di dalam hatiku. meskipun perih, namun tetap slalu ada di sini...oh pasti kamu tak pernah tahu, betapa sakitnya aku (!)...

c. catch a falling star and put it in your pocket, save it for the rainy day...

d. percayalah kasih, cinta tak harus memiliki. walau kau dengannya, namun ku yakin, hatimu untukku. percayalah kasih, cinta tak harus memiliki, walau kau coba lupakan aku, namun ku kan slalu ada untukmu...

e. kita ada untuk memberikan cinta...

f. wo ming pai, wo yao te ai. pie pa wo cong lai. shiang ni ke shiang hai. ce tung cai ni huai li huai...*ngaraaaaangggg!!!*

g. sendiri, ku kemas air mata di pipi. tak percaya ku yang tlah terjadi, cintamu kini telah terbagi. haruskah cinta aku akhiri, hanya sampai disini...*hayoh, tebak lagu apa? ;)*

7 hal yang paling saya suka:
a. baca buku yang sangat inspiring atau menulis ditemani segelas minuman hangat (i think it will be cappucino or hot chocolate) sambil duduk di sebuah taman pada musim gugur *huwah, wish for that moment will come*
b. melihat daun berguguran
c. doing good things. it feels good :)
d. makan es krim sendirian sambil liat orang-orang berlalu lalang
e. nonton film atau baca buku yang endingnya sama sekali ga ketebak!
f. liat taburan bintang di malam hari
g. sale pisang, perkedel jagung, sambal goreng ati, cokelat hitam.

7 important things in my bedroom:
a. internet dan sarana prasarana yang menunjang pemakaian internet
b. tempat tidur, tentu saja
c. buku
d. hp
e. dompet
f. jendela (halah)
g. my dolls. hihihihihi...

7 fakta acak tentang saya:
a. gampang ketawa
b. gampang nangis *komplemen dari fakta pertama*
c. suka nyolot *padahal ga maksud seperti itu kok*
d. suka biru
e. suka baca buku
f. suka ngomong-ngomong sendiri
g. anak ke 3 dari 3 bersaudara.

7 hal yang paling sering saya katakan:
a. seeeriiiuuuusss?
b. maksud loooo...
c. eh...
d. makasih, pak! *biasanya ke tukang parkir*
e. terus...
f. tapiiiii...
g. hahahahahaha :))

7 hal penting yang saya rencanakan sebelum mati:
a. pergi ke tempat kelahiran saya!
b. keliling dunia
c. menikah. hauhuahuhauhaua...
d. memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain
e.
f.
g.

7 teman yang dianjurkan ngisi ini:
semua orang yang di blognya ada link blog ini! hihihihihihi...


ternyata tujuh 'saja' banyak ya. waktu ngisi pun mikirnya lama...

home

Saturday, October 28, 2006

pindah rumah :)

akhirnya, setelah sekian lama, bisa pindah rumah juga.

sebenernya udah lama pengen pindah, mengingat rumah lama kayaknya ga meaning banget gitu (meaning sih tapi meaningnya ga bagus!). dulu milihnya ga mikir, apa aja yang terlintas di kepala.

lamaaaa banget ga nemu-nemu rumah yang bagus. ampe minta saran ke orang-orang dan anehnya, hampir semua orang yang saya mintain saran, memberikan saran yang sama, yaitu bawel.

lho? kok gitu? rasanya saya engga bawel kok :P

baru beberapa hari kemarin, nemu rumah yang bagus. bintangbiru. udah seneng-seneng tuh nemu rumah bagus.

kenapa bintangbiru?
karena saya suka bintang dan saya suka biru. simpel kan?

tapi waktu di-cek ke-available-an (doh, bahasa apa ini?) rumah itu ternyata udah ditempati orang lain! huhuhuhuhu...hancur hatiku...mengenang dikau...menjadi keping-keping...setelah kau pergi...

ga segitunya sih.

sedih! padahal rumah itu udah ditelantarkan pemiliknya. baca-baca di blogger help, meskipun rumah itu udah ditelantarkan pemiliknya, rumah itu ga bisa digusur. katanya, bisa aja pemiliknya balik lagi. jadi waktu balik, rumahnya masih tetep ada.

uh, c'mon! you are so naive, blogger!

bisa kan bikin kebijakan, misalnya, kalo udah berbulan-bulan ditelantarkan, rumahnya digusur. kalo pemiliknya balik lagi, ya salah sendiri dong, kok rumahnya ditelantarkan. apalagi blogger salah satu penyedia rumah terbanyak, wajar kok kalo bikin kebijakan kayak gitu.

akhirnya berpikir lagi.

kalo birubintang?
umm...engga ah, kayak merek minuman. ya kan?

cari lagi, bintangbiru dicoba untuk dimodifikasi. dicari sinonim dengan bahasa lain. cari translator, diubah ke bahasa prancis (hehe). jadinya, etoilebleu. tapi kok rasanya kurang catchy (aih...) gitu. kurang nasionalis. halah.

ditambahin '-', jadi bintang-biru?
uuuhh...ga suka ada '-'!
bintangbirubintang?
panjang amat ya?
bintangbirubiru?
aneh! kayak si bintang habis dikeroyok, jadi biru-biru :))

setelah menyerah dalam pemodifikasian, diputuskan tambah '-' saja. dicek ke-available-an-nya, ternyata belum ada yang menempati. ok, bintang-biru. bungkus!

tapi apa yang terjadi? sama blogger ga boleh!

loh? loh? ga bisa gitu dong! udah jelas-jelas ga ada yang nempatin.
disegarkan kembali halamannya, ketik lagi, ga boleh. segarkan. ketik. ga boleh. segarkan. ketik. ga boleh. segarkan. ketik. ga boleh. segarkan. ketik. ga boleh. segarkan. ketik. ga boleh.

@#&*%@#&$#$%@%#!!!

sudah, cukup! pilian terakhir, etoilebleu. ke-available-an: ok.

bisa menebak apa yang terjadi?

ga boleh juga!!!

ya ampyyuuuunnn...blogger ini cita-citanya apa siiiihh...caaaape deeeee...

berpikir lagi.
tambahin angka?
huuummm...harus ya?
mau apa lagi dong?
ya udah. angka apa?
24? 24bintangbiru?
jelek.
bintangbiru24?
jelek. kayaknya bagus ganjil.
bintangbiru97?
engga ah.
satu?
satubintangbiru? bagus juga. satu itu angka istimewa. bisa berarti macem-macem. boleh deh, boleh.

tapi...kayaknya kepanjangan ya? kalo diganti simbol angka?
1bintangbiru?
bagus tuh. terlihat bintangbiru meskipun didepannya ada 1.

bungkus!

home

Sunday, October 22, 2006

Idul Fitri kali ini...



taqabbalallahu minna wa minkum, wa shiyamana wa shiyamakum...
taqabbal ya kariim...

semuanya, mohon maaf lahir batin yaaa :)

semoga kebahagiaan di penghujung ramadhan ini bukan kebahagiaan karena sekarang sudah bisa makan-makan semau kita, bisa kumpul-kumpul ama keluarga, bisa liburan...
tapi karena kita sudah berhasil menggunakan ramadhan ini dengan sebaik-baiknya. insya 4JJI.

idul fitri kali ini begitu berbeda dari biasanya...
tidak terdengar takbir yang bersahut-sahutan karena memilih 1 syawal pada hari senin...
tidak merasakan excitednya packing karena mau 'mudik' ke kota (Jakarta!)...
tidak merasakan lelahnya berada dalam kemacetan...
tidak juga mudik ke kampuang nan jauah di mato...

ah,
masih bersyukur bisa merasakan idul fitri bersama keluarga dengan personil lengkap.
bersyukur tidak berada dalam kemacetan (bandung sepi, bo!)...

kampuang nan jauah di mato...
...
ku potong sama panjang...
ku raut dan ku timbang dengan benang...
ku jadikan layang-layang...

:))

home

Saturday, October 14, 2006

4 tahun

hari ini, genap 4 tahun.

setiap orang pasti memiliki ceritanya masing-masing. jika perjalanan yang dilalui mulus, maka dia diberi kemudahan. jika perjalanan yang dilalui begitu berat, maka semua itu dinilai perjuangan.

perjalanan yang saya rasakan cukup berat tapi rasa berat itu berasal dari diri saya sendiri. semuanya berawal dari peraturan baru untuk hari jumat di sekolah. sebelumnya, saya sudah sering kok berpakaian seperti yang ada di peraturan itu, tapi jumat-jumat di tahun itu begitu berbeda. saya dikelilingi oleh teman-teman yang selalu mengingat dalam kebaikan dan saya bersyukur bisa bertemu dengan mereka semua.

sampailah saya dengan sebuah pertanyaan apakah harus dilaksanakan atau tidak atau apakah saya harus memakainya setiap hari. tentunya, hanya satu jawaban yang saya dapatkan. sejak itu, saya menjadi bimbang. saya ingin melaksanakannya tapi mulut ini begitu berat untuk berkata kepada orang tua. pertimbangan lain, kakak saya pun belum melaksanakannya. apakah dia tidak akan keberatan?

pada minggu saya ingin mengungkapkan keinginan saya, saat itu ibu mengajak saya untuk shalat di masjid. suatu hal yang jarang dilakukan, entah kenapa bisa terjadi. saya berpikir, inilah saat yang tepat untuk mengatakannya. sepanjang perjalanan ke mesjid, jantung saya bergemuruh. apa yang harus saya katakan? bagaimana penyampaian yang baik? bagaimana jika tidak boleh?

"bu..."
"hm?"
"mmm..."
"apa?"
"mmm..."
"apa? ngomong yang jelas dong."
"bu, gimana kalo saya pake jilbab?"
"umm...terserah. kamu bener mau? udah dipikir masak-masak?"
"..."
"semuanya harus dipikir dengan masak-masak."

saya sedikit kecewa dengan jawaban ibu. saat itu saya dalam keadaan bimbang dan saya membutuhkan kepastian. saya tidak membutuhkan jawaban 'terserah', saya butuh 'ya' atau 'tidak'. Jika 'ya', maka saya akan melaksanakannya, jika 'tidak', saya tidak akan memikirkannya lagi.

setelah percakapan itu, sepertinya ibu saya memberitahukan ke kakak saya.

"ran, katanya kamu mau pake jilbab ya?"
deg!
saya mengangguk.
"kenapa?"
tiba-tiba mata saya terasa panas.
"karena takut..."
saya tidak bisa meneruskan kalimat itu. saya berusaha agar bulir tidak jatuh.
"kamu...ga ikutan aliran-aliran kan?"
"haa? engggaaaa..."
"hoo..baguslah."

sudah, saya anggap itu jawaban positif dari kakak saya. percakapan lain dengan bapak saya.

"tuh, rani, ngomong dong ama bapak kamu kalo kamu mau pake jilbab."
saya terdiam sebentar, menghimpun kekuatan.
"bapak, saya pengen pake jilbab."
"jilbab gimana? jilbab yang panjang nutupin dada kan? bukan yang nutupin kepala doang?"
"iyaaaa..."

dengan segala jawaban yang saya dapatkan, saya sudah menemukan akhir dari kebimbangan saya. akan tetapi, mulut ini masih begitu berat. sungguh, godaan itu begitu besar. keputusan ini adalah keputusan besar yang akan saya laksanakan selamanya (amiin), bukan keputusan yang main-main karena ada konsekuensi di sana (setiap keputusan sebenarnya ada konsekuensi).

saya belum juga mengungkapkan (kembali) keinginan saya kepada ibu. sampai suatu hari tiba-tiba badan saya demam. kepala pusing, kedinginan, ingin muntah. bahkan saya sampai mengenakan sweater tebal dan kaos kaki. entah pikiran dari mana, saya memutuskan untuk mengutarakan keinginan saya saat itu.

"bu..."
"apa?"
"mau pake jilbab."
"bener?"
"iya."
"yakin?"
"iya."
"ya sudah."

setelah saya berkata seperti itu, panas badan saya tiba-tiba turun, kepala saya terasa ringan. apakah itu 'peringatan' agar segera berbicara dengan ibu? saya juga tidak tahu.

saat itu, saya tidak langsung pakai jilbab karena saya belum beli seragam baru. cukup lama jeda waktu antara saya mengungkapkan keinginan dan ketersediaan baju. kakak saya bahkan selalu mengingatkan.

"kapan kamu pake jilbab?"
"katanya mau pake jilbab?"

sampai suatu hari, sabtu, 12 oktober 2002, teman sebangku saya, yang senasib dengan saya (ingin pakai jilbab juga), telah mewujudkan keinginannya. hari itu, pelajaran pertama adalah olahraga dan dia telah memakai jilbabnya. saya kaget, saya senang, tapi sedih lebih mendominasi. saya memberi selamat kepada teman saya dengan wajah yang ceria tapi itu hanya diluar. bukan, bukan saya tidak senang teman saya memakai jilbab tapi saya sedih karena saya belum bisa seperti dia.

saya berusaha tidak menatap teman saya. ketika lari pemanasan, saya tidak berlari bersama dia. hati saya sedih sekali. airmata ini tidak keluar tapi batin saya menangis.

besoknya, 13 oktober 2002, karena lecutan rasa sedih itu, saya 'memaksa' ibu untuk segera mempersiapkan seragam saya. pergi ke tukang jahit, potong bagian bawah rok karena kepanjangan, pasang nama, pasang lokasi.

akhirnya, senin, 14 oktober 2002, semuanya terwujud :)


teruntukmu yang berada dalam kebimbangan. percayalah apa yang kamu lakukan adalah benar. pada akhirnya, hal ini bukanlah sesuatu yang harus dipertimbangkan tapi kepastian yang harus dilaksanakan.

home

Sunday, October 01, 2006

relativitas :P

(antara khayalan dan realita)
(bosan dengan x,y,z dan a,b,c)

p:
menurut kamu, si q ganteng ga?

r:
ha? pertanyaan apaan tuh?

p:
loh, ya tinggal jawab aja.

r:
mmm...ganteng itu kan relatif. cantik atau ganteng ga bisa diukur dengan pasti dan penilaian ga bisa diserahkan ke satu orang.

p:
ya...menurut kamu, q itu ganteng apa engga?

r:
ga mau jawab, ah.

p:
loh, kenapa?

r:
karena saya ga mau menyakiti siapa-siapa.

p:
maksudnya?

r:
gini lho, buat saya, saya cantik (hahaha!) tapi saya tau, ada kok yang lebih cantik dari saya. meskipun kebenaran itu saya ketahui, kalo ada yang bilang saya ga cantik, tetep aja saya sakit hati. hehehe...(at least, jangan bilang di depan muka saya lah :P)

jadi, saya ga mau jawab pertanyaan itu karena saya ga mau menyakiti siapa pun. ya, mungkin buat q, itu ga masalah. tapi bisa aja masalah buat orang yang suka ma dia kan? karena saya ga mau disakiti, ya jangan menyakiti orang lain lah.


hanya berkelit dari pertanyaan tapi jawabannya jadi tersirat dengan jelas ya?
abis, kamu bukan tipe saya. gimana dong? 0:)

tenang aja, saya yakin di luar sana ada yang bilang kamu ganteng, seyakin saya yang yakin di luar sana ada yang bilang kalo saya cantik (^^,)


home