Wednesday, January 24, 2007

it's today.

Beranjak dewasa kakakku Rani tercinta
makasih...tapi perasaan saya ga pernah punya adek deh @_@
Sudah saatnya belajar berpijar
berpijar? tapi saya bukan lampu...
Tinggalkan Jakarta demi masa depan cipta
sejak saya lahir, saya telah meninggalkan Jakarta! orang saya tinggal di bandung. situ aneh banget sih...
Sudah waktunya mulai terjaga
kata bang rhoma sih: "begadang jangan begadang..."

Beranjak melentik kakakku Rani yang cantik
duh, jadi malu dibilang cantik :") tapi sekali lagi, saya tidak pernah punya adek! situ ngidap sister complex ya?
Jadikan masa depanmu menari
waw...masa depan saya hebat banget, bisa nari! bisa ngoding juga ga dia?
Ingat s'lalu pesan kedua orang tuamu

Jalani dengan hatimu yang tulus

Dan jangan takut, jangan layu
ok.
Pada semua cobaan yang menerpamu, jangan layu
ok, ok.
Kami selalu bersamamu dalam derap
kami? kamiii? tidaaaakk...saya tak tahu saya punya adik yang begitu banyak! atau...kalian fans saya yaaaaa? ;))
Dalam lelap mimpi indah bersamamu
*gasp* maaf, saya tau, you are all my fans. but, please, it doesnt mean i will sleep with you!

Padamkan sekejap warna-warni duniamu
Saat kau mulai kehilangan arah
Nyalakan sekejap warna-warni duniamu
Saat berjalanmu kembali tegap

Mungkin semua ini 'kan cepat berakhir
Semoga semua ini adalah
Persinggahan sementara mimpimu

(Perhatikan, Rani! - SO7)

amin. amin. amin.

yep, it's today. today i become twenty. and hopefully, mature. bah.
setiap mendengar usia 20an tuh serasa tuaaa gitu. it feels like it's time for something bigger. it's time to face the real life.
im growing...old. man. so fast time's passing me by...

terima kasih untuk teman-teman yang sudah mengucapkan selamat kepada saya. semoga semua doa dikabulkan dan dikabulkan untuk teman-teman juga :)

gee.
im twenty.
im twenty!
im twenty?
im twenty!!
im twenttttyyyyyyyyy!!!

*going nuts*

home

Saturday, January 20, 2007

mupi ripyu: Saw III

setelah berbagai aral melintang, ancaman, hambatan, tantangan, dan gangguan yang menghadang, akhirnya...............nonton juga :D

overall, menurut saya, film ini paling berdarah dibanding yang sebelum-belumnya. tetapi, malah yang paling kurang dari segi cerita. apa mungkin karena ini udah sekuel ketiga, jadi udah tau pola permainan yang dimulai,

"hello, [nama korban]...i want to play a game..."

dilanjutkan adegan perjuangan korban untuk keluar dari 'permainan' si jigsaw (sang pelaku), kemudian diakhiri adegan brutal korban yang gagal atau korban yang berhasil keluar dari permainan. mostly, korban engga berhasil, jadi kita akan disuguhkan 'bubur manusia' (blah!), meskipun engga selalu jadi 'bubur' sih...

sebenernya ga bakalan mengulas lebih jauh tentang film ini. intinya, film ini cukup menghibur kok. yang pengen ditulis disini mengenai pertanyaan-pertanyaan yang timbul di pikiran saya ketika menonton film ini.

misalnya, sebenernya si jigsaw ini pengen ga sih korban dia selamat? kan katanya dia pengen memberikan pelajaran kepada korban yang (umumnya) telah melakukan kesalahan.
kalo pengen, kenapa juga bikin permainan yang dilihat dari segi manapun juga, kecil kemungkinan korban untuk lolos.

okelah, ada yang lolos, contohnya ya si Amanda itu. tapi, liat dulu permainan yang dikasih ke dia seperti apa. 'cuma' bongkar isi perut orang buat ngedapetin kunci dan tidak ada alat yang membuat gerakan Amanda menjadi terbatas. tergolong 'mudah' kan?

coba liat permainan korban lain. umumnya, korban ter-attach pada alat yang membuat gerakan korban menjadi terbatas atau menimbulkan nyeri yang amat sangat. hanya orang gila yang bisa keluar dari permainan macam itu.

nah, kalo permainan yang diberikan mendekati mustahil untuk diselesaikan, trus, gimana pesan jigsaw bisa sampai? gimana korban mendapatkan pelajarannya atau menceritakan pada orang lain tentang pelajaran yang didapatkannya? kan dia keburu mati...

kemudian, gimana jigsaw tau permasalahan apa yang terjadi dalam kehidupan korban? hebatnya, jigsaw sampai tahu sebegitu mendetailnya tentang masalah yang terjadi. luar biasa.

selanjutnya, kenapa penonton tidak diberikan potongan yang lengkap tentang kebenaran yang ada dalam film ini? engga hanya dalam film ini sih tapi film-film yang lain juga, pasti ada suatu kepingan kebenaran yang hanya akan diungkap di akhir cerita. kayak dalam Saw III ini, pasti banyak yang terjebak dengan adegan,

"i want a divorce."

terbingung-bingung mencari hubungan antar adegan, hingga di akhir film semua menjadi jelas setelah kepingan kebenaran terakhir diungkap. dan saya merasa tertipu. gimana penonton bisa menebak maksud pelaku dengan benar kalo engga dikasih tau semua kebenarannya? licik :P

and i'm sure, you all will say, "it's the main purpose of a movie: twisted audience" or "that's why they called it a movie!" or "come on, it's just a movie!"

ya,ya,ya...

terakhir, menurut saya, moral dari film ini cuma satu, yaitu syukuri apapun yang dimiliki sekarang. coz you don't what you've got till it's gone...uuuu...pap-pap-pap... :D

---

mengingat perjuangan yang telah dilalui untuk mendapatkan film ini, tak lupa saya ucapkan terimakasih kepada satu-satunya forum yang membuat semua ini terwujud ;)
dan kepada jeng yang satu ini atas pinjeman harddisknya...
kemudian kepada weno, yang telah ikut terjun dalam usaha saya mendapatkan film ini. meskipun tak berhasil, yang penting usaha kan wen? and hope you enjoy the movie :D

...
...
...
...
...
...
...
...

hihihihihihi...

ada yang panas tuh namanya ga disebut...hehehehe...

iya, iya, buat herdy yang telah berbaik hati mendonlot dan menyimpannya hingga bisa saya copy. sayangnya, minjemin flashdisk susahnya minta ampun. peliiit! :P

engga deeenng...

bisa-bisa ntar ga didonlotin lagi Saw berikutnya...

hahahahahahaha...

home

Tuesday, January 16, 2007

dimulai dari sini

18 desember 2006

terdapatlah di sebuah rumah, sebuah keluarga dengan anak bungsunya yang akan menghadapi ujian akhir semester. sang bapak dan anak bungsu sedang berkumpul di meja makan. sang bapak sedang bekerja dengan komputernya dan sang anak bungsu sedang berasyik masyuk dengan cemilan.

sang bapak: kapan kamu ujian semester?
anak bungsu: besok
sang bapak: sampai kapan?
anak bungsu: mmm...ampe tanggal 22. trus libur. trus dilanjutin lagi tanggal 3.
sang bapak: oh? bapak mau pergi nih tanggal 4 dan 5. mau ikut?
anak bungsu: kemana?

sang bapak menyebutkan salah satu tempat.

anak bungsu: hoooo...
sang bapak: gimana?
anak bungsu: mmm...tapi tanggal 5 saya ada deadline tugas...
sang bapak: ya tugasnya selesain sebelum deadline dong...
anak bungsu: ga bisa...
sang bapak: masa ga bisa sih?
anak bungsu: ga bisaaaaaa...
sang bapak: jadi kamu bisanya kapan? tanggal 8-9 bisa ga?
anak bungsu: ga bisa, ada presentasi tugas.
sang bapak: jadi kapan dong? 10-11?
anak bungsu: hmmm...kayaknya bisa...emang ga pa-pa?
sang bapak: ah, bisa diatur itu...
sang bapak: 10-11 ya?
anak bungsu: hehehehehehe...

beberapa hari kemudian...

sang bapak: waduh! ternyata bapak engga bisa nih tanggal 10-11, harus ada di jakarta.
anak bungsu: yaa...*ngangguk-ngangguk*

29 desember 2006

di sebuah lab yang nyaman, anak bungsu sedang duduk dengan tenang sambil mengerjakan tugasnya. tiba-tiba dia terkejut dengan adanya getar ponsel di sampingnya. terlihat nama sang ibu di layar ponsel. setelah bercakap-cakap sebentar, sang ibu bertanya,

"kamu ditanyain ama bapak, bisa pergi ga tanggal 8?"
"ga bisa. kan saya ada presentasi tugas tanggal 9."
"oh, ya sudah."

beberapa hari kemudian, sang bapak memberitahu kepada anak bungsu,

"tanggal 15 bisa ga? bapak bisa nih."
anak bungsu terdiam.
"ok?"
"boleh, boleh."

2 januari 2007

sang bapak dan ibu sedang makan siang, kemudian muncul anak bungsu untuk ikut makan.

sang bapak: udah pesen tiket nih! jadi ikut kan?
anak bungsu tersenyum.
sang ibu: ikut aja lah kamu!
sang bapak: oh, dia harus ikut!
anak bungsu: loh, kenapa harus ikut?
sang bapak: bapak kan udah mundurin jadwal demi kamu, jadi kamu harus ikut! kalo kamu ga ikut, ngapain bapak mundurin jadwal. pergi aja dari kemarin-kemarin!
anak bungsu: hehehehehehe...

sang ibu: iya! boleh lah kamu liat siti nurhaliza!

home

Friday, January 12, 2007

a fool-and-shallow conversation

- start conversation in a class with a-little-freak lecturer -

a-little-freak lecturer:
you, do you want to be a career woman or a housewife?

me:
mmm...a housewife.

a-little-freak lecturer:
a housewife? *laughing*
then why are you here?

me:
*just staring at him*

- end of conversation with a-little-freak-lecturer –

what?
is there something wrong with an undergraduated housewife?

justru bagus kan?
ya kan?
mendidik anak dengan bekal pendidikan yang tinggi atau pendidikan yang 'secukupnya'?
lebih baik mana?
dengan pendidikan yang bagus bukankah bisa berdampak bagus juga?

home

Thursday, January 11, 2007

bosan

yeah.
ganti layout lagi nih.
sebenernya yang ini udah bikin dari dulu, tapi baru dipake sekarang.

sepi banget ya layoutnya?
bodo ah.
abis bosan ama yang dulu.
mencari suasana baru ceritanya.


yeah.
mencari suasana baru itu menyenangkan.

misalnya, saya bosan tiap ke kampus lewat arah setiabudhi. kebayang ga sih, hampir 7 hari dalam seminggu, hampir 30 hari dalam sebulan, melewati jalan yang sama, bolak-balik, pergi-pulang. kalo udah kayak gitu, biasanya ngambil jalan lewat jalan layang pasupati.

tapi...

kebayang ga sih hampir 7 hari dalam seminggu, hampir 30 hari dalam sebulan, melewati jalan yang sama, bolak-balik, pergi-pulang. kalo udah kayak gitu, biasanya balik lagi lewat setiabudhi.

gyahahahahahaha...

atau...

setelah dari parkiran, jalan ke labtek V (hampir 7 hari dalam seminggu bersemedi disini nih) lewat fisika. kebayang ga sih, hampir 7 hari dalam seminggu, hampir 30 hari dalam sebulan, melewati jalan yang sama, bolak-balik, pergi-pulang. kalo udah kayak gitu, biasanya ngambil jalan pulang lewat sipil atau kalo masuk lewat gerbang depan, ngambil jalan lewat CC.

atau...

biasanya pake jam tangan di tangan kiri.
lama-lama bosan kaaan...
coba pake jam tangan di tangan kanan.
bagus, melatih otak.

tapi...

biasanya untuk pertama kali bingung.
liat ke tangan kiri,

"kok jamnya ga ada?"

gyahahahahahaha...

*ngapain ketawa? sebenernya ga lucu kan ya?*

tapi...

dalam pemikiran menghilangkan kebosanan ini, terpikir,
kalo udah punya suami gimana?
hidup bersama...for the rest of my life.
masa bosan? ga boleh dong.

engga mungkin bosan sih.

karena ada rasa di sana.

ada tujuan, visi, misi...

*apa sih...emangnya mau bikin himpunan?*

home