Wednesday, March 06, 2019

Lima Bahasa Cinta

Sering kita dengar cerita perpisahan suami istri dengan alasan tidak saling mencintai lagi. Di luar alasan perpisahan yang sudah jelas (suami mangkir dari kewajiban, KDRT, dll), sejujurnya, saya ingin sekali menanyakan apa yang terjadi di pernikahan itu sampai harus berpisah. Tapi ya jarang ada orang yang mau membeberkan dengan detail penyebab perceraiannya.

Suatu hari, tanpa ada angin dan petir, suami saya beli sebuah buku yang berjudul "The Love Language" oleh Gary Chapman, seorang konselor pernikahan. Ternyata suami beli buku ini karena direkomendasikan oleh seorang blogger yang baru-baru ini mengalami perceraian. Katanya, seandainya dia tahu buku ini sebelumnya, mungkin keadaan pernikahannya akan lain. 

Menurut Pak Gary, masing-masing manusia memiliki bahasa cintanya sendiri, yaitu bentuk perhatian yang ia kenali untuk merasa dicintai. Dari hasil pengamatannya, ada lima bahasa cinta yang dikenali oleh manusia:

1. Words of Affirmation
Artinya kita membutuhkan perkataan tulus dari pasangan untuk merasa dicintai dan dihargai. Tidak selalu pujian, bisa juga rasa terima kasih, apresiasi dari pasangan, atau sekadar ucapan penyemangat untuk menjalankan hari.

2. Quality Time
Waktu dan perhatian yang didedikasikan untuk kita, meskipun sebentar, membuat kita merasa dicintai. Bukan hanya duduk berdua tapi malah lihat HP masing-masing ya. Tapi pasangan bisa memberikan perhatian penuh kepada kita dan lebih bagus lagi kalau bisa memiliki quality conversation.

3. Receiving Gifts
Rasa senang mendapat hadiah bukan berarti kita materialistis. Tidak perlu yang mahal-mahal, dikasih bunga yang dipetik di pinggir jalan juga sudah senang kok. Physical presence atau kehadiran bisa menjadi hadiah juga. Hadiah bukan hanya sekedar bentuk fisik tapi bentuk perhatian yang diungkapkan untuk kita.

4. Acts of Service
Di sini kita merasa dicintai jika sudah dilayani oleh pasangan kita. Bukan berpikir pasangan kita seperti pembantu ya. Tapi melakukan hal-hal untuk kita dengan ikhlas. Karena pasangan tahu, melayani bukan menjadi pekerjaan, tapi bentuk cinta pasangan pada kita.

5. Physical Touch
Kita merasa kontak fisik sangat penting untuk merasa dicintai. Bukan hanya di tempat tidur aja ya. Tapi dalam keseharian, memberikan pelukan, menggengam tangan, atau sekedar mengelus rambut membuat kita bahagia.

Seringnya yang menjadi permasalahan adalah pasangan memberikan cinta dalam bahasa cinta yang ia miliki karena hanya itu bentuk yang ia tahu. Padahal kita punya bahasa yang berbeda. Jadi, penting bagi kita selain tahu apa bahasa cinta kita sendiri, perlu tahu juga bahasa cinta pasangan. Supaya bahasa cinta dapat disampaikan dan diterima dengan tepat.

Untuk mengetahui apa bahasa cinta yang kita miliki bisa mengisi kuesioner di sini: https://www.5lovelanguages.com/profile/couples/
Atau kalau sudah mulai ada gambaran tapi masih galau, bisa juga dengan cara eliminasi. Dari bahasa cinta yang rasanya paling tidak cocok sampai tersisa satu atau dua bahasa cinta.

Selamat menemukan dan memberi bahasa cinta yang tepat untuk pasangan! ❤

0 komentar: