Tuesday, January 02, 2018

Selamat tinggal 2017!



Tahun 2017 ini terasa berjalan cepat sekali. Di akhir tahun 2016, saya pindah divisi di kantor dan kerjaannya makin banyak. Akhir-akhir ini malah sampai ga sempet ngecek feed reader di kantor. We o we.

Alhamdulillah di tahun 2017 banyak hal baru yang dialami. Mulai dari ikut komunitas Institut Ibu Profesional dan grup ITB Motherhood cabang Jakarta, Tangerang dan Tangerang Selatan. Ikut IIP karena saya merasa menjadi ibu itu perlu banyak belajar dan di IIP pembelajaran sebagai ibu tersusun dengan rapih dengan kurikulumnya. Salut dengan pendiri IIP, Ibu Septi dan Pak Dodik beserta komunitasnya. Semoga amal dan ilmunya menjadi amal jariyah. Aamiin.

Dari komunitas IIP, pertama kalinya saya belajar jahit. Dari bikin pola, gunting, sampai jahit sendiri. Ternyata saya bisa juga buat baju sendiri dan engga sesulit yang dibayangkan. Di komunitas IIP juga saya ikut kelas menulis rutin sebagai "motivasi" menulis di blog. Dibandingkan tahun 2016 saja jumlah postingan sudah naik 50%! Amazing. #keprok

Di komunitas ITB Motherhood JakTangSel juga rutin setiap bulan mengadakan playdate untuk ibu dan anak. Selain serangkaian playdate anak, diadakan juga beauty class untuk ibu-ibu dan basic life training (CPR). Kayaknya kalau engga diinisiasi di grup, saya engga akan ada kesempatan untuk ikut seperti itu. Ibu-ibu hebat! #jempol

Menjelang akhir tahun 2017, saya mulai olah raga rutin dengan aerobic di rumah dan ikut kelas Muay Thai di klub dekat rumah. Dari dulu sebenarnya saya ingin ikut kelas bela diri. Sebelumnya pernah ikut Taekwondo dengan ibu-ibu ITBMh, sayang tidak diteruskan. Memilih Muay Thai juga karena tidak ada pilihan lain dengan waktu yang cocok. Ternyata asyik juga ikut Muay Thai, kalau lagi kesal atau bad mood tinggal pukul-pukul samsak sekuat tenaga. Hahaha.

Target membaca tahun 2017 tercapai! Membaca 13 buku dari target 12 buku. Kesal sendiri dengan tumpukan buku yang belum terbaca dari tahun-tahun kemarin, ditambah dengan tumpukan BBW baru, mulai konsisten baca satu buku per bulan.

Tahun 2017 juga pertama kalinya saya kena radang tumit (plantar fasciitis) karena ternyata saya memiliki flat feet. Penyebabnya adalah saat hamil, berat badan bertambah tapi tidak ditopang dengan sandal yang mumpuni. Dulu saya pakai sendal teplek saja. Ternyata sendal seperti itu kurang bagus sebenarnya, yang bagus adalah yang bersol dan empuk. Untuk kasus flat feet seperti saya, alas kaki harus mempunyai "gundukan" di tengah telapak kaki, karena dengan gundukan itu bisa memperbaiki postur kaki ketika menopang tubuh. Alhamdulillah radangnya sembuh setelah berkali-kali fisioterapi yang menguras jatah medis di kantor. Akibat flat feet ini sekarang engga bisa pakai sepatu unyu-unyu lagi. :(

Di tahun 2017 saya sedikit mempraktekkan konsep Konmari: miliki barang yang membuat diri kita senang, terutama masalah baju. Selain karena faktor Konmari dan ukuran lemari yang terbatas, baju yang dibeli harus sama dengan baju yang dikeluarkan. Tahun 2017 bisa dibilang paling sedikit belanja baju, lebih banyak baju yang dikeluarkan malah. Tapi ternyata baju yang membuat saya senang itu banyak, jadi ukuran lemari masih menjadi masalah. Hahahah.

Untuk pengalaman yang bukan pertama kali adalah kedua kali anak masuk rumah sakit karena kejang demam. Pengalaman terburuk sebagai orang tua. Saya kesal sekali dengan diri sendiri karena lupa stok obat anti kejangnya. Padahal dengan penanganan yang baik, kejang demam dapat dicegah. Sekarang tiap sebentar, mengecek kepala anak dan selalu siap siaga dengan obatnya. Jangan sampai terjadi lagi ya Allah.

Tahun 2017 ditutup dengan kejutan yang mampir di inbox email! Hihihi..rasanya engga sabar untuk mengumumkan tapi harus ditunda dulu. Sabaaarrrr.

Not a bad year, eh?

Terima kasih 2017, selamat datang 2018! Let's seize the day(s)!

0 komentar: