Sunday, November 20, 2016

The Unknown Heroes


Who are they? They are the story writer of the film series!

Randomly browsing Instagram, I often found many quote posts from film series. Then I realized, people keep quoting from fictional characters. Why only the characters who always get the credits? Who's behind them? Who created them? Of course, the storywriter! Hellooo.

Some lists from the series that I fond of:
Friends - David Crane and Marta Kauffman
Gilmore Girls - Amy Sherman-Palladino (in the early series. Thank you for the revival!)
That's 70 Show - Bonnie Turner, Terry Turner, Mark Brazill
Grey's Anatomy - Shonda Rhimes
Prison Break - Paul Scheuring
The Big Bang Theory - Chuck Lorre, Bill Prady
Newsroom - Aaron Sorkin

So, here, I would like to thank the people who made my life so fun! Thank you for all tears and laughters! Love you all!

Sunday, November 13, 2016

The battle


Sebagai seorang pembaca buku, perseteruan antara buku virtual dan buku fisik selalu ada. Saya selalu memilih buku fisik karena lebih menyenangkan. Pengalaman memilih-milih cover, membuka halaman demi halaman, melihat buku bertumpuk atau berdampingan itu me-nye-nang-kan.

Tapi perkembangan teknologi selalu berkembang dan terus berusaha memenuhi kebutuhan para konsumen bandwidth. Beberapa kali saya mencoba untuk membaca buku virtual (Tidak, saya berusaha tidak mengkhianatimu, oh, tumpukan-buku-yang-tidak-pernah-habis). Pertama, lewat iBook di iPad. Hanya mencoba membaca buku-buku gratis, biasanya buku-buku sastra klasik luar. Beberapa buku diunduh tapi tidak ada yang selesai dibaca.

Kedua, lewat aplikasi Bookmate. Awal tahu ada Bookmate, karena ada SMS promo dari Indosat. Hahaha. Lumayan bisa baca gratis selama sebulan. Cicip, cicip, secara koleksi, ada buku dalam dan luar negeri. Sayang, secara user experience, aplikasinya kurang smooth. Beberapa kali nemu bug. Mungkin sekarang sudah lebih baik lagi. Secara reading experience, melelahkan. Membaca huruf-huruf kecil berdempet dari layar ukuran kurang dari 5 inchi bukan cara yang bagus untuk menjaga kesehatan mata. Jadi terpikir Kindle yang punya layar berbeda dan (katanya) tidak membuat mata lelah (Tidak, saya tidak mengkhianatimu, oh, tumpukan-buku-yang-tidak-pernah-habis). Akhirnya saya hapus aplikasinya.   

Sedikit bosan baca buku, saya menjajal Scoop. Saya membaca....majalah. Dari ponsel saya yang berukuran kurang dari 5 inchi itu. Egh. Swipe-Zoom in-Drag leftrightleftright-Zoom out-Swipe. Egh. Kurang kerjaan. Saya hapus aplikasinya setelah membaca majalah itu.

Hingga suatu hari, di feed instagram saya, ada repost dari sebuah akun buku, seseorang yang membaca buku dari aplikasi iJakarta. Aplikasi apa lagi nih? Iseng-iseng install dan halaman pertama di daftar koleksinya ada....Critical Eleven! Wait, what? Serius nih bisa dibaca? Itu salah satu buku yang ingin saya baca tapi masih berat hati untuk membeli bukunya. Buku itu langsung dipilih dan ternyata di iJakarta sistemnya seperti perpustakaan. Kita bukan membeli buku tapi meminjam. Waktu pinjaman selama 3 hari. Jika buku habis dipinjam, kita bisa antri untuk meminjam buku tersebut dan akan diberitahu kalau buku tersebut sudah available. Menarik sekali kan? Selain pinjam, kita juga bisa donasi.Tapi...saya belum pernah coba :D Bilang aja pelit.


Secara koleksi, iJakarta cukup oke dibanding aplikasi-aplikasi lain. Meskipun koleksinya hanya berisi buku dalam negeri dan terjemahan. Dari Ika Natassa sampai Okky Madasari. Dari Boim Lebon sampai Sapardi Djoko Damono. Dari Agatha Christie sampai Neil Gaiman! Bahkan seri buku Tokoh Tempo pun ada. Tinggal nunggu seri Sastra Dunianya KPG nih. Kemarin saya senang karena yang tadinya hanya iseng cari buku #Girlboss-nya Sophia Amoruso, ternyata ada! Langsung saya kebut baca hanya dalam 3 hari. Haha. Memang tidak semua koleksi buku penulis-penulis itu ada di iJakarta, tapi lumayanlah kalau mau coba cicip-cicip buku yang masih setengah hati ingin dibeli. (Saya tidak mengkhianatimu, tumpukan-buku-yang-tidak-pernah-habis! Jangan baper deh.)

Secara user experience, aplikasi masih ada bug-bugnya sedikit tapi masih termaafkan. Secara reading experience, memang melelahkan lihat layar ponsel itu. Tapi pakai aplikasi di ponsel, membaca jadi mudah sekali. Saya bisa baca waktu pompa asi, waktu ngelonin anak, atau waktu break di kantor tanpa terlihat terlalu santai membaca buku. Hahaha. Yah, akhirnya supaya tidak terlalu lelah mata, harus sering mengistirahatkan mata atau memberi jeda waktu baca antar buku.

Jadi, tumpukan-buku-yang-tidak-pernah-habis, saya tidak mengkhianatimu. Saya hanya menambah tumpukan-buku-virtual-yang-tidak-pernah-habis!

Friday, September 02, 2016

book review: Lelaki Harimau

Yay, selesai baca satu buku lagi!

Kalau dihitung dari awal tahun, sampai saat ini sudah selesai 9 buku dari target......36 buku. *sigh*

Ok, saatnya realistis: 12 buku aja lah. Dengan waktu 4 bulan yang tersisa, sepertinya cukup feasible untuk baca 3 buku lagi. *cari buku-buku tipis*

***

Nama Eka Kurniawan sebenarnya sudah lama saya dengar. Lelaki Harimau, Cantik Itu Luka, Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas, O, sudah sering berseliweran di depan mata saya. Banyak review yang merekomendasikan buku-buku Eka tapi entah kenapa saya tidak terlalu tergerak untuk mulai membaca. Akhirnya memutuskan untuk mencecap Lelaki Harimau pun karena termasuk dalam long list Man Booker Prize 2016.

Well, that book must be good, pikir saya.

Dan memang, mereka tidak salah.

Lelaki Harimau ditulis sebagian besar dalam bentuk narasi, minim dialog. Hal yang jarang terjadi di buku-buku yang pernah saya baca. Meskipun minim dialog, tapi cerita mengalir dengan lancar. Menariknya, Eka menuliskan ceritanya seperti lapis per lapis. Diberikannya sedikit demi sedikit lapisan cerita kepada pembaca, yang membuat pembaca menjadi penasaran akan menjadi apa lapisan-lapisan itu.

Alur cerita dibuat maju dan mundur dengan banyak menceritakan latar belakang masing-masing tokoh. Kadang saya lupa tentang harimau yang menjadi judul buku ini. Bahkan harimaunya pun hanya sepersekian porsinya dari cerita. But still, catchy title.

Ada sedikit 'kecelakaan' waktu saya baca buku ini. Saya membuka halaman terakhir, ternyata klimaksnya di sana. Hahahaha. Tapi tidak membuat saya berhenti membaca. Saya kagum dengan diksi Eka. Banyak kalimat yang membuat saya bertanya-tanya apakah Eka menulisnya dengan lancar atau sengaja memilih-milih dari kamus. Kata-kata yang dirangkai dalam kalimat baru yang belum pernah saya baca. Penuh perumpaan tanpa terasa berlebihan. Tidak heran dengan keahliannya ini, ia disebut sebagai Pramoedya selanjutnya.

Monday, May 02, 2016

My happy place

Akhirnya punya juga meja (kerja) sendiri di rumah. Nyarinya udah kayak nyari jodoh, susyah cyiiin...banyak syaratnya hahaha. Pengennya itu:
1. Warna putih
2. Ga terlalu besar supaya ga makan space, plus kalau pindahan gampang
3. Kalau bisa ada lacinya

Tadinya pengen meja ikea yang seri micke.
Udah suka banget sama modelnya yang paling kecil tapi tapi tapi kok ya harganyaaaa...sayang juga kalau harus ngeluarin duit segitu buat meja kecil doang. Nyari-nyari yang second, ga ada. Nemu juga yang bikin KWnya tapi udah habis T_T

Ya sudah, lupakan saja.

Browsing-browsing di marketplace, susah juga nyari yang pas di hati. Ada yang pas, udah order, tiba-tiba ditelpon kalau barang di produsennya udah kosong. Di-PHP-in T_T
Cari-cari lagi. Akhirnya malah kayak begini:


1. Warna biru
2. Ukuran lebih besar dari yang diinginkan di awal
3. Ga ada lacinya.

Ga sesuai dengan syarat di awal. Hahahahaha.

But I looooove it. Setelah dipikir-pikir, mungkin meja warna putih itu rawan kotor. Kalau ukuran kecil, ga bisa buat naruh barang macam-macam. Untuk laci, beli yang bahan kardus lucu-lucu yang surprisingly muat banyaaak. Iya, ini memang sedikit menghibur diri, tetap alhamdulillaah. Syenang syekali.

Now, let me sit and enjoy my new happy place!

Friday, April 15, 2016

About social media

How many social media account do you have? I have Facebook, Plurk, Twitter, Line, and Instagram. Some people asked me to join Path. No, thank you. Five are already enough. Nowadays, mostly I become a silent reader. I don't have the urge to update every account anymore.

If I rank it, my least social update is on Facebook. I think I have to 'clean' my timeline because I often  see many bad/sad shared stories or (virtual) wars. Bad for nursing mom ckck. Fourth, Line. I only use Line to contact olshop seller. Hahaha. Next, Twitter. Maybe because I am kinda visual person, so looking at full text is a bit tiring. Second, Plurk. Mostly people in Plurk because they are bored/tired of other social media. Well, me too.

Right now Instagram would be my first social media that I check. As the saying goes, a picture says a thousand words. Its 'explore' feature will makes you, "how did I end up here?" Seriously, looking at pictures is more relaxing and interesting than texts.

Nah, who am I kidding. I'm into Instagram for shopping. Hahahahaha. And giveaways. And quizzes! I already won two quizzes, got a free book and two free movie tickets. Not bad eh. It's not that I eagerly chase the prizes, lempar-lempar buah manggis aja lah. No pressure.

So, a few Instagram accounts I recommend:
1. Shops


2. Story/Comics


3. Eye candies


That's all. Hope you can enjoy them as I do!


(Image from stackexchange.com)

Saturday, March 05, 2016

About resolution

So, it's March already and I've already failed on my resolutions. Or, in a different point of view, have not done any.
Read 3 books per month. Nope.
Join writing competition. Nope Nope. I passed two deadlines. But I managed to join an instagram challenge: #30haribercerita, although I didn't fully write for 30 consecutive days.
Write a sentence a day on a journal. Nope, but nope. I even specially bought a journal for this. (I blamed the long baby crying night for buying things I dont really need. haha!)

The thing is, I am still quite struggling on balancing among motherhood, work, and myself. What I mean by myself, is me doing my thing like reading a book or writing a blog post or anything. I know some people prefer to do their things at night, after the baby is asleep. Now that's the problem. For me, baby sleeping = me sleeping. Nursing makes a mother sleepy too, you know. And sleeping is also my thing!

I need to figure this out.

Comic form here.

Sunday, January 03, 2016

Bye 2015!

So, basically this 2015 is about motherhood and cluelessness (is that even a word?). I am still adapting to my new role, juggling between motherhood and work. Thank God, after 3 and half months, those all-nighter with K is over. Although I still need to wake up in the middle of the night for breast pumping. That's okay, I count it as a me-time.

Maybe this sounds cliche, but finally I understand why all soc-meds mother brag about their kids. It is ah-mazing seeing your own child grows. From a tiny spot inside your belly to a tiny human kicking and rolling.  

And the last but not least, the highlight of my year: Star Wars! Hahahaha. I even managed to watch the previous sequels. It is also my first time going to the movie after K's born, just the two of us. So, Yay!

I am excited for 2016 (especially for this) and waiting for the surprises from K! :)