Wednesday, November 28, 2018

Tiga Tahun Menjalani Peran Ibu Pekerja

Tiga tahun menjalani peran ibu pekerja di ranah publik, saya sadar peran yang saya lakukan masih jauh dari sempurna. Jauuh sekali. Alhamdulillah saya masih diberi rezeki asisten yang membantu menjaga anak di rumah dan suami yang selalu mendukung. Tetapi meskipun support system sudah cukup, kadang ada saja yang membuat hari-hari berantakan. Memang enggak mudah, tapi harus dijalani sebaik-baiknya. Beberapa hal ini yang saya pegang dalam menjalani peran saya sekarang.

Prioritas
Salah satu obrolan dengan teman-teman 'seperjuangan' menyadarkan saya tentang pentingnya prioritas dalam menjalani peran sebagai ibu dan istri Terutama prioritas dalam memastikan kebutuhan yang terpenting terpenuhi, untuk anak maupun suami. Main dengan anak atau cuci piring? Belanja ke pasar atau buat artikel? Pilih prioritas yang dianggap lebih tinggi dan lakukan. Untuk yang prioritas paling rendah, bisa ditunda. Jangan terlalu dipikirkan apa yang belum dikerjakan karena prioritasnya rendah. Lemesin aja shaayy.

Don't be too hard on yourself
Kadang ada hari yang semua tampak berjalan begitu kacau. Ada meeting di kantor tapi anak sakit, makanan enggak ada, dan rumah berantakan. Rasanya seperti orang paling gagal di dunia.

Kalau sudah begini, yang pertama saya lakukan adalah sadarkan diri sendiri kalau hidup ini enggak ada yang sempurna. Pasti ada naik turunnya. Kalau lihat hidup orang lain yang sempurna di media sosial, yakin mereka pun pasti pernah mengalami hal seperti ini. I'm not perfect, nobody is perfect. Hadapi saja tantangan yang muncul sebaik-baiknya.

"Good for you, not for me."
Ini adalah kutipan dari buku otobiografi Amy Poehler, seorang aktris komedian. Di sini Poehler mengambil sikap untuk agree to disagree tentang hal yang bertentangan dengan value dirinya. 
Kutipan ini selalu saya ingat kalau ada yang ada yang judge atau nyinyir dengan peran yang saya lakukan sekarang. Saya yang tahu bagaimana kondisi diri saya sendiri. Apa yang membuat saya bahagia? Apa yang mampu saya lakukan? Dari pertanyaan ini pastinya semua orang memiliki jawaban yang berbeda-beda. Tidak mungkin semua akan memiliki pilihan yang sama. Kalau ada yang berbeda pilihan dengan saya tetapi tidak sesuai dengan kondisi saya sendiri, ya biarkanlah mereka menjalankan pilihan mereka sendiri. Good for you, but not for me.

Bagaimana dengan ibu-ibu yang lain? Ada tips dalam menjalankan peran sekarang? 

0 komentar: