Friday, June 22, 2018

Book Review: Yuk, Jadi Orangtua Shalih!

Di zaman now, arus informasi mengenai parenting mengalir sangat kencang. Banyak pakar parenting yang muncul di luar sana, orang tua tinggal pilih mau ikut madzhab mana. Adalah Abah Ihsan yang cukup populer dengan pelatihan Program Sekolah Pengasuhan Anak (PSPA)-nya. Pelatihan ini disenangi karena umumnya yang menjadi orangtua belum dibekali dengan ilmu yang mumpuni dalam pengasuhan anak. Abah Ihsan pun menerbitkan buku parenting yang terdiri dari 2 jilid, kali ini yang akan saya rangkum adalah buku jilid pertama Yuk, Jadi Orangtua Shalih! Sebelum Meminta Anak Shalih.



Seperti judul buku, Abah Ihsan mengajak kita untuk mengevaluasi diri dahulu sebelum menghadapi anak: menjadi orangtua shalih terlebih dahulu sebelum meminta anak shalih. Karena keteladanan sangat penting dalam pengasuhan anak.

Menurut Abah Ihsan, sesungguhnya orangtua telah diberi lima karunia sebagai modal dalam pengasuhan anak:

1. Karunia Belajar
Belajarlah sebagaimana anak belajar. Setiap tahapan pertumbuhan anak, anak belajar dengan caranya masing-masing. Penting bagi orangtua untuk melihat dari 'kacamata' anak. Jika anak sedang bermain, sesungguhnya ia sedang belajar. Jika ia senang mengacak-acak isi tas, ia sedang melatih otot tangannya, sensorinya, dan koordinasi mata dan tangannya. Jika orangtua mengerti hal ini, tentu orangtua tidak akan buru-buru memarahi, yang malah akan menghambat proses belajarnya anak.

2. Karunia Konsistensi
Tidak jarang orang tua melonggarkan aturan karena alasan lelah atau anak merengek tak habis-habisnya. Konsistensi adalah salah satu kunci dalam pengasuhan anak. Konsistensi memberi anak rasa aman dan membantu anak merasa bertanggung jawab karena tahu apa yang diharapkan dari dirinya. Konsistenlah antara ayah dan ibu, konsisten dalam aturan, konsisten dalam rutinitas, konsisten antara kata dan perbuatan orang tua, dan konsisten dalam larangan.

3. Karunia Kiblat
Kiblat di sini maksudnya fokus. Kadang orang tua lupa untuk memfokuskan pada hal-hal yang lebih baik. Jika anak melakukan kegagalan dan orang tua fokus pada kegagalan itu. bisa berdampak negatif pada anak. Fokuslah pada keberhasilan, bahwa kegagalan adalah proses menuju keberhasilan. Fokuslah pada kelebihan, bukan kekurangan. Fokuslah pada solusi, bukan masalah.

4. Karunia Mendengarkan
Ada alasan Allah SWT menganugrahkan dua telinga dan satu mulut. Dengarkan dengan baik sebelum bereaksi (berbicara). Pertama, dengarkan diri sendiri. Telusuri diri orang tua adakah luka-luka masa kecil yang belum selesai. Selesaikan dan berdamailah. Dengarkan pasangan, komunikasi yang baik dengan pasangan menjadikan orangtua tim yang kuat untuk menghadapi berbagai masalah. Dengarkan anak, pahami kebutuhan dan kesulitannya. Berempati dan hargai perasaannya.

5. Karunia Al Shaffat
Komunikasi efektif adalah salah satu kunci penting dalam pengasuhan anak. Untuk membangun komunikasi efektif antara orangtua dan anak yang bisa dilakukan di antaranya adalah komunikasikan penerimaan. Setelah orang tua mendengarkan anak (karunia mendengarkan), orang tua menerima dan paham perasaan anak sepenuhnya. Penerimaan dari orang tua membuat anak lebih mudah berbagi permasalahan yang dihadapinya. Tidak lupa menggunakan kalimat positif dalam penyampaian kepada anak (karunia kiblat).

Yang saya senangi dari buku ini tidak banyak teori parenting yang bertele-tele. Di buku pertama ini, Abah Ihsan menjabarkan panduan-panduan praktis dalam berinteraksi antara orangtua dan anak, dengan disertai studi kasus yang dekat dengan keseharian. Kalau dibaca sepertinya mudah ya tapi prakteknya bisa lain ceritanya. Tetap semangat!

(Gambar dari auladi.net)

0 komentar: