Friday, June 29, 2007

weird things

ok, tagged ceritanya, dari orang ini. kirain game apa...ternyata...

so, the rule is:
Each player of this game starts with 6 weird things about themselves. People who get tagged need to write a post of their own 6 weird things as well as state the rule clearly. In the end, you need to choose 6 people to be tagged and list their names. Don’t forget to leave a comment that says you are tagged in their comments and tell them to read your blog.

blablabla...langsung sajah!

enam hal aneh yang ada pada diri saya adalah:

1. suka ngomong-ngomong sendiri.
apalagi kalo lagi jalan sendiri. ngomong sendiri, beserta ekspresi muka dan gerakan tangan. Senyum-senyum sendiri. Ngumpat-ngumpat sendiri. Wong lagi jalan sendiri...

2. kalo lagi jalan, suka bikin permainan.
misalnya, di lantai yang keramiknya berbentuk persegi, aturan mainnya itu menginjak keramik selang-seling. kalo kaki kiri sedang menginjak keramik, kaki kanan harus menginjak keramik yang berada di dua keramik selanjutnya.
ada lagi kalo lantainya itu berbentuk pola, contoh kalo di kampus itu, tiap beberapa keramik, ada keramik lain yang berbeda warna. biasanya, keramik yang berbeda warna itu ga boleh diinjak atau malah harus diinjak. tergantung mood mau aturan yang mana.

jadi, jangan heran kalo saya hampir selalu terlihat menunduk :P

kok jadi kayak OCD ya?

3. kalo milih sesuatu, suka lamaaaaaa banget...baca postingan sebelumnya :D

4. kalo pake baju yang ga matching, suka bete. jadi jangan bilang apa-apa kalo baju saya ga matching! hahahahahaha...

5. kalo makan, nasinya tertutupi ama sayur dan/atau lauk. dengan kata lain, lebih suka banyakan sayur dan/atau lauk daripada nasi

6. gampang ketawa. ini keanehan kan ya? kan ya? ya kan?

susah ternyata nyari hal-hal aneh dalam diri saya. karena saya memang bukan orang aneh toooh :D

tag selanjutnya diberikan padaaaaaa:
1. Upik! sebagai hadiah ulang tahun...hehehehhehe...
2. Ranny. dikerjain ya jeng :D
3. nyer. biar lo ada kerjaan pas KP :P
4. blueveil. halooo..pa kabar? :)
5. mata. hehehehehe...penasaran, ta :D
6. siapa aja deh yang mau...bingung milihnya...

home

Friday, June 15, 2007

cerita tentang sepatu

seminggu ini aktivitas yang saya lakukan adalah jalan-jalan mencari sepatu. seminggu. it takes a week to get a new pair of shoes.
what's wrong with me ya?
it always be like that. from one store to another, one mall to another.

saya memang seorang pemilih. untuk memilih sesuatu pasti banyak banget pertimbangannya.
contohnya ya sepatu yang saya cari-cari ini. kriterianya:
1. warna netral terang
2. harga di bawah 100 ribu
3. pake heels tapi ga pengen tinggi-tinggi amat

tuh, cuma 3 kriterianya tapi ngedapetin sepatu yang sesuai kriteria ini susahnya minta ampun. paling sedih kalo udah ada yang sesuai kriteria tapi ukurannya ga pas. misalnya ya, biasanya yang dipajang di rak itu mostly nomor 37. ga muatlah di kaki saya. minta nomor 38. kadang masih ga muat juga. minta nomor 39. eeeh...malah kegedean atau nomornya ga ada. pernah juga nomor 39 masih sempit juga. minta 40, katanya 39 nomor paling besar. heran deh. sepatunya yang aneh atau kaki saya yang aneh?

rekor terakhir itu, nyoba di satu toko dengan 5 sepatu dan dari kelima sepatu itu ga ada yang jadi dibeli. hehehehe...saya ampe kasihan liat mbaknya. duh...maaf yaa, mbak...

jalan-jalan cari sepatu, pastinya kaki yang jadi korban. hari ini mungkin sakit kaki yang paling parah banget. kalo jalan, sakitnya itu ampe pinggul! kalo kedua kaki saya bisa ngomong, mungkin mereka udah menjerit-jerit minta saya untuk berhenti jalan. duh...maaf yaa, kaki...

ditambah lagi, kadang perhatian saya teralih. liat baju bagus, pengen beli. liat rok lucu, pengen beli. ga fokus. setiap saya seperti itu, pasti ngomong ama diri sendiri:

"fokus, Rani, fokus! kamu ke sini untuk beli sepatu! fokus!"

hahahahahaha...susah jadi perempuan :P

kembali ke masalah sepatu. seperti yang udah saya sebut sebelumnya, saya orangnya pemilih. kalo ada satu sepatu yang bagus di satu toko tapi tidak memenuhi salah satu kriteria, saya akan mencari sepatu yang lain. dalam pikiran saya:

"masih ada di tempat lain, masih ada di tempat lain..."

gitu aja terus. pikiran kayak gitu kan sebenernya bikin cape. pikiran itu yang selalu ada selama beberapa hari kemarin dan mengorbankan kaki saya untuk terus melangkahkan kaki hampir ke semua toko di mall yang saya datangi. daerah dago, ciwalk, bip, ip, paskal hypersquare (ga ada apa-apa disini mah. cuma ada tempat makan doang), paris van java, diaz, matahari, yogya, kings...cape lah pokona mah.

hari ini, saya memutuskan untuk tidak berpikir seperti itu lagi. hari ini, pilih sepatu yang saya suka, beli langsung!

pikiran seperti itu sangat mempermudah pemilihan sepatu. tapi, ujung-ujungnya, sepatu yang saya pilih malah engga sepenuhnya sesuai kriteria yang sudah saya tetapkan. sepatu yang dibeli malah:
1. warna netral gelap
2. diatas 100ribu -> saya tiba-tiba menyesal saat bayar di kasir. ga sadar gitu kalo kriteria harga tidak terpenuhi. mau ga jadi beli, kok ya ga lucu. udah di depan kasir gitu...
3. ada heels dan ga tinggi-tinggi amat -> terpenuhi. yay!

saat sepatu itu ada di tangan saya, berbagai pikiran berkecamuk.

kok malah beli yang diatas 100ribu?
standar harga sepatu berapa sih?
kok malah beli yang gelap?
tapi sepatunya bagus kok...lucuuuu...sukaaaaa...
kalo ga tahan lama gimana?
setiap beli barang pasti ada resiko...
kok saya beli sepatu aja lama banget ya?
masa bikin keputusan untuk membeli sepatu aja susah banget?


dan pikiran mulai melebar kemana-mana...

kalo milih calon suami, gini juga?
lama banget dong milihnya...ga jadi-jadi nikahnya kalo gini...
kok milih, emang ada yang mau? hehe...
lha...trus gimana?
kan banyak yang harus dipikirin. ga mungkin oke-oke gitu aja...
jelas, sepatu <> calon suami!


hehehehehehe...

home

Sunday, June 10, 2007

dijual cepat!

kotak pensil

warna: biru muda
bahan: corduroy (gini ga sih nulisnya?)
dimensi: 20 x 9 x 0.5 cm
umur: kira-kira sebulan setengah








dijual cepat. harga mulai Rp10.000. bisa nego. berminat: hubungi atau buzz.

***

kira-kira satu setengah bulan yang lalu saya berencana membeli kotak pensil untuk mengganti kotak pensil saya yang telah berumur hampir 5 tahun(!) di tangan saya. di dalam pikiran, saya sudah membayangkan kotak pensil apa yang saya inginkan. detailnya:
- warnanya biru tentu saja. mau bahannya kek, resletingnya kek, pokoknya biru!
- berbahan plastik, karena kotak pensil saya saat itu berbahan kain jaring-jaring
- kalo bisa ada gambar bintangnya :D
- ukuran sedang. tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar.
- sebaiknya tidak memiliki 'lebar'. analogikan dengan balok yang ada panjang, lebar dan tinggi. saya tidak mengharapkan si 'lebar' ini ada pada kotak pensil saya.
- harga dibawah 20.000, sebaiknya di bawah 15.000

tempat pencarian kotak pensil saya lakukan mulai dari istek, gramedia, point, gunung agung, hingga tiap-tiap toko di bip yang menjual kotak pensil saya datangi. hasilnya: nihil.

esoknya, saya pergi ke ciwalk, masih dalam rangka berburu kotak pensil. kembali saya datangi setiap toko yang menjual kotak pensil dan saya tetap tidak menemukan kotak pensil yang menjadi impian saya :(

fine. it's time to compromise.

akhirnya saya memutuskan untuk memilih salah satu kotak pensil yang ada di toko yang saya datangi. cukup lama saya berdiri diantara deretan kotak pensil dihadapan saya. pilih corak, warna, ukuran, dan tentu saja harga. terpilihlah kotak pensil yang gambarnya ada di bagian atas postingan ini.

nah, sampai disitu, saya cukup berbahagia dengan kotak pensil yang telah saya beli. hingga....

hari sabtu yang indah, matahari bersinar cerah, serta langit biru yang membuat senyum merekah, saya melenggangkan kaki ke salah satu mall tertua di kota bandung. iseng-iseng saya memasuki salah satu toko yang ada di mall tersebut. cuci mata ceritanya.

liat-liat. liat-liat. tiba-tiba saya menghentikan aktivitas saya.

i was stunned.

di hadapan saya, ada sebuah kotak pensil yang:
- memiliki resleting warna biru
- berbahan plastik
- bergambar bintang-bintang berwarna biru
- berukuran sedang
- tidak memiliki 'lebar'

*gasp*

yes, it's exactly as i dream of. exact. c'est exact!

duh, Gustiiii nu Agung...

kenapa kamu baru muncul sekarang kotak pensiiiil?
kenapa ga satu setengah bulan yang laluuuuuu?
kenapa ga muncul saat saya cari-cari kamuuuuu...

huhuhuhuhuhuhu...

sedih saya. sedih. yang membuat saya makin sedih, harga kotak pensil dihadapan saya ini...lebih murah!

T_T

udah beli aja...
ga mau. kan baru beli kemarin...
tapi ini kan yang kamu pengen...
ga mau. saya baru beli kotak pensil satu setengah bulan yang lalu!
trus gimana dong?
gimana dong? gimana doooong? hauhauuuuu...
dijual aja kotak pensilnya gimana? duitnya nanti buat beli yang ini...
dijual? dijual? boleh juga...pinter juga kamu...
ya iyyyalaaaaah...

so, dijual nih dijual...beli ya beli yaaaa...

atau ada yang mau beliin saya kotak pensil itu? (*_*) *ngarep dotcom*

ampe segitunya banget pengen kotak pensil. beli aja lagi kenapa sih? toh murah kan?
tapi kan jadinya saya membeli barang yang tidak saya perlukan. dan itu engga baik untuk kesehatan mental!
yah, punya dua juga ga masalah kali...
justru jadi masalah. kalo saya beli kotak pensil itu, saya jadi lebih suka sama kotak pensil yang saya beli dibandingkan yang ada sekarang. sebaiknya ga gitu. biarlah saya melepaskan kotak pensil sekarang dan membiarkannya bahagia dengan orang lain...*halah :P*
trus, kalo ga kejual gimana?
ya udah, berarti emang ga jodoh ama kotak pensil yang itu
trus, kalo ga kejual tapi kotak pensil itu habis, udah ga ada gitu, gimana?
ya udah, berarti ga jodoh ama kotak pensil yang itu. jelas kan? ga kejual gitu kotak pensilnya...
trus, kalo udah kejual tapi kotak pensil yang kamu pengen udah habis, gimana? ga punya kotak pensil dong?
ya tetep punya. kan beli lagi yang baru. hohohohohohohoho...
iya ya. bener juga kamu...
ya iyyyyalaaaah...

***

saya merasa sedikit gila dengan menjual kotak pensil ini.
kesannya, saya engga puas dengan apa yang saya miliki.
salah?
salah kalo saya memperjuangkan apa yang saya inginkan?

home

Thursday, June 07, 2007

Kita Untuk Mereka*

- start of prolog -
Salah satu tulisan yang ingin dipublikasikan namun takdir mengatakan lain :P
- end of prolog -

Kita Untuk Mereka*

Pernah nonton The Princess Diaries?

Ya, ya, ya, film jebot gitu masih ditanya. Ada yang belum nonton? Sini, saya ceritain. Jadi ceritanya itu, ada seorang perempuan biasa, bernama Mia (diperankan oleh Anna Hathaway), yang cupu, kuper, kacamata, dan berbehel *saya banget ga sih :P* hidup di suatu kota di Amerika. Suatu hari, dia dikejutkan oleh suatu berita yang telah ditutupi selama bertahun-tahun, yaitu dia adalah seorang putri kerajaan Genovia (Dimanakah ituuuu? Cari aja di peta, dijamin ga ada. Mwehehehehe…). Suatu berita yang membuat dirinya harus memilih antara menjadi seorang putri penerus kerajaan atau hanya menjadi seorang perempuan biasa di Amerika. Inti dari film ini sih pergulatan batin yang terjadi pada Mia, yang harus memilih antara 2 pilihan tersebut.

Ada hal yang paling berkesan saat saya nonton film itu. Masih terekam dalam ingatan saat Mia menyebutkan alasan keputusan dia untuk menjadi putri penerus kerajaan Genovia (whooops…spoiler! :P). Satu kalimat yang penting dari Mia. Terjemahan bebasnya:

“Berapa kali dalam sehari, saya menyebut ‘saya’?”

Kalau dengar pertanyaan itu, saya pikir itu adalah pertanyaan yang konyol. Jawabannya, jelas: banyak! Tapi, jika dipikirkan lagi, pertanyaan itu bukan pertanyaan yang konyol. Justru pertanyaan itu (seharusnya) menohok dada tiap orang yang mendengarnya. Maksud Mia adalah berapa sering kita hanya memikirkan diri sendiri? Yang kita ucapkan hanyalah ‘saya, saya, dan saya’. Bukan, bukannya kita harus mengurangi penggunaan kata ‘saya’ dalam percakapan sehari-hari. Tetapi, sebenarnya kita masih punya kata ‘mereka’ dalam hidup kita.

Seperti dalam lirik dari suatu lagu (dinyanyikan oleh Indonesian Voices) yang terinspirasi dari berbagai bencana yang terjadi di Indonesia.

Dalam kuasa-Nya
Di dalam genggaman-Nya
Hidup kita
Badai hidup ini
Perih menyakitkan
Pasti kan berlalu
Ada rencana-Nya untuk kita

Ini aku saudaraku
Aku ada untuk dirimu

Setiap saya mendengar lagu ini, saya selalu bertanya pada diri saya sendiri. Apakah saya ada untuk ‘mereka’? Apa yang telah saya lakukan untuk ‘mereka’?

Tahu Oprah Winfrey Show? Setiap Rabu-Minggu jam 10.05 di MetroTV (hohoho…) Saya selalu menontonnya jika berkesempatan dan karenanya saya selalu iri dengan Oprah. Karena Oprah selalu ingin membahagiakan orang di sekitarnya dan dia bisa melakukannya!

Mewujudkan mimpi seorang anak untuk bisa bersekolah, membelikan sebuah rumah kepada seorang penggemarnya karena penggemarnya tinggal dalam sebuah apartemen kecil berisi 12 orang yang mengharuskan mereka berbagi tempat tidur, memberikan beasiswa kepada seorang anak yatim piatu hanyalah beberapa contoh dari berbagai hal yang bisa dilakukan Oprah.

Tahukah apa yang menjadi tema besar Oprah Winfrey Show dalam musim tayang yang baru (menurut yang ada di MetroTV)?

“What have you done today to make you feel proud?”

Yeah, what we have done today to make us proud?

Dan seperti Andrea Hirata dalam Laskar Pelangi-nya:

“…hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya.”

Kita ada... untuk memberikan cinta
Kita ada... untuk menolong sesama
Kita semua... dalam kasih-Nya
Dalam sayang-Nya

Kita untuk mereka.

home

Monday, June 04, 2007

ganti

iya. ganti lagi. balik lagi. yang sebelumnya bagus sih tapi tidak compatible di semua komputer. kecewa. ini ajalah. plain tapi compatible di semua komputer.

suatu trade-off yang harus diambil.

halah.

home