Wednesday, December 26, 2007

gomen ne..

i think i just hurt
you.


i just..
i..
i didnt mean to do that.
i dont wanna do it, but i..
should.


coz all of the things that we've been through,
what happened to us,
i just feel like...
it's not..
right.

it is my fault.
i dragged you into this.
i should've do something with this a long time ago.
and i shouldnt have let you...


::sigh::

and i guess, i havent said this to you.

im sorry.
im so, so sorry.

i hope someday you will understand bout what i did.

but dont ask me why,
you should get that explanation by yourself.

coz i know,
and im sure,
you can get it not from me.
all you have to do
is ask to the right person...

and i know,
im not sure that
things will be the same again.
if it doesnt,
wish you have a great new year..

but,
c'mon,
we're still friends rite?
rite...?

im still wanna be your friend...

im sorry :'(

home

Sunday, December 23, 2007

22 des 07

melewati salah satu etalase toko. dia berdiri, menggoda.

saat itu juga, saya jatuh cinta.

keraguan muncul.

selang beberapa saat, saya memberanikan diri untuk meraihnya.

pas sekali.

"diskon ga mas?"
"iya. 30%"
"jadi berapa?"
"xx ribu"
"oh.."
"jadi yang ini?"
"oh, engga. makasih ya mas..."

saya ke sini bukan untuk dia.

[satu setengah jam kemudian]

(ternyata) saya (bisa) kembali, untuk menemuinya. ingin memilikinya.

"ini mas..."
"oh, jadi. diambil yang barunya ya.."
"iya.."

selembar kertas berwarna biru saya persiapkan di meja.

"ini mbak..."

saya meraihnya.

dan tatapan saya pun terpaku pada lambang yang ada pada dirinya.

tiba-tiba kepala saya berdengung,

"kok lambangnya ini sih?"
"masa kamu beli yang kayak gini?"
"kamu mendukung dia dong kalo kayak gitu!"
"berapa orang yang bisa kamu bunuh perlahan kalo kamu beli?"

saya meletakannya kembali.

"ga jadi deh mas," sambil memasukkan kertas berwarna biru ke dalam tas.

"oh ya, ga pa-pa."

saya melangkah pergi.

home

Friday, December 14, 2007

...

Jk Ada Sseorang Yg Mcintaimu, maka Ia Akn Mnunjukn Jln k Surga & Mmintamu agr Mnemaniny k Sana.
Jk TIDAK, Ktahuilah ia Tak Lbh Dr Org CELAKA & LALAI, ia bharap Anda Mjadi spt Diriny


sms dari teman.
untuk mengingatkan.

terima kasih.
sudah diingatkan.



semoga kamu bahagia dengan orang lain.

home

Monday, December 03, 2007

mimpi

saya ga tau mimpi itu asalnya dari mana atau artinya apa. yang jelas, yang saya tau, biasanya mimpi itu berhubungan dengan apa yang saya lihat/dengar/kerjakan dan kadang seru juga :D

misalnya nih ya, kayak mimpi saya beberapa hari kemaren. saya mimpi berada di perang kemerdekaan! keren ga tuh :))

ceritanya kami, para pemuda/i, menyerang gedung kedutaan besar penjajah. tapi saya lupa lawan kita negara apa (pas beberapa saat setelah bangun sih inget terus lupa). settingnya ada 3 buah gedung kedutaan besar. kita nyerang gedung yang di tengah. di sebelah kiri itu kedutaan portugis. sebelah kanan ga tau juga kedutaan apa :P

jadi kita kan nyerang duluan, nyerangnya engga pake bambu runcing tapi pake pistol! pistolnya yang jaman dulu itu, yang keluarnya bukan 'dor!dor!dor!' tapi 'der!der!der!' (ada ya?:)) ). sambil nembak-nembak, kita masuk ke gedung dan tentara lawan juga ngebales nembak.

tembak-menembak terus berlanjut, kami terdesak hingga keluar gedung dan kami bertahan di lapangan depan gedung. kami terus menembak tentara lawan dan banyak pula pemuda yang tertembak. di mimpi itu diliatin salah seorang pemuda yang kena tembak di dadanya trus dadanya keluar asep item gitu.

tak disangka, tentara lawan mundur! kami menang!!!

seketika kami berteriak kegirangan!

kemudian mengadakan upacara mengheningkan cipta untuk menghormati para pemuda yang gugur di medan peperangan (di lapangan tempat kami bertahan ada tiang bendera). sang saka merah putih berkibar setengah tiang. para pemuda berdiri mengitari tiang bendera. hormat kami pada sang saka merah putih.

kemudian salah seorang pemuda memberikan komando untuk mulai bernyanyi.

"hiduplah Indonesia Raya!"

naaah lhooooooo...salah lagu! seharusnya lagu mengheningkan cipta dong dong dorongdong...

suasana khidmat langsung pecah. saya bersuara, "kok Indonesia Raya sih??"
"udah gapapa! upacara lanjut!" jawab pemuda yang memberi komando. upacara pun dilanjutkan dengan menyanyikan Indonesia Raya.

Indonesia...tanah airku...
tanah tumpah darahku...


yak, cukup. mari kita analisis mimpinya. saat saya bangun, saya langsung berpikir, kok bisa mimpi kayak gitu. setelah dipikir-pikir, kenapa muncul negara-negara pasti karena sebelum tidur saya baca berita tentang euro 2008. Inget salah satu negara yang lolos? Portugal -> Portugis -> satu-satunya negara yang saya inget di mimpi saya.

trus, settingan peperangan kayaknya gara-gara saya terus mendengar kata CS (Counter Strike, bukan dosen)! :))

trus, pemuda yang dadanya timbul asep item, kemungkinan karena nonton Supernatural...


ada lagi mimpi lain, perpaduan Prison Break season 2, Transformers, ama One Missed Call.

adegan dimulai di rumah saya, ada scofield, linc, dan saya. pintu samping rumah saya terbuka dan scofield mau pergi.

"wait! where are you going?" tanya saya.
"i have to help sara!" jawab scofield.
"but you could get caught!" ujar saya.

(percakapannya beneran dalam bahasa inggris lho!)

adegan prison break berakhir disana. langsung ganti setting.

saya dan kakak saya dikejar robot yang bisa berubah-ubah di atas kereta api yang sedang berjalan!

wawawawawawa...

saya dan kakak berlari menghindari kejaran robot. trus tiba-tiba settingnya berubah. kejar-kejaran terjadi di gedung bertingkat. saya dan kakak sembunyi secara terpisah. tetapi ternyata kakak saya tertangkap oleh robot itu! kakak ditusuk dengan salah satu kakinya dan...mati. saya keluar dari persembunyian dan menghampiri jasad kakak.

"nooo..no no no no..."

saat saya membalik jasad kakak, matanya memutih, mulutnya menganga...dan mengeluarkan permen bulat..

seru kan? seru kan? :D

ada lagi mimpi seru yang lain. mimpi bertema pernikahan :))
kenapa seru? karena sampai sekarang, ada beberapa versi mimpi yang bertema pernikahan:
1. saat dilamar
yang ini sih cupu mimpinya. settingnya itu di SMA saya. jadi ada yang ngelamar saya tapi yang ngejawab lamaran itu bukan saya malah kakak saya. "ga boleh!" gitu katanya. ga jadi nikah deh :P

2. beberapa hari sebelum akad nikah
ini mimpi paling tragis. adegan dimulai dari kunjungan saya, calon, dan teman saya ke rumah yang bakalan ditempati pas udah nikah (hihihihihi). bukan rumah sih tapi lebih kayak apartemen tapi ga mahal. mirip rumah susun tapi ga ada jemuran di luar :D
waktu liat-liat, ditanyain ama calon, "suka ga?"
"suka..." mau jawab apalagi coba? :P

selesai liat-liat, kita pergi naik mobil entah kemana. dalam perjalanan, kami kecelakaan! mobil kami masuk jurang, kami bertiga terlempar keluar dari mobil, dan saya...nyangkut di pohon! :))
terus, ga berapa lama di bawah jurang itu udah ada tim paramedis. nyuruh saya turun dari pohon karena ternyata saya ga jauh dari tanah.
saya turun dan ditanyain ama paramedisnya, "ada trauma?"
"engga kok."
mimpinya habis.

3. saat udah menikah
ceritanya saya dan suami tinggal ngontrak di jakarta. suatu hari saya harus ke bandung karena ada acara keluarga dan suami tetep tinggal di jakarta.
selesai acara, ibu saya ngomong, "suami kamu nelpon tadi."
saya telpon balik.
"halo..."
"halo..acaranya udah selesai?"
"udah..."
setting berubah, ceritanya pembicaraan di telpon selesai dan saya berbaring di tempat tidur.
bagian ini yang paling saya inget: saat berbaring itu kan sendirian, kerasa banget kayak ada yang kurang. sampai bangun pun masih kerasa. sekarang sih udah ilang...

4. hamil di luar nikah!
naaah...ini paling aneh nih plus mimpinya bentar banget. cuma adegan saya yang duduk bengong ngeliat keluarga saya rusuh ngurusin pernikahan saya dan tambah bengong lagi liat bayi yang ada di sebelah saya. katanya, itu bayi saya!

ada-ada aja mimpinya. bagaimana dengan kamu? ;))

home

Wednesday, November 28, 2007

di suatu sore

di suatu sore yang aman, damai, dan tentram, saya mendapati di meja makan tertumpuk buku-buku yang tampak seperti baru. buku paling atas disimpan terbalik sehingga saya tidak bisa membaca judulnya. maksud hati ingin membaca judulnya, tangan ini perlahan membalik buku paling atas tersebut dan...

JREEEEEENGGG...!!!

"Saatnya untuk Menikah" - Muhammad Faudil Adzim

*menahan napas*

perlahan membuka lembar pertama dan terlihat tulisan tangan khas dari ibu saya.

buat anak2ku
D***, R***, Rani
dari: ibu, bapak

*pingsan*

home

Saturday, November 24, 2007

sudden



"kamu minum susu beruang ga? makan madu? minum m*tol (salah satu multivitamin)?"
"engga..."
"ibu kan udah beli. emangnya kamu pikir ibu beli ga ada gunanya?"
"..."

yep, saya ga bisa mencari alasan ketika ibu saya berkata seperti itu. karena memang saya yang salah. saya yang engga minum susu (minum sih tapi lebih sering engga), yang engga makan madu (sebenernya madu itu dimakan apa diminum?), yang engga minum m*tol, yang akhirnya berujung pada penyakit menghampiri saya.

penyakit ini datangnya begitu tiba-tiba, tanpa ada tanda-tanda atau apa. saya mulai sakit itu hari sabtu, hari jumat-nya saya masih merasa sehat-sehat aja. i was fine. i was totally fine. beda kalo misalnya sakit flu, sakitnya bertahap. biasanya dimulai dengan sakit tenggorokan dulu. bersin-bersin dulu. kalo yang ini engga, tiba-tiba aja saya ngerasa panas-dingin, pusing, dan badan panas. bingung banget kok bisa terjadi? apalagi pekan depannya saya lagi banyak tugas dan deadline.

setelah bolak-balik ke dokter dan dua kali cek darah, akhirnya ketauanlah kalo saya itu sakit tipus dan DB (backsound - tipus dan DB: oo..aku ketauaaaan..). pas tau hasil cek darah seperti itu, dokter langsung nyuruh masuk rumah sakit. aduh.

ibu saya langsung cari kamar dan saya pergi ke wc. menitikkan airmata.

kenapa? kenapa harus sekarang? kenapa? kenapa harus disaat seperti ini?

saya kesel sama diri sendiri. karena hal ini pastinya merugikan diri sendiri, orangtua, dan membebankan orang lain.

maafkan saya teman-teman...im really really sorry..hontoni gomen nasai...

kemudian saya duduk di pinggir tempat tidur (ada ruangan khusus buat orang sakit kalo mau tidur selagi nunggu dokter atau nunggu kamar yang available kayak saya) selagi nunggu ibu saya kembali. berusaha menenangkan diri, memasrahkan semuanya.

manusia punya rencana, Tuhan yang menentukan.

fine. im here. face it. deal with it. selang beberapa lama, ibu saya kembali dan saya dibawa ke kamar. biasanya kan pake kursi roda kan tuh, didorong ama perawat.

"nama panggilannya siapa?"
"rani."
"saya retno."
"..."
"kuliah?"
"iya."
"dimana?"
"di itb."
"ooo...kebanyakan belajar nih..jadi sakit.."

plis dong mbak...dan hampir semua perawat yang saya temui ngomongnya gitu..cape kan cape kan...

trus setelah saya perhatikan, ternyata rumah sakit itu sedikit banyak udah memperhatikan segi customer relationshipnya (caelaaaa...TA saya niiih...hihihi). misalnya, dengan menanyakan nama panggilan saya, dengan kata lain, rumah sakit diwakili oleh perawat berusaha untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan saya :) perawatnya juga ramah-ramah banget. enak deh. (tuh kan, nilai-nilai loyalitas sudah mulai tumbuh..huehehehehe..)

dan memang, selama di rumah sakit, saya ngerasa enak banget. mau mikirin kuliah, mau dipikirin juga ga bisa ngapa-ngapain. things that i can think about are what the next tv show is and when will i have for the next meal. hohohohoho...
ya bayangin aja, dapet makan 3x sehari plus snack 2x, diantara pagi-siang dan sore-malam. tiap sebelum makan ditanyain makan pagi mau apa, makan siang mau apa, dan makan malam mau apa. trus, ada tv dan remote di tangan. ada tempat tidur yang bisa diatur sandarannya. bisa tidur kapan saja...

terlebih lagi pas masuk rumah sakit, badan saya udah ga panas, jadi nafsu makannya ga berkurang parah-parah amat. aneh deh, pas masuk itu kan dicek temp nya, ternyata 36 derajat. kaget. selama di rumah ga pernah nyentuh angka 36. biasanya 37, 38, atau 39. mikirnya sih, pasti ngecek temp-nya ga bener. eh, tapi emang pas dirawat itu ga pernah panas lagi. setiap dicek itu, 36, 37, bahkan nyentuh angka 35.

cupu. udah masuk rumah sakit mbok ya agak-agak parah gitu :P

karena enaknya itu, waktu disuruh dokter pulang, saya agak sedikit kecewa. kok cepet betul pulangnya. pura-pura bahagia. padahal tangan saya yang diinfus udah bengkak kayak orang hamil (kayaknya kalo saya hamil, tangan saya bakalan segede itu) kok ya ga bahagia disuruh pulang.

bahagia atau engga, ya tetep pulang. plus istirahat di rumah selama 5 hari sesuai anjuran dokter...

terimakasih untuk teman-teman yang telah menyempatkan diri menjenguk saya :)

so, moral dari cerita ini: never disobey your mother!

home

Thursday, November 01, 2007

why?

[Gilmore Girls Season 1 eps 21]

rory : dean!
dean : what?
rory : stop!
dean : why?
rory : because i love you, you idiot!

sejak pertama kali nonton dialog itu waktu SMA, saya selalu ingat dan jadi salah satu dialog favorit.
malam ini, saat saya nonton episode itu lagi, saya masih ingat and still, it is one of my favorite...

how they came up with dialog like that?
how they made such a good movie?

why they can do that and we cant?

pfuh.

home

Thursday, October 25, 2007

adiktif

buat saya, drugs bukan sesuatu yang adiktif, karena saya ga pake.
mecin juga engga adiktif, karena saya masih cinta sayuran dan jus.
Tr*nz apalagi, karena menurut saya rasanya biasa aja :P

jadi apa yang menurut saya adiktif?

tentu saja, film seri!

i think it runs in the blood, you know.

seperti yang terjadi hari kemarin, di pagi hari, kakak saya meminta Greys season 3 karena dia baru selesai nonton season 2 yang saya simpen di harddisknya.
“Ran, tiga, Ran. Tiga!”
“Apa tiga?”
“Season tiga!”
“Iya…iya…”

Akhirnya, sampai di kampus saya ngubek-ngubek ftp mencari season 3-nya. Dapet nih. Siangnya di-sms:

Ada ga filmnya?

Ada tp blm semuanya. Ntar d dicari lg

Sip

Sorenya, waktu kakak saya pulang,

“Raniiiiiiiiii….”
“Apaaaaaaaaa?”
“Manaaaaaaaaa?”
“Apaa?”
“Greys!”
“Nih…”

Karena kakak saya kayaknya penasaraaaan banget, saya tanya,
“Emang season 2 tuh yang mana sih terakhirnya?”
“Kamu belum nonton?”
“Udah. Tapi lupa gimana akhirnya.”
“Ya ga guna juga kan buat kamu?”
“Iya sih,” tiba-tiba saya inget gimana endingnya, “oooh…yang si Danny itu ya?”
“Danny siapa?”
“Danny…Danny…yang ama Izzie…”
“Danny siapaaaa? Ga ada yang namanya Danny! Danny O’Malley?”
“Bukaaaan…Danny! Kamu nonton berapa episode sih?”
“Dua belas kan?”
“Ha? Hahahahahahaha…season 2 kan ampe 20an…hahahahahahaha…”
“Aaaaaaaaaarrrrrrrgggghhhhhhh…. Raaaaaaaaaaaaniiiiiiiiiiiiiiiiii…booooooong yaaaaaa…”
“Eh, seriuuuus….hahahahahaha…”
“Trus kenapa di harddisk saya cuma sampe 12?”
“Ya mungkin dulu pas belum selesai, saya copy ke harddisk kamu. Hahahahahaha…”
“Aaaaaaaaarrrrgggghhhh….Raaaaniiiiiiii…mau episode 13!!! udah penasaran ini dari tadi pagiiiii…balik lagi kamu ke kampus Ran! Donloooot!!!”
“Idih…”
“Temen kamu Ran? Siapa temen kamu yang punya? Sms!”
“Ya..siapa ya…udah lama sih filmnya…”
“Raniiiiii…cari Ran! Aaaarrgh…you ruin my night! Donlot dari internet gih!”
“Haaaaaaa?”
“Raaaniiiii…cariiiiii…uhuhuhuhuhuhuhu…cari Raaaaaan…nangis niiiih…huhuhuhuhuhu…”

Nah, disini saya bingung, siapa sih sebenernya yang anak bungsu?

“Ya ampuun…iya iya…dicari nih di internet…”
“Yeeeeeeaaaaay…”

Gini kan kalo punya kakak, terjajah!

Ngubek-ngubek internet, ga bisa didonlot.

“Bisa ga Ran?”
“Ga bisa. Ga ngerti kenapa.”
“Ya udah deh. Besok aja.”

Terus dia tidur. Cape de…

Lain waktu, kakak nanya, “Ran, kalo Prizon Break itu rame?”
“Prizon? Hihihihihi…” kenapa ngomongnya harus Prizon coba?
“Iya.”
“RRRRRRRRRameeeeeee…”
“Itu cerita tentang penjara gitu kan? Apanya yang rame?”
“Nah! Saya juga dulu berpikir seperti itu! Tapi setelah nonton, semua itu salah!” Baca disini.
“Ooo…engga ah…adiktif.”

Heeeelllooooo…siapa yaaaa yang lebih addicted???

Kalo kakak yang satunya lagi, engga seheboh yang ini. Biasa aja. Tapi teteeeep setiap pulang ke rumah, yang pertama ditanyain pasti,
“Ran! Mana?”
“Apa?”
“Film!”

Mbok ya nanya kabar kek, apa kek. Like I said, it runs in the blood. Kalo saya, saat dapat THR dari kakak, saya cuma bales,
“THR dari saya, Heroes sama Prison Break aja ya?” Hehehehehe…

Engga saya aja kok yang ngerasa film seri itu adiktif. Pasti banyak yang ngerasa gitu. Yang ngerasa mendingan nonton dulu sebelum ngerjain tugas atau belajar, biar ga penasaran :D

Ngaku kalian semuaaaa!!! :P

Bahkan saya pernah mengalami waktu lagi UAS, biasanya kan 2 minggu tuh. Hari jumat malem di minggu pertama UAS, ada yang sms.

Ran, udah ngerjain soal ****?

Saya lupa soal matakuliah apa. Pokoknya matakuliah itu ujiannya hari Senin.

Ya ampun, ujian terakhir minggu ini kan baru selesai beberapa jam yang lalu. Belum dikerjainlah.

Oiyaya. UAS season 1 br selesai y? Blm donlot season 2?


See? Film seri itu memang adiktif…

home

Tuesday, October 23, 2007

Bintang Buku

Prolog:
Jadi ceritanya, salah satu matakuliah yang saya ikuti semester ini, ujian tengah semesternya itu take home test. Membuat suatu project proposal, dengan saya selaku Head of IT Division (amiin), tentang implementasi data warehouse dan data mining (lumayan nih, kalo ada yang googling data warehouse/data mining, nyasar kesini :P). Implementasinya di perusahaan apa, ditentuin sendiri sama saya. Bebas. Hasilnya? Seperti di bawah ini...

============================

Bintang Buku bergerak dalam bidang penerbitan buku dengan berbagai genre. Saat ini, Bintang Buku telah tersebar di pulau-pulau besar di Indonesia agar memudahkan dalam distribusi buku dan lebih dekat ke pelanggan. Selain itu, toko buku BinBu sebagai anak perusahaan dari Bintang Buku yang menjual buku hasil terbitan Bintang Buku dan penerbit-penerbit lain telah dibuka di beberapa kota besar.

Selama beberapa tahun terakhir, cukup banyak bermunculan penulis-penulis baru dengan tulisan-tulisan baru yang mewarnai dunia tulis-menulis di Indonesia. Hal ini diapresiasi oleh masyarakat dengan meningkatnya penjualan buku Bintang Buku. Ditandai pula dengan ramainya pengunjung yang datang setiap pameran buku yang diadakan oleh Bintang Buku.

Strategi pemasaran Bintang Buku menitikberatkan pada harga buku yang relatif lebih murah dibandingkan penerbit lain. Meskipun relatif lebih murah tetapi tidak mengurangi kualitas buku tersebut. Disertai dengan misi ramah lingkungan, Bintang Buku menggunakan kertas daur ulang dalam menerbitkan bukunya. Tidak lupa toko buku online BinBu yang melayani pemesanan buku secara online oleh pelanggan maupun berita-berita mengenai buku terbaru yang diterbitkan oleh Bintang Buku.

Keberhasilan Bintang Buku untuk tetap bertahan hingga saat ini berasal dari kekompakan manajemen di bawah arahan L.Taufik yang telah bergelut dalam bidang penerbitan selama 10 tahun. Didukung oleh editor-editor handal dan penulis-penulis yang setia menerbitkan bukunya di Bintang Buku, seperti Rani!, LFR, dan L.Taufik yang hasil karyanya banyak diminati masyarakat.

Untuk kedepannya, Bintang Buku berupaya untuk terus meningkatkan hubungan dengan penulis, pelanggan, pembeli buku, maupun penerbit lain sehingga Bintang Buku dapat menjadi penerbit yang terdepan di Indonesia.

=============================

mengkhayal itu memang menyenangkan. hihihihihi...

home

Thursday, October 11, 2007

(^^)

Di hari yg fitri ini, mari kita install ulang tujuan hidup kita sbg hambaNya

format ulang jalan hidup kita

update database ilmu kita

scan virus-virus dlm hati kita *jangan lupa dimasukin ke vault dan di-heal ;)*

lalu upgrade amal-amal kebaikan kita...

taqqabalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum.


mohon maaf lahir batin semuaaaaaa :)


ps: tidak menerima komentar selain dalam bentuk parcel...bwahahahahaha...


home

Tuesday, October 09, 2007

rusak

kamu tau...

engga. engga tau.

THR + liburan + toko buku diskonan itu engga bagus...

kenapa?

karena bikin orang kayak saya ini kalap!

kenapa?

kenapa? ya iyalah! mana tahan liat buku diskonan tergeletak begitu saja sedangkan ada THR di tangan? nih... *mengeluarkan buku satu per satu dari dalam tas*



yang ini *menunjuk buku paling kanan*, emang udah direncanain beli.

yang ini dan ini *menunjuk buku di tengah dan paling kiri* engga saya rencanain beli.

beli yang ini *menunjuk yang di tengah* karena baca sinopsis di bagian belakang bukunya, cerita tentang perang Bubat. Kayaknya seruuu... *tepuk-tepuk tangan*

nah, kalo buku ini *menunjuk yang paling kiri* dibeli karena diskon 50%! tangan ini begitu berat untuk meletakkannya kembali...

ckckckckck...

dan ini belum semua buku yang saya pengen. di toko itu berusahaaaaa banget supaya engga beli buku lain yang bukan saya rencanain beli. meskipun gagal sih :P
kan bulan Ramadhan, kalo nafsu beli buku banyak itu harus di-rem juga ga sih? beli barang dengan berlebihan kan ga bagus...

selama buku-buku itu memang terbaca dan engga cuma jadi pajangan, menurut saya it's ok. asal engga kayak kejadian kemarin itu, waktu kamu nyari buku di lemari, taunya nemu buku yang belum dibaca dan masih kebungkus plastik!

hehehehehe...abis buku itu kecil diantara buku-buku lain. ga keliatan...

huh. ngeles aja bisanya! oh ya, ada lagi, jangan sampai semua THR kamu dibeliin buku semua! inget dong shadaqahnya...

*menciut*

...setiap rezeki yang didapat kan ada hak orang lain...

*semakin menciut*

kenapa kamu?

*kembali ke bentuk semula* engga, ga pa-pa. *senyum*

*melihat penuh kecurigaan*

what? why are you looking at me like that?

kayaknya sekilas tadi liat, masih ada buku lain di dalam tas kamu...

*memeluk tas lebih erat*

ayo, perlihatkaaan buku yang lain! *menarik-narik tas supaya lepas dari pelukan*

engggaaaa... *berusaha supaya tas engga lepas dari pelukan*

mau liaaaat...*terus menarik-narik tas supaya lepas dari pelukan*

ga boleeeh...buku ini bukan jatah dari THR, jadi ga perlu diliatin!

emang dari jatah yang mana? *melepaskan genggaman dari tas*

dari jatah uang kuliah!

beli apa sih? buat TA ya? ;))

*menatap dengan tatapan membara*

hahahahahaha....dasar aneh. gitu aja kok pelit.

kamu juga aneh! sukanya maksa-maksa orang!

kamu lebih aneh! bikin postingan sampai harus menciptakan tokoh seperti saya!

kalo gitu kamu kurang ajar! ngomong aneh ke orang yang menciptakan kamu!

kamu itu yang aneh! ya saya ngomong gini kan kamu yang bikin!

...kamu tau...

engga. saya engga tau.

kayaknya otak saya udah mulai rusak...

nah, kalo itu saya tau...

masa kemarin, saya denger bapak saya nanya gini:
"jadi, gimana cara kamu nyari jodoh?"

saya kaget setengah mati! apa-apaan ini? ga ada angin, ga ada hujan, tiba-tiba nanya-nanya jodoh. terus, karena saya diam aja, bapak saya ngulang pertanyaannya,
"iya, gimana cara kamu nyari judul?"

ya ampun...

hahahahahaha...

home

Monday, October 01, 2007

doa

Kemarin pagi, saya menengok Abo (kakek dalam bahasa Padang) yang lagi sakit (mohon doanya ya teman-teman). Pas salaman, Abo nanya-nanya. Abo emang udah agak pikun, jadi kadang lupa ama cucunya..

"siapa ini?"
"Rani, Bo.."
"Rani?"
"Iya..anaknya Taufik..."
"Oh iya yaa...udah selesai sekolah?"
"Belum Bo...insya Allah tahun depan."

Mau ngelepasin salaman, Abo megang tangan saya lebih kuat.

"Tunggu...Abo doakan dulu."

doakan cepet lulus,Bo.

"Ya Allah...semoga cucu Abo ini cepet lulus..."

Amiin..

"...berguna bagi masyarakat sekitar..."

Amiin..jangan lupa doa buat jodohnya, Bo..

"...diperbaiki kepribadiannya, menjadi meningkat..."

Amiin..

"...disenangi masyarakat..."

Amiin..jodohnya mana nih Bo?

"...diridhai Allah SWT..."

Amiin...

"...ilmunya berguna..."

Amiin..Abo..jangan biarkan cucumu ini sendiri hingga akhir zaman...

"...dan dalam waktu dekat ini dihadiahkan oleh Allah..."

dalam waktu dekat, Bo? hadiahnya pake pita warna biru ya...

"...pasangan ruhaniahnya..."

AMIIN...

home

Sunday, September 30, 2007

test...test...

yuhuuu...nyobain browser baru nih, Flock!
lucu juga...banyak fitur...compact...bikin bingung makenya :P *bilang aja ga skill! :))*

nge-post pake blogplus, mirip-mirip ScribeFire lah...
sayangnya, ga embedded ke browsernya...

trus...Flock ini buttonnya biru, ada gambar bintangnya...hahahahaha...tak penting kali puuun :D
add-on-nya juga belum sebanyak Firefox...
mayan lah..kalo bosen pake Firefox...

udah ah. mo ngerjain tugas. nyari topik TA *on progress teman-teman, so stop asking me! :P*.

home

Blogged with Flock

Thursday, September 27, 2007

Hilang!

“Pergi dulu ya!”

Saya melangkah ke arah mobil dan membuka pintu. Ketika saya mau masuk, tiba-tiba ada 3 orang teman saya menghampiri.

“Eh, ikut dong!”
“Boleh.”

Beberapa lama di dalam mobil, saya baru ingat kalau harus mengambil duit di ATM.

“Eh, ke ATM dulu ya.”
“Ok.”

Mata saya mencari-cari ATM terdekat kemudian memarkirkan mobil di pinggir jalan. Saya dan teman-teman keluar dari mobil, kemudian kami mematung. Semua orang berada di posisi sebelah pintu mobil. Tidak ada yang bergerak. ATM itu tidak ada. Hanya ada palangnya saja.

“Ya udah. Cari yang lain aja yuk. Kayaknya di sebelah sana ada,” salah seorang teman saya memberi saran.

Saat kami mau masuk ke dalam mobil, berbalik badan, kami kembali mematung.

Mobilnya tidak adaaaa! Mobil saya hilaaaaang! T_T

“Haaa? Kemana mobilnya?” saya berteriak.

Kami saling bertukar pandang dan raut wajah semua orang hampir sama. Tercengang tak percaya. Beberapa detik yang lalu mobil itu masih ada dan kini hilang tak berbekas.

Saya melangkah ke tempat mobil terparkir sebelumnya. Berusaha meyakinkan diri bahwa saya akan menabrak mobil saya, mobil saya masih ada di sana dan mungkin mempunyai kekuatan untuk tidak terlihat.

Ternyata tidak.

Di tempat itu hanya ada angin dan debu. Jejak mobil saya tak berbekas. Menghilang dengan profesional! Pelakunya lihai sekali...

“Kemana hilangnya? Kemana?”

Tidak ada yang menjawab. Tidak ada yang tahu.

“Saya mau cari!”

Ditemani salah seorang teman, saya mencari keberadaan mobil saya. Ke daerah-daerah sekitar TKP, saya perhatikan plat-plat mobil yang mirip dengan mobil saya. Tetap tidak ada. Saya menghubungi ibu kalau mobil hilang. Anehnya, ibu saya tidak panik. Heran? Tentu.

Lelah berputar-putar, saya sudah putus asa. Teman saya berujar, “Udah, ga usah dicari. Hilangnya aja aneh gitu. Menurut hukum fisika, yang kayak gitu ga mungkin terjadi!”

Kening saya mengerut. Tapi terjadi kaaan?

Saya pulang ke rumah masih dengan kening berkerut. Bertambah mengerut karena tidak ada kepanikan yang terjadi.

“Mobilnya ilang,” saya memberitahu orang-orang.

“Tuh, ada kok,” jawab ibu saya sambil menunjuk ke arah garasi.
“Haaaa? Kok bisa?” saya berjalan ke arah garasi dan ya, mobil itu ada di sana!

Gila!!!

“Kok bisa?” saya bertanya lagi.

“Gara-gara selebaran itu.” Ibu menunjuk lembaran kertas di meja. Saya mengambil dan membacanya.

Ada sebuah organisasi yang beroperasi dengan menghilangkan barang-barang orang lain. Mereka melakukannya dengan tujuan menyadarkan orang-orang bahwa segala sesuatu yang mereka punya sejatinya bukan milik mereka. Mobil, HP, laptop, uang, bahkan orang tua mereka sendiri. Kita sejatinya tidak memiliki apa-apa.

Barang-barang yang diambil tidak diapa-apakan. Tidak dijual. Tidak dihancurkan. Hanya diambil saja. Yang merasa kehilangan, bisa mengambil barang tersebut di alamat yang tertera dalam selebaran.

Fiuh.


Bingung? Heran? Aneh? Ga usah repot-repot karena semua ini hanya mimpi saya tadi malam :D

home

Monday, September 24, 2007

testing...

ih, dah bisa upload video!



ah...di blog yang lain kan udah bisa, lama pisaaaaaan lagi uploadnya...

payah nih blogger :P

home

public-private

semua perempuan itu pada dasarnya cantik. tapi menurut saya, cantiknya itu ada yang terdeklarasi secara global dan ada yang secara lokal. yang satu public, yang satunya lagi private.

public cantik //diakui oleh semua 'bagian' -> semua orang

private cantik //diakui oleh 'bagian' tertentu -> sebagian orang

biasanya yang public cantik itu mau diapa-apain juga, ya emang diakui kalo dia cantik. kalo private cantik, biasanya diakui kecantikannya saat-saat tertentu. misalnya, saat di-make-up, saat tidur, saat difoto, atau saat dilihat dari belakang :))

hal ini kepikiran sama saya waktu ngeliat bule-bule yang kebanyakan engga menggandeng perempuan Indonesia yang public cantik. ya ga? ya ga? :D
hampir semua bule yang saya liat, rata-rata memilih perempuan yang private cantik. kenapa? kenapa? ga tau juga yaa..tanya ama bulenya aja :P

kalo saya, saya private cantik. iya, saya cantik (haha!) tapi saya mengakui kalo banyak yang lebih cantik dari saya. bukan merendah. fakta kok :D

home

Sunday, September 09, 2007

nasib mahasiswa tingkat akhir

*suatu sore*

"halo?"
"halo, Rani! mau makan malam di luar ga?"
"hooo...boleh..boleh...dimana?"
"terserah kamu. kamu mau makan apa?"
"mmm...apa yaa..."
"kamu pikirin deh..."
"ya udah di xxx aja."
"ok. nanti kamu ke sana ya."
"iya."

ada apakah gerangan? jangan-jangan ingin melunakkan hati karena mau ditanya hal sensitif..

*di tempat makan*


"gimana? enak makanannya?"
"enak..enak..."
"gimana TA kamu? dah dapet topik?"

tuh kan!

====

*suatu sore di lain hari*

"Rani...gimana kabar kamu?"
"baik...baik..."
"duh...udah tingkat empat aja. Udah dapet topik?"
"beluuum...cariin dong!"
"kamu...bisa itu ga...(menyebutkan salah satu metode pengolahan citra! hellooooo...)"

geleng-geleng.

"kalo...(menyebutkan metode pengolahan citra lainnya)?"

geleng-geleng.

"jadi gimana doooong..."

T_T

====

*suatu sore beberapa hari kemudian*

ambil nasi. duduk. makan.

"gimana kabar kamu? udah dapet topiknya?"
"belum."
"kok belum...cepet dong dapet topik..."

i know...i know..

====

*pagi hari*

duduk. gigit roti.

"gimana TA kamu? dah dapet topik?"

geleng-geleng.

"kata bapak kamu, kalo sistem informasi tuh terlalu luas. cari topik yang bagus dong..."

"..."

*beberapa jam selanjutnya*

duduk. pasang sendal. siap-siap pergi.

"mau kemana kamu?"
"ke kampus."
"pergi mulu. udah dapet topik belum?"
"..."

*sore harinya*


makan.

"Rani! gimana judul? judul?"


OH MY GOD! T_T

Kembalikan aku ke Jl. Karet Pedurenan no.240 Kuningan, Jakarta!!!


home


Powered by ScribeFire.

Thursday, August 30, 2007

ah.

saya lagi bingung.
bingung cari topik buat TA.
topik buat TA pengennya yang sederhana.
sederhana tapi bisa kepake ama semua orang.

itu aja.


*ngetes pake ScribeFire. hehe.*

home


Powered by ScribeFire.

Thursday, August 23, 2007

imaji

Minuman yang saya pesan baru saja sampai saat saya melihat perempuan itu melangkah memasuki kafe. Melihat dirinya yang menyapu pandangan ke seluruh tempat duduk yang ada, tangan saya melambai ke arahnya. Saya di sini. Senyumnya mengembang, berjalan agak cepat menuju tempat duduk kosong di depan saya.

“Haaaaaaiiii…” kami berpelukan melepas rasa rindu setelah lama tidak bertemu. Dia tidak berubah. Eh, ada ding yang berubah. Pipinya makin bulat.

“Ih, pipi kamu makin tembem aja!”
“Iya! Abis KP, aku naik 2 kilo! Huhuhu…”
“Hahahahaha…semua lemak pindah ke pipi ya?”
“Hahaha…iya nih,” dia mencubit-cubit pipinya sendiri.
“Tenang, waktu ngerjain TA pasti kurus lagi!”

Tawanya kembali berderai. Tawa khas yang tidak berubah.

“Eh, udah lama? Sorry ya, tadi aku nganterin kakakku dulu. Pesen apaan tuh?”
“Jus mangga. Pesen gih sana.”

Tangannya melambai memanggil waiter. Setelah memesan minuman dan makanan kecil, kami bercakap-cakap, bertukar kabar. Dia bercerita telah selesai membaca dua buah buku yang menegaskan mimpinya. Dengan bersemangat, dia merekomendasikan kepada saya untuk membaca buku-buku tersebut.

“Baca deh. Bukunya baguuus! Setelah baca buku itu, aku jadi makin pengen banget keliling dunia! Eh, ga dunia banget sih. Eropa dan Asia aja cukup.” ujarnya sambil mengunyah kentang goreng yang ada di atas meja.

“Emang kamu mau kemana aja?” tanya saya.
“Pertama nih ya,” dia mengacungkan jari telunjuknya, “Prancis!”
“Haruslah itu. Entah gimana caranya. Asal ga berenang aja kesana. Hehehehe…”

Saya tertawa kecil. Kemudian dia melanjutkan, “aku udah tau pertama kali mau ngapain kalo nyampe sana!”

“Emang kamu mau ngapain?” tanya saya ingin tahu.
“Aku mau ke Eiffel, terus meluk salah satu kaki besinya!”
“Haaaaa?”

Dia tertawa melihat kekagetan saya. “Ngapain kamu meluk kaki besinya?”

“Ga tau. Pengen aja.”

Saya hanya menggeleng mendengar jawabannya. “Terus, kamu mau kemana lagi?”

“Terus…mau ke Venesia!” sahutnya sambil menerawang. Mungkin membayangkan bagaimana rasanya berada di kota romantis itu.
“Udah tau juga pertama kali mau ngapain?”
“Mmm…naik gondola sih pastinya. Tapi untuk ke Venesia, aku netapin syarat nih.”

Kening saya berkerut. “Syarat? Syarat apaan?”

Perempuan di depan saya ini terdiam sebentar. Matanya bersinar penuh arti. Senyumnya mengembang hingga memperlihatkan deretan kawat giginya.

“Aku ke sana harus bareng suami.”

Kemudian dia tertawa. Saya masih bertanya ingin tahu. “Maksudnya pengen bulan madu gitu?”

“Hmmm…engga juga sih…bertahun-tahun setelah menikah baru kesana juga gak apa-apa…” dia menggantungkan kalimatnya.
“Tapi?”
“Tapiiii…yaaa…gak ada malam pertama sebelum ke Venesia. Hahahahahaha…”

Kali ini, kami tertawa bersama. “Dasar gilaaa…kasian banget suami kamu! Parah…parah…”
“Hahahahahaha…”

“Trus, kemana lagi? Inggris? Inggris?”
“Iya, mau! British! London!” kemudian dia meminum jus strawberry di hadapannya, “tapi aku gak terlalu tertarik ke Jerman lho.”
“Hm? Kenapa?”
“Sejarahnya ‘gelap’ sih. Belanda juga. Secara penjajah gitu. Yah, sekedar lewat aja deh gak apa-apa.”

Saya hanya mengangguk-ngangguk kecil sambil mencomot potongan kentang goreng terakhir.

“Yah, abis itu paling Negara Balkan, Mediteran, Rusia boleh deh, trus Asia.”
“Kenapa ga ke Amerika?”
“Mmm…pengen sih. New York, Walk of Fame, Hollywood. Tapi…males aja. Lagian Amerika tuh ga terlalu banyak yang bisa diliat juga. Kalau dibandingkan dengan Eropa, nilai historis di Eropa lebih banyak daripada Amerika karena peradaban kan lebih dulu ada di Eropa.”
“Iya sih…”

“Eh, ada satu lagi.”
“Apa?”
“Aku pengen ke suatu tempat. Tapi aku gak tau tepatnya dimana.”
“Loh? Gimana sih?”
“Jadi, suasana tempat itu ada di dalam pikiran aku tapi ga tau tempat itu dimana. Kayaknya suasana kayak gitu ada di suatu tempat di dunia ini.”
“Emang suasana kayak gimana yang ada di pikiran kamu?”

Kedua matanya menutup, mencoba menghadirkan imajinasinya.

“Suasananya…di musim gugur. Udara tidak terlalu dingin. Daun-daun berjatuhan, bayangkan dalam slow motion. Di kiri dan kanan pohon berjejer dengan daun-daunnya yang berwarna keemasan, merah tua, dan coklat. Jalanan yang berada di antara deretan pohon penuh dengan daun-daun yang berguguran. Yang terdengar hanya suara semilir angin, daun-daun yang bergesekan, dan keramaian di kejauhan.”

Kini, matanya terbuka. “Tau tempat seperti itu dimana?”

Saya menggeleng. “Belum pernah ke tempat seperti itu,” saya meminum tegukan terakhir jus mangga, “Romantis juga tuh. Bareng suami lagi?”

Dia tersenyum. “Kalau bisa sih. Hehehehe…Tapi sendiri juga gak apa-apa.”

“Minuman kamu udah habis?”
“Udah. Pergi sekarang kita?”
“Yuk.”

Setelah membayar pesanan, kami melangkah ke pintu keluar. Saya kembali bertanya, “Terus, itu semua mimpi doang? Ada usaha buat mimpi itu jadi kenyataan ga?”

“Eits, ada dong!”

Saya menghentikan langkah. Sudah mulai menjadikannya kenyataan? Boleh dong saya ikut!

“Oh ya? Ngapain emang?”

Dia menahan pintu setengah terbuka dan berbalik menatap saya.

“Berdoa! Hahahaha…” tawanya kembali berderai.

Dasar gila…

home

Sunday, July 29, 2007

Prison Break

UPDATED:
Credit buat Zakka yang sudah meminjamkan DVDnya yang berisi Prison Break season 1 episode 13-tamat dan season 2 episode 1-9.
Karena saya baik hati, bunganya 0% aja kok Zak. Bisa cicil kapan pun. Saya lebih prefer kamu bayar cash sih. Tapi terserah deh :P

Okay, first of all about this series is I want to say, just like my sister said if she had watched a great movie:

RED ALERT! YOU HAVE TO WATCH IT!

Pertama denger seri ini, ga terlalu tertarik. Apa coba menariknya nonton orang yang berusaha untuk lari dari penjara? Ga ada kan? Memutuskan untuk nonton juga karena koleksi film seri saya udah habis ditonton. Daripada mati basi di kosan kan mendingan cari tontonan toh? Ga terlalu excited buat nonton waktu pinjem dvdnya dari kakak but after few episodes, I would say, I was wrong back then. Continue with my first comment: seri ini seru abiiiiiiiiiiiiiiiiiis…

Talk about the story, storywriternya jago banget. Genious. Bisa bikin cerita sedemikian rupa, ‘menjebak’ penonton (saya) dengan adegan-adegannya dan memunculkan adegan yang berbeda dengan apa yang ada di pikiran penonton (saya). Gila. Kalo semua jari tangan dan kaki saya jempol, saya kasih semua deh buat storywriternya. Bungkus!

Hal menarik lain dari seri ini, we don’t really sure, who the bad guys or the good guys are. Sometimes, we don’t realize that we always choose side when we watch movies, the bad or the good guys. Just like watching football match, you have to choose what side you stand for. Kan ga lucu kalo gol di satu gawang, teriak kegirangan. Gol di gawang yang lain, teriak kegirangan juga. So, I choose Michael side. Whatever good or bad he is. Who can resist a guy like him? Gyahahahahahahaha…

Still, saya bingung, Michael emang mencoba untuk mengeluarkan Linc dari penjara karena Linc emang innocent tapi kan dengan cara yang salah, if we talk in reality. Robbed a bank (with the suit? Well, you’ve got style there, Michael..huehuehuehue), lari dari penjara barengan dengan penjahat-penjahat lain. Kan mereka penjahat. They belong in prison. Kenapa dia ga stuck with Veronica and seek for the truth?

Soalnya, kalo dia kayak gitu namanya bukan Prison Break!
Yeah.

Orang-orang yang menjebak Linc juga salah. Killing people without any guilt. Do whatever it takes to reach their goals. Cih. Emang politik gitu ya?

Nonton season keduanya itu cape tapi teteuup seru! Deg-degan terus. Gemes. Gitu kalo nonton film yang kejar-kejaran. Setiap episode pasti ada:
“Aduuuhh..cepetaaaaaaan…”
“Run, Michael, RUN!”
“Aduuuh..ngapain siiiih?? Cepetan pergiiiiii…”

Cape nontonnya tapi penasaran sama akhirnya. Btw, mulai ada kejanggalan di season 2 (belum nonton semua sih), bapaknya itu kemana ya? Dia kan penyebab semua ini? Mana dia? Mana? Masa dimunculin di beberapa episode trus langsung ngilang.

Semoga series ini ga terlalu melebar ceritanya, jadi tetap fokus. That’s what important for film series.

home

Saturday, July 14, 2007

gaji pertama




Hohohoho...

Gaji pertama KP niih...Perlu dipake untuk membeli hal-hal istimewa. hehehehe...
Dari beberapa hari sebelum menerima gaji ini, udah ada rencana sih mau dipake buat apa. Seperti yang terlihat di foto diatas, pengeluaran pertama untuk gaji pertama: hasilnya berbentuk sebuah bon berwarna kuning di bagian bawah foto.

Bon apakah itu?
Bon itu adalah bon dari salon!
Hahahahahahahahaha...

Creambath bo, creambath!

Seumur-umur, gw baru 2 kali creambath. Pertama kali itu pas ulang tahun gw tahun ini, 24 Januari 2007. Sejak itu, gw jadi seneng creambath. Enak. Dipijet-pijet kepalanya. Bikin rambut wangi dan halus :)

Pengeluaran kedua itu, dua buku yang dibela-belain beli di Palasari biar murah. Edensor-nya Andrea Hirata sama Buku keempatnya Klan Otori. Untuk Edensor, ga nyesellah belinya (semua buku Andrea Hirata emang ga bikin nyesel kalo dibeli kok) dan bikin kepengen keliling Eropa atau dunia sebagai backpacker juga. Kereeen...

Pengeluaran ketiga itu yang ada di foto, di sebelah kiri. Sushi!!! Hauhauhauhauhauuuu...yummy yummy yummy!

Sebenernya masih ada satu barang lagi tapi ga usah disebutin lah ya...malu :"> Gw dan Tuhan saja yang tau. Hehehehehe...

Udah deh. Segitu aja. Bingung juga sih mo dibeliin apa. Untuk sementara, sisanya disimpen, sampai tau mo dibeliin apalagi.

Hohohohohoho...

home

Wednesday, July 04, 2007

Dua minggu

Seperti yang sudah kita ketahui, *apa sih ni bahasanya* sekarang gw sedang menjalankan Kerja Praktek di Jakarta. Tadinya sih di daerah Kuningan, tapi pindah ke Sudirman, di kantor client ceritanya. Dua minggu di Kuningan, minggu ini udah mulai di Sudirman, client side…

[oot]
Kantornya enak pisan. WCnya bagus! Mushallanya enak(?). Ada catering murah dengan menu lengkap, ga pusing cari makan. Internet yang lumayan cepet jadi penghibur soalnya ga bisa Y!M-an! Astaga…mau jadi apa developer ini…Yang mengagumkan itu mesin pembuat minuman! Lo pilih cappucino, lo taruh gelas lo di bawah ‘keran’ mesin, nanti mesinnya otomatis ngeluarin susu dan kopi dengan takaran yang pas sesuai dengan gelasnya! Gila ga sih…sugoi tenan!
[/oot]

Yang akan gw tulis sekarang adalah apa yang terjadi dua minggu ke belakang. Kejadian-kejadian yang menjadi sambutan buat gw di hutan belantara Jakarta ini…

1. Hari pertama KP, seharusnya sempurna. Apa yang tidak sempurna? Baju gw! Baju gw ga matching! Tuhaaaan…Serius, di kamar itu terlihat cocok-cocok aja tapi pas jalan ke kantor…kok ngerasa aneh? Kok baju ma kerudung ga matching…Warnanya tiba-tiba berubah. Kayaknya lampu kamar gw menipu!

2. Hari kedua, udah dapet komputer. Tapi pagi itu gw bagai disambar geledek.
“Disini chatting sebaiknya tidak dilakukan…”
T_T Tidak merasakan KP Vaganza..KPGS...huks...
Ga kesepian apa? Masa ngobrolnya ama yang di sebelah kanan-kiri-depan-belakang doang. Masa ama yang ketemu tiap hari doang…duh, get a life lah kalian semuaaaaaa…

3. Flashdisk gw rusak! Haiyaaaaa…Cuma kedeteksi di laptop gw aja, di komputer lain engga. Oh no…emang ada rencana beli sih tapi ga gw kira secepat ini. Terpaksa beli deh. Nah, cerita beli flashdisk ini beda lagi. Seperti biasa, kalo beli barang pastinya survey dulu dong. Mall deket kosan gw itu, jual barang elektronik di dua lantai.

Lantai pertama, puter sekali. Tanya-tanya harga. Lantai kedua, puter sekali. Tanya-tanya harga. Toko habis, tentukan pilihan. Pertamanya, pilihan ada di toko lantai pertama. Turun ke lantai pertama. Tawar-menawar. Pengennya 100ribu. Ga ketemu harganya. Pindah ke toko lain di lantai yang sama. Tokonya dah tutup! Naik ke lantai selanjutnya. Pilih toko lain. Tawar-menawar. Ga ketemu lagi harganya, malah makin mahal.

Gyabooooo…Pusingpusingpusing. Menyerah. Harga mentok di 115ribu. Fine. Ada flashdisk yang diincer, warna biruuuuu…lucuuuuu…tapi 120ribu. Tokonya di lantai bawah. Turun lagi. Tawar jadi 115ribu ga bisa  Ga jodoh kalo gitu. Cari toko lain yang tadi jual 115ribu.

Ga ketemu.

Oh my God! Mana sih tu tokoooooo…muter-muter ga jelas...akhirnya masuk aja ke toko manapun yang jual 115ribu. Sejam muter-muter, akhirnya dapet juga flashdisk baruuu :D *tapi senyum ini akan memudar nanti…*

4. Mati lampu! Kalo pemerhati berita, tentunya tau dong saat daerah Setiabudi dan Karet mati lampu karena gardu listriknya kebakar itu. Mati lampunya mulai dari hari Minggu siang. Lagi tidur-tidur ayam di tempat tidur, eh, tiba-tiba…PET! Glapgulita. Hoyoooh…apa-apaan ini…Ngungsi ke kos D
*** ma M*** ampe sore. Pulang, berharap udah hidup lampunya dan ternyata belum T_T. Sauna malem-malem deh…
Hari Senin pagi, airnya ga ngalir! Bageeeusss banget…terpaksa numpang mandi di kosan D*** ma M***.
Pulang kantor, masih ga ada air. Ngungsi lagi ke tempat D*** ma M***, secara udah lengket ni badan…
Hari Selasa, ga ngungsi lagi, air dah ngalir soalnya. Gapapa deh sauna lagi...
Hari Rabu, air masih ngalir, sauna lagi…
Hari Kamis, kata berita mati listriknya 3 hari. Seharusnya pulang kantor dah idup tuh lampu. Tapi apa dayaaaaa…mari kita bersauna lagiiiii…
“Saunalah kamu, biar kurus!” begitu pesan ibunda…hiyaaaaaah…
Hari Jumat, gw mau pulang ke Bandung. Hohohoho…mau ngenet sepuasnya di rumah…
Apa yang terjadi Jumat siang? Berita kalo hari Sabtunya, anak-anak IF yang KP di Jakarta mau jalan ke Ragunan dan PRJ!
Gustiiiii…kemaren-kemaren pengen ke PRJ, kok anak-anak perginya pas gw pulang ke Bandung siiih…hauhauh…

5. Saat gw di mobil dalam perjalanan pulang bareng ortu, tiba-tiba bokap gw ngomong,
“Bapak dapet flashdisk 1 giga, nih!”

AAPAAAAAAAAAAAAAAAA???

@#$^%$#&*@#$%%#!

6. Saat gw masih dalam perjalanan pulang, Zakka ngasih tau kalo lampu di kosan gw udah idup.
Bageeeeuuuuuussss…pas gw pulang aja, idup!

Haah…cape ya ngeluh itu. Udah ah, kini saatnya BANGKIT!
home

Friday, June 29, 2007

weird things

ok, tagged ceritanya, dari orang ini. kirain game apa...ternyata...

so, the rule is:
Each player of this game starts with 6 weird things about themselves. People who get tagged need to write a post of their own 6 weird things as well as state the rule clearly. In the end, you need to choose 6 people to be tagged and list their names. Don’t forget to leave a comment that says you are tagged in their comments and tell them to read your blog.

blablabla...langsung sajah!

enam hal aneh yang ada pada diri saya adalah:

1. suka ngomong-ngomong sendiri.
apalagi kalo lagi jalan sendiri. ngomong sendiri, beserta ekspresi muka dan gerakan tangan. Senyum-senyum sendiri. Ngumpat-ngumpat sendiri. Wong lagi jalan sendiri...

2. kalo lagi jalan, suka bikin permainan.
misalnya, di lantai yang keramiknya berbentuk persegi, aturan mainnya itu menginjak keramik selang-seling. kalo kaki kiri sedang menginjak keramik, kaki kanan harus menginjak keramik yang berada di dua keramik selanjutnya.
ada lagi kalo lantainya itu berbentuk pola, contoh kalo di kampus itu, tiap beberapa keramik, ada keramik lain yang berbeda warna. biasanya, keramik yang berbeda warna itu ga boleh diinjak atau malah harus diinjak. tergantung mood mau aturan yang mana.

jadi, jangan heran kalo saya hampir selalu terlihat menunduk :P

kok jadi kayak OCD ya?

3. kalo milih sesuatu, suka lamaaaaaa banget...baca postingan sebelumnya :D

4. kalo pake baju yang ga matching, suka bete. jadi jangan bilang apa-apa kalo baju saya ga matching! hahahahahaha...

5. kalo makan, nasinya tertutupi ama sayur dan/atau lauk. dengan kata lain, lebih suka banyakan sayur dan/atau lauk daripada nasi

6. gampang ketawa. ini keanehan kan ya? kan ya? ya kan?

susah ternyata nyari hal-hal aneh dalam diri saya. karena saya memang bukan orang aneh toooh :D

tag selanjutnya diberikan padaaaaaa:
1. Upik! sebagai hadiah ulang tahun...hehehehhehe...
2. Ranny. dikerjain ya jeng :D
3. nyer. biar lo ada kerjaan pas KP :P
4. blueveil. halooo..pa kabar? :)
5. mata. hehehehehe...penasaran, ta :D
6. siapa aja deh yang mau...bingung milihnya...

home

Friday, June 15, 2007

cerita tentang sepatu

seminggu ini aktivitas yang saya lakukan adalah jalan-jalan mencari sepatu. seminggu. it takes a week to get a new pair of shoes.
what's wrong with me ya?
it always be like that. from one store to another, one mall to another.

saya memang seorang pemilih. untuk memilih sesuatu pasti banyak banget pertimbangannya.
contohnya ya sepatu yang saya cari-cari ini. kriterianya:
1. warna netral terang
2. harga di bawah 100 ribu
3. pake heels tapi ga pengen tinggi-tinggi amat

tuh, cuma 3 kriterianya tapi ngedapetin sepatu yang sesuai kriteria ini susahnya minta ampun. paling sedih kalo udah ada yang sesuai kriteria tapi ukurannya ga pas. misalnya ya, biasanya yang dipajang di rak itu mostly nomor 37. ga muatlah di kaki saya. minta nomor 38. kadang masih ga muat juga. minta nomor 39. eeeh...malah kegedean atau nomornya ga ada. pernah juga nomor 39 masih sempit juga. minta 40, katanya 39 nomor paling besar. heran deh. sepatunya yang aneh atau kaki saya yang aneh?

rekor terakhir itu, nyoba di satu toko dengan 5 sepatu dan dari kelima sepatu itu ga ada yang jadi dibeli. hehehehe...saya ampe kasihan liat mbaknya. duh...maaf yaa, mbak...

jalan-jalan cari sepatu, pastinya kaki yang jadi korban. hari ini mungkin sakit kaki yang paling parah banget. kalo jalan, sakitnya itu ampe pinggul! kalo kedua kaki saya bisa ngomong, mungkin mereka udah menjerit-jerit minta saya untuk berhenti jalan. duh...maaf yaa, kaki...

ditambah lagi, kadang perhatian saya teralih. liat baju bagus, pengen beli. liat rok lucu, pengen beli. ga fokus. setiap saya seperti itu, pasti ngomong ama diri sendiri:

"fokus, Rani, fokus! kamu ke sini untuk beli sepatu! fokus!"

hahahahahaha...susah jadi perempuan :P

kembali ke masalah sepatu. seperti yang udah saya sebut sebelumnya, saya orangnya pemilih. kalo ada satu sepatu yang bagus di satu toko tapi tidak memenuhi salah satu kriteria, saya akan mencari sepatu yang lain. dalam pikiran saya:

"masih ada di tempat lain, masih ada di tempat lain..."

gitu aja terus. pikiran kayak gitu kan sebenernya bikin cape. pikiran itu yang selalu ada selama beberapa hari kemarin dan mengorbankan kaki saya untuk terus melangkahkan kaki hampir ke semua toko di mall yang saya datangi. daerah dago, ciwalk, bip, ip, paskal hypersquare (ga ada apa-apa disini mah. cuma ada tempat makan doang), paris van java, diaz, matahari, yogya, kings...cape lah pokona mah.

hari ini, saya memutuskan untuk tidak berpikir seperti itu lagi. hari ini, pilih sepatu yang saya suka, beli langsung!

pikiran seperti itu sangat mempermudah pemilihan sepatu. tapi, ujung-ujungnya, sepatu yang saya pilih malah engga sepenuhnya sesuai kriteria yang sudah saya tetapkan. sepatu yang dibeli malah:
1. warna netral gelap
2. diatas 100ribu -> saya tiba-tiba menyesal saat bayar di kasir. ga sadar gitu kalo kriteria harga tidak terpenuhi. mau ga jadi beli, kok ya ga lucu. udah di depan kasir gitu...
3. ada heels dan ga tinggi-tinggi amat -> terpenuhi. yay!

saat sepatu itu ada di tangan saya, berbagai pikiran berkecamuk.

kok malah beli yang diatas 100ribu?
standar harga sepatu berapa sih?
kok malah beli yang gelap?
tapi sepatunya bagus kok...lucuuuu...sukaaaaa...
kalo ga tahan lama gimana?
setiap beli barang pasti ada resiko...
kok saya beli sepatu aja lama banget ya?
masa bikin keputusan untuk membeli sepatu aja susah banget?


dan pikiran mulai melebar kemana-mana...

kalo milih calon suami, gini juga?
lama banget dong milihnya...ga jadi-jadi nikahnya kalo gini...
kok milih, emang ada yang mau? hehe...
lha...trus gimana?
kan banyak yang harus dipikirin. ga mungkin oke-oke gitu aja...
jelas, sepatu <> calon suami!


hehehehehehe...

home

Sunday, June 10, 2007

dijual cepat!

kotak pensil

warna: biru muda
bahan: corduroy (gini ga sih nulisnya?)
dimensi: 20 x 9 x 0.5 cm
umur: kira-kira sebulan setengah








dijual cepat. harga mulai Rp10.000. bisa nego. berminat: hubungi atau buzz.

***

kira-kira satu setengah bulan yang lalu saya berencana membeli kotak pensil untuk mengganti kotak pensil saya yang telah berumur hampir 5 tahun(!) di tangan saya. di dalam pikiran, saya sudah membayangkan kotak pensil apa yang saya inginkan. detailnya:
- warnanya biru tentu saja. mau bahannya kek, resletingnya kek, pokoknya biru!
- berbahan plastik, karena kotak pensil saya saat itu berbahan kain jaring-jaring
- kalo bisa ada gambar bintangnya :D
- ukuran sedang. tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar.
- sebaiknya tidak memiliki 'lebar'. analogikan dengan balok yang ada panjang, lebar dan tinggi. saya tidak mengharapkan si 'lebar' ini ada pada kotak pensil saya.
- harga dibawah 20.000, sebaiknya di bawah 15.000

tempat pencarian kotak pensil saya lakukan mulai dari istek, gramedia, point, gunung agung, hingga tiap-tiap toko di bip yang menjual kotak pensil saya datangi. hasilnya: nihil.

esoknya, saya pergi ke ciwalk, masih dalam rangka berburu kotak pensil. kembali saya datangi setiap toko yang menjual kotak pensil dan saya tetap tidak menemukan kotak pensil yang menjadi impian saya :(

fine. it's time to compromise.

akhirnya saya memutuskan untuk memilih salah satu kotak pensil yang ada di toko yang saya datangi. cukup lama saya berdiri diantara deretan kotak pensil dihadapan saya. pilih corak, warna, ukuran, dan tentu saja harga. terpilihlah kotak pensil yang gambarnya ada di bagian atas postingan ini.

nah, sampai disitu, saya cukup berbahagia dengan kotak pensil yang telah saya beli. hingga....

hari sabtu yang indah, matahari bersinar cerah, serta langit biru yang membuat senyum merekah, saya melenggangkan kaki ke salah satu mall tertua di kota bandung. iseng-iseng saya memasuki salah satu toko yang ada di mall tersebut. cuci mata ceritanya.

liat-liat. liat-liat. tiba-tiba saya menghentikan aktivitas saya.

i was stunned.

di hadapan saya, ada sebuah kotak pensil yang:
- memiliki resleting warna biru
- berbahan plastik
- bergambar bintang-bintang berwarna biru
- berukuran sedang
- tidak memiliki 'lebar'

*gasp*

yes, it's exactly as i dream of. exact. c'est exact!

duh, Gustiiii nu Agung...

kenapa kamu baru muncul sekarang kotak pensiiiil?
kenapa ga satu setengah bulan yang laluuuuuu?
kenapa ga muncul saat saya cari-cari kamuuuuu...

huhuhuhuhuhuhu...

sedih saya. sedih. yang membuat saya makin sedih, harga kotak pensil dihadapan saya ini...lebih murah!

T_T

udah beli aja...
ga mau. kan baru beli kemarin...
tapi ini kan yang kamu pengen...
ga mau. saya baru beli kotak pensil satu setengah bulan yang lalu!
trus gimana dong?
gimana dong? gimana doooong? hauhauuuuu...
dijual aja kotak pensilnya gimana? duitnya nanti buat beli yang ini...
dijual? dijual? boleh juga...pinter juga kamu...
ya iyyyalaaaaah...

so, dijual nih dijual...beli ya beli yaaaa...

atau ada yang mau beliin saya kotak pensil itu? (*_*) *ngarep dotcom*

ampe segitunya banget pengen kotak pensil. beli aja lagi kenapa sih? toh murah kan?
tapi kan jadinya saya membeli barang yang tidak saya perlukan. dan itu engga baik untuk kesehatan mental!
yah, punya dua juga ga masalah kali...
justru jadi masalah. kalo saya beli kotak pensil itu, saya jadi lebih suka sama kotak pensil yang saya beli dibandingkan yang ada sekarang. sebaiknya ga gitu. biarlah saya melepaskan kotak pensil sekarang dan membiarkannya bahagia dengan orang lain...*halah :P*
trus, kalo ga kejual gimana?
ya udah, berarti emang ga jodoh ama kotak pensil yang itu
trus, kalo ga kejual tapi kotak pensil itu habis, udah ga ada gitu, gimana?
ya udah, berarti ga jodoh ama kotak pensil yang itu. jelas kan? ga kejual gitu kotak pensilnya...
trus, kalo udah kejual tapi kotak pensil yang kamu pengen udah habis, gimana? ga punya kotak pensil dong?
ya tetep punya. kan beli lagi yang baru. hohohohohohohoho...
iya ya. bener juga kamu...
ya iyyyyalaaaah...

***

saya merasa sedikit gila dengan menjual kotak pensil ini.
kesannya, saya engga puas dengan apa yang saya miliki.
salah?
salah kalo saya memperjuangkan apa yang saya inginkan?

home

Thursday, June 07, 2007

Kita Untuk Mereka*

- start of prolog -
Salah satu tulisan yang ingin dipublikasikan namun takdir mengatakan lain :P
- end of prolog -

Kita Untuk Mereka*

Pernah nonton The Princess Diaries?

Ya, ya, ya, film jebot gitu masih ditanya. Ada yang belum nonton? Sini, saya ceritain. Jadi ceritanya itu, ada seorang perempuan biasa, bernama Mia (diperankan oleh Anna Hathaway), yang cupu, kuper, kacamata, dan berbehel *saya banget ga sih :P* hidup di suatu kota di Amerika. Suatu hari, dia dikejutkan oleh suatu berita yang telah ditutupi selama bertahun-tahun, yaitu dia adalah seorang putri kerajaan Genovia (Dimanakah ituuuu? Cari aja di peta, dijamin ga ada. Mwehehehehe…). Suatu berita yang membuat dirinya harus memilih antara menjadi seorang putri penerus kerajaan atau hanya menjadi seorang perempuan biasa di Amerika. Inti dari film ini sih pergulatan batin yang terjadi pada Mia, yang harus memilih antara 2 pilihan tersebut.

Ada hal yang paling berkesan saat saya nonton film itu. Masih terekam dalam ingatan saat Mia menyebutkan alasan keputusan dia untuk menjadi putri penerus kerajaan Genovia (whooops…spoiler! :P). Satu kalimat yang penting dari Mia. Terjemahan bebasnya:

“Berapa kali dalam sehari, saya menyebut ‘saya’?”

Kalau dengar pertanyaan itu, saya pikir itu adalah pertanyaan yang konyol. Jawabannya, jelas: banyak! Tapi, jika dipikirkan lagi, pertanyaan itu bukan pertanyaan yang konyol. Justru pertanyaan itu (seharusnya) menohok dada tiap orang yang mendengarnya. Maksud Mia adalah berapa sering kita hanya memikirkan diri sendiri? Yang kita ucapkan hanyalah ‘saya, saya, dan saya’. Bukan, bukannya kita harus mengurangi penggunaan kata ‘saya’ dalam percakapan sehari-hari. Tetapi, sebenarnya kita masih punya kata ‘mereka’ dalam hidup kita.

Seperti dalam lirik dari suatu lagu (dinyanyikan oleh Indonesian Voices) yang terinspirasi dari berbagai bencana yang terjadi di Indonesia.

Dalam kuasa-Nya
Di dalam genggaman-Nya
Hidup kita
Badai hidup ini
Perih menyakitkan
Pasti kan berlalu
Ada rencana-Nya untuk kita

Ini aku saudaraku
Aku ada untuk dirimu

Setiap saya mendengar lagu ini, saya selalu bertanya pada diri saya sendiri. Apakah saya ada untuk ‘mereka’? Apa yang telah saya lakukan untuk ‘mereka’?

Tahu Oprah Winfrey Show? Setiap Rabu-Minggu jam 10.05 di MetroTV (hohoho…) Saya selalu menontonnya jika berkesempatan dan karenanya saya selalu iri dengan Oprah. Karena Oprah selalu ingin membahagiakan orang di sekitarnya dan dia bisa melakukannya!

Mewujudkan mimpi seorang anak untuk bisa bersekolah, membelikan sebuah rumah kepada seorang penggemarnya karena penggemarnya tinggal dalam sebuah apartemen kecil berisi 12 orang yang mengharuskan mereka berbagi tempat tidur, memberikan beasiswa kepada seorang anak yatim piatu hanyalah beberapa contoh dari berbagai hal yang bisa dilakukan Oprah.

Tahukah apa yang menjadi tema besar Oprah Winfrey Show dalam musim tayang yang baru (menurut yang ada di MetroTV)?

“What have you done today to make you feel proud?”

Yeah, what we have done today to make us proud?

Dan seperti Andrea Hirata dalam Laskar Pelangi-nya:

“…hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya.”

Kita ada... untuk memberikan cinta
Kita ada... untuk menolong sesama
Kita semua... dalam kasih-Nya
Dalam sayang-Nya

Kita untuk mereka.

home

Monday, June 04, 2007

ganti

iya. ganti lagi. balik lagi. yang sebelumnya bagus sih tapi tidak compatible di semua komputer. kecewa. ini ajalah. plain tapi compatible di semua komputer.

suatu trade-off yang harus diambil.

halah.

home

Saturday, May 19, 2007

three days ago

three days ago was the last day i had class (exams not included) in 6th semester, the most hectic semester. normally, i should happy for that. cause most people say, 7th semester isnt as hectic as 6th.

but i was not. i wasnt happy. i was sad. and i was confused. why should i feel sad? what for?

for no more overload and overlap assignments?
for no more doing graphic assignments every week?
for no more that damn software project documents thing?
for no more doing assignments in long weekend?
for no more deadlines (hopefully you, readers, are not forget to notice the 's' after 'deadline'!)?
for no more stress, panic-stricken, crazy laugh and fool things that we do after we got depressed?

hahahahaha...

im surely gonna miss those times...

after some sleeps and 8 episodes of grey's anatomy (haha!), i made it clear.

what i felt, wasnt a sad feeling. i was scared.
i was scared for everything in front of me after this.
i was scared for things that will come to me.

i was scared...to move on.

im sure everyone must have been felt like that.

it's my time, then.

...

everything's gonna be ok, rite? :)

home

Thursday, May 17, 2007

1605

you know what?
im tired being like this.
over and over again.

could you just say what you want to say?
could you just say what you want to say to me?
cause i dont know whether you are just being you
or being someone else who wants to say something to me.

(ok, you can play the 'say something' song as backsound right now)

so i can stop wondering.
or i can stop this.

if you dont have something that you want to say
act like one.


say.
say what i want you to say.



yes, me, being emotional.

home

Sunday, May 13, 2007

food!

setiap perjalanan ke suatu tempat, tentunya perlu mencicipi makanan apa saja yang ada di tempat tersebut. bukan begitu? (jawab: bukaaaaan....)

dari perjalanan yang telah saya lalui, tidak lupa saya ambil foto makanan yang saya makan sebagai kenang-kenangan. hehehe...cocok untuk dilihat saat lapar tetapi tidak cocok saat puasa :))

untuk perjalanan yang ini, sepertinya engga terlalu aneh-aneh makanannya. secara di sini juga ada gitu...


makan pagi. roti. roti. roti. cereal. roti. mana ada nasi goreeeeng...



naaaah...tampak yummy bukan? :D cuma salad, ayam, kentang, kacang polong, dan wortel.



cherries! ini mah kudu dibeli! jarang-jarang makan cherries...nyam...



masakan asia emang ada dimana-mana. yang ini namanya paket sushi lengkap! ada sushinya, ada saladnya, ada soupnya, ada buahnya...pokoke poool!

*OOT mode on*

hayoh...restoran apa yang ada dimana-mana? hampir di setiap kota di indonesia ini pasti ada. restoran apakah itu?

jawabannya adalah restoran masakan padang! hohohohohohoho...

*OOT mode off*



aneh deh, dibilangnya ini kebab. kan bingung. isinya ayam, kentang, ama saus. plus roti gede yang kerasnya minta ampun *iya, saya ampuni kamu, keras.*

tapi ya...meskipun berada di negeri orang, hendaknya kita selalu ingat negeri kita sendiri. teteup makan:



ind*miiiee...selerakuuuuuuu... :))

home

Saturday, May 12, 2007

ancestor said....

(10 Mei 2007. +-Pk.23.10. Lokasi: mobil, perjalanan pulang dari kampus.)

ancestor: kamu...ngerjain tugas apa sih ampe jam segini?
saya: tugas proyek perangkat lunak...
ancestor: oooh...emang disuruh ngapain?
saya: ya...bikin perangkat lunak...
ancestor: perangkat lunak apa?
saya: ng...semacam aplikasi web gitu deh...
ancestor: trus...kok sampai jam segini? kenapa ga dikerjain dari siang?
saya: udaaah...dari kemaren malah...
ancestor: ya dibagi-bagi dong tugasnya...
saya: udaaaah..udah dibagi-bagi...
ancestor: kok kayaknya sekarang sekolah susah ya. dulu ga kayak gitu deh. sekolah macam apa itu...


(11 Mei 2007. +-Pk.21.00. Lokasi: rumah, meja makan.)

ancestor: jadi, udah selesai tugasnya (tugas ppl)?
saya: udah.
ancestor: kapan kamu ujian? seminggu lagi ya?
saya: iya.
ancestor: karena mau ujian, makanya tugasnya selesai ya?
saya: enggaaaa..masih ada lagi...
ancestor: masih ada lagi? kok dosen kamu ga ber-perikemanusiaan gitu sih?

(2 detik berlalu)

saya: huahahahahahahaahaha...memang! memang!..hahahahahaaha

Saturday, May 05, 2007

bury

buat yang suka nonton grey's anatomy (season 1 apa 2 ya?), pastinya inget episode saat Cristina Yang nangis ga berhenti-berhenti.

apa? lupa?

haduuh...itu lhoo...pas bagian:

*spoiler mode on*
Cristina harus bed rest karena keguguran. karena orangnya bandel, masih aja ngurusin pasien. berkat saran dari dia, pasiennya bisa ketauan penyakitnya apa. trus, pas dikasih tau kalo saran dia bener, dia langsung nangis. ga bisa berhenti. bahkan Cristinanya sendiri bingung kenapa nangisnya ga bisa berhenti.
*spoiler mode off*

inget kan? masa ga inget...kapan lagi liat Cristina nangis coba?

setelah gw melakukan analisis *caelah*, apa yang terjadi pada Cristina itu karena dia suka memendam perasaan. apa yang terjadi pada dia, dia pendam sendiri. ya ga sih?

setelah nonton episode itu, gw jadi inget ama diri gw sendiri. gw pernah ngalamin hal itu. iya, nangis ampe ga bisa berhenti. mendinglah nangisnya di dalam kamar, saat sendirian, di malam hari. lha ini nangisnya saat acara keluarga dan banyak orang!

jadi, waktu itu ada acara ulang tahun pernikahan kakek-nenek dari pihak ibu. semua orang ngumpul, banyak makanan! :D biasa kan ya, sebelum makan pasti ada acara ngemeng-ngemengnya dulu. poci-poci ga jelas padahal makanan udah mulai memanggil-manggil :P nah, pas ngemeng-ngemeng itu ada acara testimoni dari anak-anak kakek-nenek alias ibu, paman, dan tante gw. wajar dong timbul keharuan saat itu.

mata udah mulai berkaca-kaca...

masih bisa ditahan tuh.

saat semua orang sudah mulai mengeluarkan airmata, entah haru entah sedih, gw mulai melepas bulir-bulir itu untuk terjun bebas. hanya sebentar saja. orang lain nangis kok gw engga? ntar kesannya gw malah ga punya emosi :P

tapi ternyata itu keputusan yang salah. sejak itu, gw malah ga bisa berhenti nangisnya, sampai dibawa ibu ke kamar buat nenangin diri. sempat berhenti tapi ketika ibu dateng buat liat kondisi gw, melihat wajah ibu dan matanya yang merah karena abis nangis, gw kembali nangis dengan hebat.

"kamu kenapa?"
"eng...eng...engga..tau..."

di antara isakan tangis, gw susah banget buat ngomong. gw juga ga ngerti kenapa ga bisa berhenti. entah menangis sampai berapa lama, akhirnya bisa berhenti. tapi ketika mengingat saat-saat gw nangis, gw masih bisa nangis lagi meskipun tidak sehebat sebelumnya. saat bisa berhenti, gw bertanya-tanya. kenapa? apa sebabnya? saat itu, gw berkesimpulan, gw nangis karena melihat ibu nangis. setiap membayangkan wajah ibu dan matanya yang merah karena nangis, gw nangis lagi.

setelah menonton episode saat Cristina nangis, gw menemukan kesimpulan baru.

tangisan gw waktu itu adalah suatu bentuk akumulasi, akumulasi dari hal-hal yang gw pendam sendiri. akumulasi dari airmata-airmata yang seharusnya gw keluarkan sebelum-sebelumnya. mungkin yang terlihat adalah gw yang selalu tertawa, tersenyum, sampai seorang teman bertanya,

"kok lo ga pernah marah sih? ketawa mulu kerjaannya. marah dong..."

trus gw ketawa dengernya. iyalah, masa kalo ada hal yang lucu malah marah. kan...lucu :P

gw pastinya pernah marah, pernah nangis, tapi ga perlu gw tunjukkin kan? ga perlu dipendam juga. just like james said, i got to let it go.

home

Sunday, April 29, 2007

**** ** and ****!

tadi gw baru aja nonton oprah show dengan bintang tamunya dixie chicks. they talked about the controversy that happened after the 12 words which came out from Natalie, lead singer of dixie chicks. it was happened in London, on their tour, when mr.bush decided to attack iraq.

"...we're ashamed that the President of the United States is from Texas."

that's it. apa yang terjadi setelah 12 kata itu, gw baru tau setelah nonton oprah. people suddenly hated them. protes, bikin poster ngehina dc, boikot konser, buang cd mereka, radio ga mau muter lagu mereka, ampe ancaman pembunuhan. yang paling parah itu ya menurut gw, diliatin ada ibu lagi gendong anaknya, diwawancara tentang dc. she said, "screwed with them." and then, she asked(!) her son, "say it!"

and i was like....whaaaat? helloooo, maybe your son even doesn't know who dixie chicks are!

sebegitunyakah? gw tau kontroversi yang terjadi sama mereka, kalau mereka dibenci ama orang-orang amerika (walaupun ga semuanya sih) karena 12 kata itu. tau kalo mereka diboikot meskipun pada akhirnya mereka menang grammy tahun ini. tapi gw ga tau kalo ampe segitunya banget. hanya karena ingin mengeluarkan pendapat tentang bapak presiden yang satu itu tapi mereka mendapat perlakuan kayak gitu. yang katanya negara bebas, bebas bicara, bebas mengeluarkan pendapat, bebas ngapa-ngapain. dan waktu gw nonton tadi ada cuplikan orang yang ngomongnya, "mereka bebas ngomong apa aja tapi jangan di depan umum (atau di luar negeri ya?)"

lhaaa....kalo kayak gitu apa esensi dari bebasnya dong pak? :))

tapi...

orang-orang juga bebas mengeluarkan pendapat atas pendapat mereka ya? namanya juga bebas. mau protes, mau boikot, mau ngeluarin ancaman pembunuhan, bebas-bebas aja ya?

and one of the radio announcer said, "why can't they just shut up and sing?"

It's a sad sad story
That a mother will teach her daughter
that she ought to hate a perfect stranger.
And how in the world
Can the words that I said
Send somebody so over the edge
That they'd write me a letter
Saying that I better shut up and sing
Or my life will be over...

I'm not ready to make nice,
I'm not ready to back down,
I'm still mad as hell
And I don't have time
To go round and round and round
It's too late to make it right
I probably wouldn't if I could
Cause I'm mad as hell
Can't bring myself to do what it is
You think I should

well, your mouth is your tiger *halah* and semua orang berhak untuk dihormati sebenarnya...sejahat, sejelek, sehina, se-moron apapun orangnya. even a bit.

dan gw baru sadar ternyata lagu yang ini emang cerita tentang kontroversi mereka. main sedot aja sih...hehehe...

home

Thursday, April 05, 2007

what

a few days ago, i went to an exhibition, 'study in UK', together with my sister. actually, im just accompanying her. as far as i see, i think, she's going to get some scholarship and study abroad.

hell, yeah! you go, girl!

when we got there, she was so excited. taking all of the brochures, asking lot of question to the..the...well you know...representatives from UK's universities. not just only her. all of people in that room were excited. and me? what was i doing? im just sat on the chair, read brochures, and ate bolu cake and brownies. hohoho...it was surely delicious one :P

just that.

"why dont you ask them (representatives)?" she asked.

"i dont know what to ask."


yes. i dont know what to ask. i havent thought about this whole things. this whooooole things.

questions were on my head that evening. until now.

suddenly, realized, i havent made a plan for my life.


what am i going to do after i graduate?

what will i do for living?

am i going to find a job?

or am i going to take postgraduate?

what will i take?

am i going to take something related with informatics?

or not? management?

business?

art?

what?

i dont know. one thing i know, i have to take something i like. and it's directed to one question.

what do i like?

even for this question, i cant find the answer.

do i have to start thinking bout this?

yes!

home


Wednesday, March 28, 2007

i've got the power?

- masa SMA -

"kamu...namanya sapa?"
"Lafra."
"kamu...punya kakak ya disini?"
"ha?"
"iya, kakak kamu sekolah di sini juga kan?"
"engga kok..."
"masa sih? padahal kamu mirip ama si xxx..."
"oh ya?"

- masa kuliah, saat pertama-tama masuk -

"Lafra punya kakak di ITB?"
"engga."
"tapi Lafra mirip banget lho ama yyy!"
"..."

- saat mengikuti suatu training -

"eh, Fra, kamu anaknya ibu zzz ya?"
"ha? bukan...."
"bukan ya? kamu mukanya mirip banget ama ibu zzz. dosen kimiaku tuh."
"..."

- saat mengumpulkan jawaban ujian PKn -

"kamu...anaknya ibu aaa?" --> dosennya yang nanya lho!
"ha? bukan, bu..."
"oooh....kirain anaknya ibu aaa. mukanya mirip."

- saat mengikuti suatu seminar. dihampiri oleh seorang perempuan -

"teteh masih inget sama saya?"
"ha? sapa ya?"
"saya temennya bbb, adik teteh."
"haa? salah orang. saya ga punya adik..."
"oh? salah ya?"
"..." @_@

- saat perjalanan pulang. melewati dua orang laki-laki dan perempuan yang engga gw kenal(!) -

laki-laki: halo... (gw yakin dia nyapa gw! arah matanya ke gw kok)
gw: .... (berjalan terus dan berlalu. wong ga kenal gitu!)
perempuan: lo nyapa siapa?
laki-laki: itu...kirain si ccc. mirip banget!



emangnya wajah gw sebegitu pasarannya ya?

denger-denger sih, emang di dunia ini ada orang(-orang) yang mirip dengan diri kita. contohnya ya yang di tivi-tivi itu, yang memparodikan para public figure.

tapi apakah yang mirip dengan diri gw sebegitu banyaknya???

liat aja, di semua percakapan di atas, orang-orang yang mirip gw itu bukan orang yang sama. semuanya beda! kan gila namanya...

jangan-jangan...

tanpa gw sadari, gw punya kekuatan untuk berubah menjadi orang lain...
kayak mystique...

wuow.

sugoiiiiii! :D


home

Sunday, March 18, 2007

gila!

pergi dari kampus itu kurang lebih jam setengah tujuh malam. di kepala udah ada rencana mau ngapain aja di rumah. edit dokumen ppl (proyek perangkat lunak), ngerjain grafika, dan belajar buat uts jarkom (jaringan komunikasi dan pengamanannya).

tapi apa daya, di siliwangi tiba-tiba macet. kalo pas jalan turunan sih ga masalah. tinggal lepas gigi dan nginjek rem doang. kebayang pas tanjakan.

tidaaaak...T_T

macetnya yang bener-bener macet merayap. saya kira cuma di siliwangi, ke arah cihampelas, doang. mungkin semua orang pengen ke ciwalk (cihampelas walk).

ciwalk?

enaknya kalo mampir.

saat-saat macet begini, duduk di salah satu gerai makanan (JoCO mungkin? :P~)...
pesan dua buah donat dan segelas minuman...
seandainya ada hotspot, tinggal buka laptop...haree genee masa ga ada...
bisa sekalian edit dokumen juga kok...

....

yang bener aja!
banyak tugas kayak gini, masih aja pake acara mampir ke ciwalk!

tapi ternyata eh ternyata...

selesai di siliwangi, untuk belok ke kanan, ke arah cipaganti, pun saya tak bisa. macet abis!

tampaknya saya memang ditakdirkan untuk mampir :D

memacu mobil menuju ciwalk. diri saya pun bertanya, apakah saya cukup gila untuk mampir ke ciwalk? apakah saya cukup gila menghabiskan waktu sendirian di suatu gerai makanan?

sebenernya bukan hal gila kok. biasa aja. kan menunggu jalanan ga macet lagi. sekali-kali ga masalah kali...
gila ah! tugas masih banyak! kalo ke ciwalk, mau nyampe rumah jam berapa? mending kalo macetnya cepet selesai, kalo engga?
terus, bagaimana dengan nasib dua buah donat dan segelas minuman?

engga! saya harus pulang!

persimpangan rumah sakit advent, saya belok kanan menuju jalan sederhana. masa sih macetnya ampe sederhana?

iya. ternyata macetnya sampai jalan sederhana, terus nyambung ke jalan jurang dan bungur. bisa jadi sampai sukajadi. ma-cet me-ra-yap.

apa-apaan sih ini? ngapain sih orang-orang? ga tau apa saya harus sampai di rumah dalam waktu yang sesingkat-singkatnya? ga tau apa kalo masih banyak hal yang harus saya kerjakan malam ini? ya, saya lihat plat B, B, B, B, B, B, B, ada T juga, A, dan KT pula.

what the hell they are doing heeeeeeerrrreeee?

jam setengah 8 saya masih belum sampai rumah. mungkin kalo tadi ga belok, saya sudah bisa menikmati dua buah donat dan segelas minuman.

jam 8 saya masih harus berjuang dengan kopling, rem, dan rem tangan. saat itu juga saya menyesal engga mampir.

jam 8 lebih dikit saya mulai berpikir untuk menulis hal ini di blog.

bayangkan, jika saya tadi mampir, mungkin saat ini saya sedang melakukan pengeditan dokumen ppl saya. tentunya dengan ditemani dua buah donat dan segelas minuman.
jika tadi saya mampir, mungkin saat ini saya sedang mengetik kode grafika. tentunya dengan ditemani dua buah donat dan segelas minuman.
jika tadi saya mampir, mungkin saat ini saya sedang nonton film dengan ditemani dua buah donat dan segelas minuman! gyahahahahahaha...

jam 8 lewat 18 menit saya sampai di depan pagar rumah. dua jam! perjalanan yang seharusnya hanya dalam waktu setengah jam harus saya tempuh selama dua jam!

telah terbuang satu setengah jam dalam hidup saya.

kopling saya bisa lebih awet tanpa satu setengah jam itu.
bensin saya bisa lebih irit tanpa satu setengah jam itu.
berlembar-lembar dokumen bisa saya edit dalam waktu satu setengah jam!
berbaris-baris kode bisa saya ketikan untuk menyelesaikan grafika!!

mulai...berlebihan.

see, even if you think it is the craziest thing you can do, it could be the right thing you should do.


dan saya bisa menghabiskan dua buah donat dan segelas minuman dalam waktu satu setengah jam! :P~~~

home