Saturday, July 14, 2018

Membangun Self-esteem Anak Sensitif


Menyambung dengan topik anak sensitif yang pernah ditulis sebelumnya, salah satu kunci untuk membesarkan anak sensitif adalah membangun harga diri anak atau self-esteem. Bagaimana cara orang tua untuk membangun self-esteem itu?

1. Berikan contoh oleh orang tua
Kadang di lingkungan luar, kesensitifan anak dapat dianggap aneh atau tidak biasa. Hal ini dapat mempengaruhi pandangan anak terhadap dirinya sendiri, dengan menganggap dirinya aneh atau menjadi tidak percaya diri. Orang tua perlu yakin jika pandangan anak sensitif itu aneh hanya pendapat saja. Tidak perlu terlalu dipikirkan. Orang tua juga harus percaya diri untuk memiliki anak sensitif.

2. Kata-kata yang berharga
Akui kesensitifan anak. Akui bahwa kesensitifannya tidak membuatnya menjadi lebih buruk dari anak lain. Puji sifat sensitifnya, perhatian terhadap detail atau berempati tinggi, itu adalah kelebihannya yang patut dimiliki.

3. Habiskan waktu bersama anak
Psikiater anak merekomendasikan untuk membersamai anak setengah jam setiap hari. Biarkan anak yang memilih permainannya, orang tua hanya mengikuti. Ini dapat menyembuhkan luka, seperti rasa sedih karena bersalah atau rasa malu.

4. Hargai anak
Hargai perasaan anak, kebutuhannya, pendapat, pilihan dan keputusan. Meskipun pilihannya salah, hargai keinginannya dalam memilih. Misal, "Ibu tahu kamu sangat suka kue, tapi kamu harus makan dulu." atau "Iya, main ke taman memang menyenangkan, tapi ini sudah malam, sudah waktunya tidur."

5. Bantu anak mengenali dirinya dalam berhubungan dengan orang lain
Anak sensitif perlu belajar jika tidak semua orang seperti dirinya. Kadang orang lain mengatakan sesuatu yang tidak mereka maksudkan, berbuat impulsif, atau tidak semua orang bisa membaca hal yang tersirat. Untuk orang-orang seperti ini, anak perlu latihan untuk mengungkapkan pendapatnya atau apa yang sebenarnya ia inginkan.

6. Ungkap kekuatan ketika anak mengalami kegagalan
Ketika anak sensitif mengalami kegagalan, hal pertama yang perlu dilakukan adalah akui perasaannya. Lalu, ceritakan hal serupa yang bisa menunjukkan kekuatannya. Misalnya, "Adik sedih ya tidak dapat juara menggambar. Tidak apa-apa, kemarin adik kan sudah menang lomba menari bersama teman-teman." Tidak perlu berlebihan dalam memuji, ungkapkan pendapat orang tua dengan tulus.

Baru satu kunci pengasuhan yang dibaca tapi sudah banyak PR yang harus dilakukan. Bukunya juga masih banyak halaman yang belum dibaca. Mudah-mudahan bisa ditulis lagi di lain kesempatan.

(Dirangkum dari buku The Highly Sensitive Child oleh Elaine Aron)

0 komentar: