Wednesday, January 03, 2018

Uli dan Flip


Perkenalkan sahabat saya yang sudah menemani selama hampir 7,5 tahun. Sedikit flashback, kami bertemu seperti jodoh, tidak diduga-duga. Awalnya laptop yang saya incar bukan yg ini. Sudah menimbang-nimbang laptop yang lain sampai bolak-balik dua kali ke toko, tapi tiba-tiba ditawarkan ASUS UL20A a.k.a si Uli ini. Langsung klik, bungkus!

Katanya umur laptop (dan perangkat mobile lainnya) itu sekitar 4-5 tahun, optimalnya. Setelah itu performanya mulai menurun dan muncul teknologi-teknologi baru yang akan menggantikan. Seperti adik (atau cicit??) Uli yang baru muncul, ASUS Vivobook Flip TP410, mari kita sebut saja Flip.



Cakep ya?

Sepertinya Flip cocok untuk menggantikan Uli. Flip memiliki prosesor Intel® Core™ i7 7500U. Generasi ketujuh mikroprosesor Intel ini memiliki dua core dengan kecepatan maksimal 3,5 GHz dan daya 15W dinilai lebih efisien dalam power dan lebih tinggi performanya dibanding generasi sebelumnya. Dengan Hyper-Threading, mikroprosesor ini dapat menangani beberapa task tanpa hambatan yang berarti.

(Intermezzo: Ternyata Intel juga punya nama kode untuk prosesornya. Kalau Android punya kode makanan manis untuk sistem operasinya, Intel menggunakan nama tempat yang dekat dengan fasilitas Intel. Untuk i7 nama kodenya adalah Kaby Lake (mengingatkan saya pada Krabby Patty #penting), kependekan dari Kabinakagami Lake di dekat Ontario, Kanada.)

Untuk SDRAM, Uli cuma punya 2 GB sedangkan memory SDRAM Flip bisa sampai 16 GB.  Dulu punya 2 GB tuh rasanya udah gede banget! Untuk sistem operasinya menggunakan Windows 10 asli. Entah kenapa, setelah instal Windows 10 di Uli, performanya terasa lebih lambat dibanding sebelumnya. Ini yang paling terasa di Uli. Mungkin karena spesifikasi Uli yang kurang cocok untuk Windows 10. Atau mungkin Ulinya saja yang sudah uzur. Hiks.

Dengan spesifikasi ini, saya pikir Flip cukup untuk kebutuhan kerja saya yang sudah tidak berat di programming lagi. Untuk mengerjakan dokumen, presentasi, atau sekedar remote ke server, Flip bisa menjadi pilihan yang tepat. Engga hanya untuk kerja, kalau pakai laptop sebagus ini sih bisa menambah semangat untuk nge-blog atau buat tulisan untuk kelas menulis IIP ya kaaan. #modus

Flip memiliki storage 1 TB HDD dan 128 GB SSD. Jauh banget dengan Uli yang "hanya" 320 GB! Sekarang saja dua drivenya udah merah, hahahaha. Apalagi setelah punya anak, isinya foto dan video anak semua yang memakan banyak tempat.
Mengklaim sebagai laptop 2-in-1 (laptop dan tablet), Flip memiliki display touch screen berukuran 14.0" dengan ukuran body 13.0". Ngiler sama touch screen-nya sih. Kalau sudah ada anak, lihat ibunya pakai laptop, pasti ingin ikutan. Entah lihat foto-foto (fotonya sendiri, narsis memang), video, atau menggambar di aplikasi Paint atau 3D-Paint. Dengan posisi Flip yang bisa standing display, enak banget buat dipakai anak. Kalau untuk menggambar pakai touch pad agak susah ya, apalagi anak baru 2.5 tahun, koordinasi tangannya masih belum bagus. Dengan touch screen yang akurat, ibu ga perlu susah-susah pake touch pad anak bisa bebas berekspresi dalam menggambar. Tinggal clickswipescroll! Cucok!

Selain itu, dengan standing display, layar resolusi Full HD, built-in stereo ASUS SonicMaster Technology dan prosesor i7 yang disebut cocok untuk penggunaan video,  jadi perpaduan yang mantap untuk streaming film! Terbayang kejernihan layar dan suara saat dipakai nonton. Daripada nonton di layar ponsel yang kecil terus bikin sakit mata, apalagi TV di rumah juga belum diperbaiki sama suami udah berbulan-bulan. #curcol

Keyboard menggunakan jenis yang sama dengan Uli, chiclet keyboard. Perbedaannya, Flip punya backlit, Uli engga. Untuk otentikasi, Flip menyediakan fingerprint. Dengan fingerprint proses login bisa lebih cepat! Soalnya sekarang kalau laptop mau dipakai oleh anak, harus mengetik password dulu kan, loading dulu, dan anaknya sudah engga sabaran. Lalu dipencetlah tombol Power lagi, dikiranya bakal bisa buat lebih cepat. Zzzzzzzz.

Web camera VGA masih oke untuk dipakai video call. Sekarang sih biasanya video call dengan orang tua yang kangen dengan cucunya. Kalau dulu video call-nya sama.....*sinyal hilang*
Konektivitas dengan perangkat lain bisa menggunakan 1 Microphone-in/Headphone-out jack, 2 port USB 3.0, 1 port USB-C, slot card reader, dan port HDMI. Cukup banget lah ya. Uli saja masih pakai port VGA. Hahaha. Hari gini...

Yang paling penting lagi untuk saya adalah berat Flip yang 1.6 kg. Berat adalah salah satu faktor penting dalam memilih laptop karena saya punya skoliosis. Tidak boleh membawa beban terlalu berat di pundak. ASUS pun mengklaim baterai dapat bertahan selama 10 jam. Lebih dari cukup kalau ingin jalan-jalan cantik sambil bawa laptop.

ASUS juga memberikan garansi 2 tahun untuk Flip. Dengan service center-nya yang tersebar dimana-mana, engga perlu khawatir lagi kalau ada kerusakan. Ah, semoga saya berjodoh juga dengan kamu Flip!



(Informasi dari ASUS, sini, sana, situ, dan sebelah sana. Gambar dari ASUS dan sini.)
(Tulisan ini dibuat untuk #DianaRikasarixASUSGiveaway)

0 komentar: